Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Mencari Tahu Namanya


__ADS_3

Waktu merambat begitu cepat siang berganti senja, senja pun mulai menghilang berganti malam aktifitas mereka pun di warnai dengan kebersamaan. Mereka sholat berjamaah, tadarusan bersama hingga membantu penjual yang ada di depot Rudi. depot Rudi tak pernah sepi dari pengunjung, malam ini adalah malam spesial buat depot Rudi, di mana masing-masing personel grup kumbang jantan mempersembahkan lagu untuk pengunjung dengan iringan gitar membuat suasana lebih semarak, sementara teman-temannya menghibur pengunjung Dantai berada di luar depot sedang menelpon seseorang.


"Assalamualaikum, ini Afif Bayu Dantai mbak Sari, apa Rudi sudah bercerita kepada mbak siapa saya?"


Sari pun menjawab," Sudah, Den Dantai pacarnya non Anta yang kata non Anta hilang ingatan kan Den."


"Jadi namanya Anta?" Dantai membatin ia pun tersenyum lalu meneruskan percakapan dengan Sari perawat Anta.


"Iya, Mbak Sari saya mau minta tolong sama mbak, tolong video kan semua aktivitas Anta ya mbak dan kirim ke nomor saya, saya ingin merasakan bahwa ia dekat dengan saya dan tolong rahasiakan kalau saya menelpon mbak."


"Baik den, saya akan bantu dan mengirimkan aktifitas non Anta sama den Dantai." jawab Sari sedikit berbisik, Dantai yang merasakan ada sesuatu yang Janggal segera mengakhiri panggilan setelah mengucap salam, lalu menaruh handponenya di saku celananya dan berbalik akan kembali ke depot Rudi namun ia dikejutkan dengan Rudi yang berdiri di persis di belakangnya," Kau, sudah lama disini?" tanyanya dengan menyembunyikan rasa terkejutnya.


"Ya," jawab Rudi tersenyum sambil menyipitkan matanya.


"Sejak kapan kau di situ?" tanya Dantai kembali sambil tersenyum canggung.


"Dari ketika kau menerima telepon tadi," kata Rudi sambil menatap ke Dantai.


"Kau curang Dan!" kata Rudi sambil memicingkan matanya.


Dantai terkekeh mendengar protes dari Rudi, "Maaf terpaksa, kau tahu sendirilah aku tak boleh terlalu memaksa untuk mengingat, dan kalian membuat aku berfikir dan berusaha mengingat karena tak memberi tahukan namanya." kata Dantai dengan berjalan berlenggang meninggalkan Rudi.

__ADS_1


Rudi akhirnya mengejarnya dan memiting kepala Dantai, Dantai pun tergelak mencoba melepaskan diri.


Akhirnya tangan Rudi pun merenggang dan melepaskan Dantai.


"Rencana besok bagaimana, jadi ke Surabaya?"


"Tidak, aku sudah tahu namanya." kata Dantai lagi, sambil menghindari Rudi yang akan memiting kembali kepalanya.


"Kau Licik Dan!" teriak Rudi sambil terus mengejar.


Dantai sudah masuk kembali ke dalam depot Rudi, ia berjalan melewati meja temannya dan berjalan menaiki tangga menuju kamar yang di sediakan Rudi, di atas ada 4 Ruangan, 2 ruangan agak lebih besar dan 2 sedikit lebih kecil terdiri dari ruang kerja Rudi dan kamar tidur yang di tempati Dantai.


Dantai sengaja memilih ruangan yang agak kecil karena dia hanya sendiri di sana.


Dantai merebahkan diri di kasur lantai busa yang tebal, ruangan ini sangat sederhana namun tetap memberikan kenyamanan, Rudi pandai sekali dalam memberikan kenyamanan dalam kesederhanaan. Ia selalu memperhatikan kenyamanan pada temannya.


