Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
menebus kesalahan


__ADS_3

Bel sekolah berbunyi, penanda pelajaran telah usai, siswa-siswa berhamburan keluar kelas ingin segera sampai di rumah atau berkumpul di tempat lain bersama teman-temannya.


Begitu pula Dantai dia mempercepat langkahnya menuju parkiran sekolah tanpa memperhatikan teriakan temannya. langkahnya semakin lebar ketika melihat sekelebat tubuh Anta yang berjalan menuju parkiran.


Anta membuka pintu bagian kemudi lalu duduk di belakang kemudi, ketika akan menutup pintu tangan kekar menahannya


Dantai sudah berada di balik pintu dan menarik kenopnya dengan paksa agar terbuka lebih lebar, lalu mengambil kunci mobil tersebut, kemudian menarik tangan Anta keluar serta berjalan memutar.


Dantai membuka pintu samping dan mendudukan tubuh Anta di kursi samping kemudi serta memasangkan sabuk pengaman sambil menatap lekat pada gadis itu, kemudian menutupnya dengan keras.


Setelah itu, berjalan memutar kembali lalu masuk dan duduk di belakang kemudi serta mengenakan sabuk pengaman, dia tersenyum samar.


"Kau mau apa, Fif? Anta menatapnya tajam


Dantai tersenyum. "Aku mau menculik mu."


"Kau dari kemarin mengusik hariku saja!" kata Anta ketus."


"Tak hanya harimu An! Akan ku buat risau hatimu dan pikiran mu juga," bisik Dantai lalu tersenyum menyeringai. Anta membuang mukanya dan menatap keluar jendela kaca


"Biar aku saja yang mengemudikannya! Akan ku ajak kau di suatu tempat," bisiknya lagi pada Anta. Gadis itu mengangguk dan tersenyum. Dantai mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. lelaki itu menghentikan mobilnya di sebuah pantai, dia melepaskan sepatunya begitu pula Anta. Lalu turun berjalan memutar membuka pintu lainnya.


"Ayo turun An, kita sudah sampai," katanya sambil menarik tangan Anta. Mereka berdua berjalan beriringan menikmati pantai itu. Anta berlari mendekati deburan ombak, membiarkan kakinya tersapu ombak yang berdatangan silih berganti.


Anta merentangkan tangannya dan memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Dantai melihat Anta. Gadis yang melempari lukisan dengan biji mangga itu tak hanya menimpuk lukisannya tapi juga hatinya.

__ADS_1


Dua hari adalah hari yang sangat singkat untuk melabuhkan hati pada seorang gadis. Akan tetapi itu benar-benar terjadi pada dirinya.


Tak perduli berbalas atau tidak, yang dia inginkan adalah bersamanya.


Dantai berjalan mendekati Anta. Dipeluk dari belakang dan disandarkan dagunya di bahu perempuan itu. Dantai mendengar debaran jantung Anta yang berdegup kencang begitu pula dirinya.


"Kau berdebar An," kata Dantai terkekeh sambil mengecup pipi Anta cepat.


Wajah Anta terasa panas dan merona. Anta terbelalak matanya menoleh ke belakang Dantai sudah berjalan jauh dari tempatnya berdiri. Dia berlari mengejar Dantai dipukulnya bahu lelaki itu dari belakang dengan keras. Dantai terbahak membalikan cepat tubuhnya menghadap Anta di tariknya tangan Anta lalu di peluk erat tubuh gadis itu. Anta merasa aliran listrik menjalar seluruh tubuhnya, kaki dan tubuhnya terasa lemas. Dia sudah tak mampu menolak, hati dan pikirannya bersebrangan.


"Kau juga berdebar Fif ... debaran jantungmu lebih keras dari suara deburan ombak itu," Kata Anta sambil menatap sendu Dantai


"Itu karena mu, Ann. Kau membuat jantungku berdetak sangat kencang," jawab Dantai dengan tatapan tak kalah sendunya.


"Apa kau senang hari ini, An?" tanya Dantai tak melepas pelukannya. "Heem," jawab Anta sambil mengangguk.


"Aku akan membuat mu lebih dari itu, besok, lusa, lusanya lagi. Tiap detik, menit, hari, bulan dan taun, An. Agar kau selalu dekat denganku," jawab Dantai sambil menghirup wangi rambut Anta yang diterpa angin.


