Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Posesif


__ADS_3

pagi hari semua sudah berkumpul di meja makan menikmati sarapan yang telah dibuatkan oleh Hira


mereka menikmati sarapan sambil berbincang-bincang, Billal pun sudah mengenakan seragamnya dan siap untuk berangkat sekolah, Hira pun sama, hari ini adalah hari pertama dia masuk kembali setelah cuti selama dua Minggu.


setelah selesai sarapan Rio pun mengantar anak dan istrinya berangkat sekolah dan kerja


mereka masuk ke dalam mobil lalu Rio pun mengemudikan dengan kecepatan sedang membela jalanan kota Bandung,


setengah jam kemudian mereka pun sampai di sekolah Bilal, pemuda itu pun keluar dari mobil setelah mencium punggung kedua orang tuanya, kemudian Ia berlari melewati gerbang menuju kelasnya.


kini tinggal Hira dan Rio lalu lalu lelaki itu mengemudikan kembali mobilnya melintasi jalanan menuju tempat kerja Hira rumah sakit pusat Bandung.


setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit dimana Hira, melaksanakan tugasnya sebagai seorang dokter kandungan.


Tidak mencium tangan suaminya dan tidak keluar dari mobilnya namun ditariknya tangan Hira lalu di ciumnya bibir istrinya suami berkata," Kau tanpa lipstick pun tetap cantik."


"Ahh, Daddy, kan jadi berantakan," kata Hira, membetulkan lipstiknya dengan tisu.


"Biar aku antar sampai ke ruanganmu Hir,"


Tidak usah Dadd, biar aku sendiri Daddy langsung saja ke kantor," jawab Hira.

__ADS_1


"Kenapa tidak boleh? Teman-temanmu kan belum tahu kalau kamu sudah menikah dan mereka harus tahu Hir, kalau kita itu sudah menikah jangan sampai mereka menganggap Kamu mungkin masih single lalu mencoba untuk menarik perhatianmu mata lebih parahnya lagi mereka akan menyatakan cinta padamu karena mereka tidak tahu kalau kamu sudah menikah denganku nah saatnya hari ini adalah memperkenalkan diriku sebagai suamimu," kata Hira.


"Terserah Daddylah," kata Hira.


setelah perdebatan di dalam mobil yang cukup lama akhirnya mereka berdua pun keluar dan masuk ke dalam rumah sakit, Rio tidak canggung menggandeng istrinya dan mengantarkannya sampai ke dalam ruangannya, baru saja Hira masuk bersama suaminya, dokter Eko masuk dan menyapa Hira.


"Gimana liburannya seru apa?" tanya Dokter Eko.


Lumayanlah bisa healing, pasalnya kemarin itu aku capek sekali jadi aku butuh benar-benar butuh istirahat," kata Hira.


Kamu diantar siapa ya dia siapamu Kenapa bisa masuk ke ruanganmu


Mana mungkin kamu ngaco kira itu masih umur 16 tahun mana mungkin dia menikah dengan bapak-bapak yang usianya hampir selisih 20 tahunan


Jelas aja kata-kata itu menyulut api emosi dari Rio.


Emangnya kenapa kalau saya itu bapak-bapak dan usianya jauh lebih tua 20 tahun dengan Hira, masalah buat kamu, dia sendiri yang mau sama aku Lalu kenapa kamu permasalahannya?" kata Rio.


"Bukan begitu Pak saya itu kaget sekali kalau kira itu sudah menikah padahal selama ini saya itu menyatakan cinta kepadanya selalu saja tidak digubris dan sekarang tiba-tiba dia menikah aneh kan?"


"Memang, tidak usah kaget kalau Hira memilih yang lebih tua darinya itu berarti aku adalah dia berkualitas dan kok kalah denganku," kata Rio

__ADS_1


Saya yakin ini bukan keinginan Hira mungkin Anda hanya mengaku-ngaku sebagai suami Hira padahal Ia sebenarnya belum menikah betul bukan tebakan saya," kata Eko


"Anda salah saya tidak perlu harus membuktikan kepada Anda dengan surat-surat yang saya punya dengan ini saja cukup untuk membuat Anda percaya," kata Rio sambil mencium bibir Hira dengan sangat lama lalu mengusap bibir tersebut dengan ibu jarinya.


Hira terkejut tapi tidak tahu harus berbuat apa karena dia sekarang tahu bagaimana suaminya itu jika dalam keadaan cemburu ataupun di remehkan.


"Daddy akan jemput waktu pulang, nanti tolong batasi pergaulanmu karena kamu sudah menikah," katanya sambil membelai rambut Hira kemudian keluar sambil menatap tajam dokter Eko.


Rio pun keluar dengan hati gusar, berharap sang istri bisa menjelaskan pada rekan kerja bahwa dia sudah menikah.


Rio masuk dalam mobil dan menjalankan dengan kecepatan sedang menuju tempat kerjanya.


Sementara itu di rumah sakit Dokter Eko menatap Hira dengan tatapan tak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi.


"Betul Dok, kalau Anda sudah menikah, dan Bapak tadi itu adalah suami Anda," tanya Dokter Eko


"Betul, kenapa ini, 'kan hal yang bukan menyangkut pekerjaan, Dokter, lagi pula bukankah Anda kemarin masih berdinas di Surabaya?"


"Saya mengejar mu kemari ternyata malah menikah dengan orang dan sudah dewasa lagi," kata Dokter Eko.


"Apa bedanya dengan Anda, Dok? Usia Anda adalah 28 tahun kan, dengan suami saya hanya beda 8 tahun, lagi pula Anda tidak pernahkan bertanya pada saya untuk apa saya pindah ke Bandung? Untuk mengejar dia pria yang menjadi suami saya itu.

__ADS_1


__ADS_2