Tok, tok, tok


"Dan apa kau sudah tidur?" terdengar ketukan pintu dan suara dari luar kamar, ia mengenali suara itu adalah Aril. Ia biarkan saja, karena ia ingin sendiri malam ini. terdengar oleh telinga ku percakapan mereka," Dantai sudah tidur sepertinya, biarkan saja di mungkin capek Ayo kita juga istirahat," kata Gibran.


"Kemana Rudi?" tanya Aril

__ADS_1


"Dia masih di ruang kerjanya,"jawab Rio sambil menguap dan berjalan menuju kamar Rudi.


Derap langkah kaki mulai terdengar menjauh dan berhenti ketika terdengar suara pintu yang di tutup, lalu kembali sepi.


Dantai menatap langit-langit ruangan dengan tatapan kosong, di ambilnya handphone di sakunya dan kembali membuka galeri handphonenya, memandangi wajah pujaan hatinya yang sekarang nan jauh di sana. Ia pun teringat handphone lamanya yang di berikan Rudi padanya tadi pagi di bukanya handphone lama ada beberapa video di situ.


Dantai membuka video satu persatu dari video di pantai bersama Anta, show bersama Anta dan video kompetisi-kompetisi akademik lainnya. ia pun tersenyum hatinya menghangat.


Malam semakin larut, namun hingar-bingar kota tak kunjung padam, masih terdengar musik di beberapa tempat makan di sekitar sini di telinga Dantai,


Mata sudah mulai berat, rasa kantuk pun mulai menyerang hingga di pejamkan matanya berharap akan mimpi indah bertemu dengan bidadari hatinya, dan tak lama kemudian ia pun terlelap terbuai mimpi yang hanya dia yang tahu.


Sementara itu, Rudi mulai memeriksa sisi Tv 3 hari sebelumnya hingga kini di mana gadis yang sejak tadi pagi membuat masalah di depotnya di teliti satu demi satu tayangan itu hingga ia berhenti pada tayangan sisi Tv jam 11.00 tadi siang ia pun merasa curiga kenapa saat itu tak ada pengunjung yang datang sama sekali dia pun melihat sisi Tv di luar depotnya ada seorang gadis menghadang beberapa pembeli entah apa yang di katakan pengunjung itu pun pergi tanpa masuk ke depot Rudi.


Kemudian ia melihat sisi Tv yang lain matanya tertuju pada seorang gadis yang memesan semangkuk bubur sruntul lalu kemudian ia mengambil sesuatu dalam tasnya, sebuah plastik berisi beberapa ekor lalat yang sudah mati. Dibukanya plastik itu dan di tuangkan dalam mangkuk makanannya. Lalu ia pun memanggil penjual bubur sruntul itu," Pak, coba lihat sini makanan yang kau jual tidak layak, panggil pemilik depot ini kalau tidak ingin depot nya di tutup," pak Ilman terkejut, ia berusaha membela diri saat itu akhirnya ia pun menemui Rudi di suatu ruangan di mana ia dan teman-temannya berada.


Rudi memejamkan matanya," Apa mau mu nona?" ia pun menggeser duduknya ke belakang dan berdiri lalu berjalan keluar dari ruangan itu.


Jam menunjukkan jam 12 malam. ia pun berjalan menuju kamar tidurnya, lantai 2 sudah terasa cukup sepi, sepertinya teman-teman sudah pada tidur.


Rudi membuka pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di samping Rio tak lama kemudian dia pun terlelap.

__ADS_1


Malam pun berlalu kumandang adzan subuh pun terdengar membangunkan mereka dari tidur lelap mereka. Lima sekawan itu pun juga sudah terbangun dan menunaikan sholat subuh di masjid terdekat.


Setelah sholat subuh mereka pun berlari pagi sekitar area depot, hari ini adalah hari minggu mereka berencana untuk pulang di siang harinya. Pagi ini mereka gunakan waktu lebih lama berkumpul bersama sebelum kembali menjalani rutinitas perkuliahan mereka, Aril tetap tinggal bersama Rudi Sementara itu Rio dan Gibran kembali ke Jogja dan Dantai ke Singapore.


__ADS_2