Dantai melepas pelukannya, di angkatnya dagu anta agar melihat ke padanya, Dantai menikmati wajah Anta yang cantik seolah tak ingin waktu terus berjalan. Namun, sayangnya waktu tak mengijinkan mereka untuk menikmati syahdunya cinta yang belum terucap. Hanya hati dan tubuh yang berbicara.


Matahari perlahan akan tenggelam, mereka memutuskan pulang. Sebelum nya, mereka berhenti di plataran masjid untuk melaksanakan kewajiban mereka, lalu mobil pun kembali berjalan membelah jalanan.


"An, kasih tau rumah nenekmu akan ku antar sampai rumah!" perintah Dantai yang masih fokus dengan kemudinya.


Dahi Anta berkerut bertanya,"Lalu kamu bagaimana?"

__ADS_1


" Nanti di jemput pak To" kata Dantai sambil tersenyum.


Mobil berhenti tidak jauh dari gerbang rumah neneknya bersamaan dengan itu sebuah innova hitam melintas dan berhenti di dekat mereka.


"Itu aku sudah di jemput, aku pulang dulu. Lain waktu aku akan berkunjung di rumah nenekmu," kata Dantai menatap lekat Anta, Anta hanya tersenyum mengangguk. Lalu Dantai mengelus rambut Anta dengan lembut dan turun kemudian masuk ke dalam mobilnya dan berlalu dari pandangan Anta.


Anta menjalankan mobilnya masuk gerbang rumah neneknya. Dia masuk rumah sebelumnya mengucapkan salam terlebih dahulu. Terlihat neneknya duduk di sudut ruang tamu sambil merajut. Anta menghampiri neneknya bergelayut manja sambil berjongkok di depan kursi yang duduki neneknya.


"Maaf baru pulang banyak yang harus di kerjakan sama Bella, Nek," kata Anta berbohong.


"Sudah selesai tugasnya?" tanya Nenek. Anta mengangguk. " Sana mandi dulu, bau asem," perintah Neneknya


"Masak sih, Nek?" tanya Anta sambil mengendus ketiaknya. Nenek tertawa menggelengkan kepalanya. lalu Anta berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Dantai sudah sampai di rumah, Dia turun dari mobil dengan menenteng beberapa kanvas yang masih kosong masuk kedalam rumah berjalan melewati ruang tengah, nampak ibunya sedang bersantai rebahan di atas sofa sambil melihat TV .


"Dan baru pulang, Nak?" tanya ibu


" Iya, bu. Dan, mau keatas dulu yaa bu, sudah gerah ingin lekas mandi," jawab Dantai.


Dia menaiki tangga dengan cepat menuju kamarnya. Sesampainya di kamar dia meletakkan kanvasnya di atas meja lalu bergegas ke kamar mandi, setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Dantai duduk di sofa ruangannya melepas lelahnya sambil menunggu Adzan magrib, untuk melaksanakan sholat magrib.


kemudian dia membuka buku pelajarannya dan mengerjakan tugas-tugasnya hingga waktu isya' tiba, Lalu dia melaksanakan sholat isya' terlebih dahulu. Setelah itu, Dantai merasa matanya berat serta tubuhnya lelah dia membaringkan tubuhnya ke ranjang dan terlelap begitu saja.


Lain dengan Anta yang masih terjaga di tempat tidurnya, hari yang lelah dan tubuh yang sudah lelah serta rasa sakit di sekujur tubuhnya karena jatuh tak membuat dirinya terlelap lebih cepat.

__ADS_1


Insiden yang tak sengaja, tatapan dan perhatian Dantai serta ciuman di pipinya membuatnya berbunga-bunga Dia belum pernah merasakan ini sebelumnya. Anta membuka aplikasi wa ada banyak wa di groub teman balapannya tak di hiraukan. Gadis itu menekan profil dengan nama Afif jelek, terpampang nyata wajah Dantai yang tersenyum manis. Anta memandanginya tanpa bosan. Terbayang di pelupuk matanya kejadian di pantai tadi membuat tubuhnya meremang ia tersenyum lalu berguling ke kanan dan ke kiri. Dengan susah payah ia memejamkan matanya untuk mengusir bayangan yang menjengkelkan juga indah. Hingga akhirnya tertidur dengan lelapnya.


__ADS_2