Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Sepulangnya dari Singapure


__ADS_3

"Ahh, Daddy mulai nakal," protes Hira.


"Nakal sama istri sendiri tidak apa, habis dirimu terlalu indah untuk dilewatkan, biarkan mataku, bibirku dan seluruh anggota tubuhku serta hatiku memujamu, Hir."


Dua jam perjalanan di lalui dengan canda dan tawa sesekali melihat sang putra tengah berbincang-bincang dengan teman barunya, ketika melihat sang putra begitu cepat akrab dengan lawan jenis membuatnya teringat dirinya sendiri sebelum di tinggal Della kekasih pertamanya, sejak saat itu ia tak bisa tergugah perasaannya selain princess kecil yang sekarang telah menjadi bagian dari hidupnya.


Akhirnya pesawat pun mendarat di Bandara Atang Sanjaya.


Mereka pun turun dari pesawat lalu berjalan menuju terminal kedatangan kemudian menuju mobilnya yang ditempatkan beberapa hari di tempat parkir, Roy membayar biaya inap mobilnya setelah itu mereka pun masuk kedalamnya.


Rio mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya setelah perjalanan satu jam penuh sampai lah ke rumah dan mobil berhenti di depan pekarangan rumah lalu mereka pun turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah


Bilal masuk terlebih dulu ke dalam rumah dan berjalan ke kamarnya. Dia segera membersihkan dirinya ke kamar mandi setelah selesai ia keluar lalu berganti pakaian kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang dia merasa sangat lelah sekali setelah perjalanannya ke Singapura apalagi sudah ditinggalkan Ayah dan Ibunya untuk berbulan madu selama satu minggu. karena capek tak terkira membuat Ia pun tertidur dengan pulas.


Begitu pula dengan Rio dan Hira


mereka langsung masuk ke dalam kamar lalu membersihkan tubuh mereka mereka kembali mandi bersama di dalam bathtub


Setelah itu Rio pun membilas tubuhnya dan membalut dengan handuk handuk sebatas pinggang, dan keluar duluan dari dalam kamar mandi kemudian dia berpesan agar istrinya itu jangan terlalu lama berendam di air agar tidak masuk angin.


Rio pun berganti pakaian yang lebih santai dia lalu menunggu sang istri selesai mandi Tak lama kemudian terlihat istrinya telah selesai mandi lalu Hira berjalan menuju walk in closet.


Rio mengikuti sang istri masuk ke walk in closed lalu membuka handuk sang istri mencumbu di sana. "Dad katanya mau istirahat," tanya Hira yang nafasnya mulai tersengal-sengal Daddy berubah pikiran Princees," katanya sambil meluncuti pakaiannya sendiri lalu membawanya keperaduan dan mulai bergelut kembali.


Rio memberikan sentuhan dibagikan bawah tubuh istrinya, setelah itu ia mulai memasuki lubang kenikmatan yang amat sangat di gerakan sesuai insting memberikan kenikmatan pada istrinya itu.


Ia bermain di atas tubuh indah Istri, saat cairan hangat menyembur keluar membasahi rahim sang istri ia pun kembali melenguh.


Tanpa melepaskan tautan ia beristirahat sebentar lalu kembali lagi mengulangi kenikmatan mengoyang tubuh sesuai keinginan hatinya bibir dan tangannya kembali bermain di atas bagian tubuh yang indah itu sambil terus bibirnya merancau menimatinya.


Tubuh sang istri benar- benar sudah membiusnya dan tidak bisa lepas dari ke Inginan untuk menyentuh tubuh wanita itu rasa kenikmatan yang luar biasa dia rasakan kembali cairan hangat menyembur membasahi rahim sang istri.

__ADS_1


Kembali beristirahat kembali tanpa melepaskan tautan.


"Princess kalau lelah tidur saja, ayo kita tidur biar begini saja lebih suka di dalam hangat dan sempit," kata Rio sambil tersenyum sambil mengelengkan kepalanya menikmati sensasi yang dirasakannya.


Kalau begitu caranya bagaimana bisa aku tidur, rasanya juga sama Dad punyamu terasa penuh membuat sensasi yang luar biasa bahkan aku tidak bisa berhenti bergerak karena ulahmu," kata Hira pada Rio


Suaminya itu terkekeh malah


kembali meyerang tubuh bagian atas dengan bibir, tangan, dan lidah terus berputar di atas bagaian tubuh atas istrinya dan


lelaki itu kembali menggerakkan tubuhnya membuat rasa yang semakin menggila.


terdengar suara nyanyian merdu sang istri semakin membuatnya bersemangat, cairan hangat membasahi rahim istri kembali


Di kecup kening sang istri di peluknya erat tubuh polos itu dia belum melepaskan tautannya ingin tetap di dalam gua milik Hira.


"Dadd!" panggil Hira.


"Aku tidak bisa tidur," katanya


"Mau di lepas?" tanya Rio pada istrinya.


"Tidak , begini saja tapi tidak bisa tidur," kata Hira


Jawaban Hira membuat Rio tertawa bahagia," Baiklah aku lepas yaa, nanti malam lagi akan ku berikan lebih nikmat sekarang tidurlah! Sepertinya kamu sangat lelah, Daddy tidak ingin kamu sakit," kata Rio pada Hira


Hira menggeleng. "Biarkan begitu dulu Dad."


"Sayang, kau benar-benar nikmat," kata Rio


"Miliknya masih terendam dalam lembah kenikmatan milik Hira, beberapa kali dirasa kedutan dari sang istri menunjukkan wanitanya merasakan kepuasan berkali-kali.

__ADS_1


"Aku lepas ya, sayang," ijin Rio dan Hira mengangguk, setelah itu mereka tertidur dan terbangun oleh alarm handphone menunjukkan jam setengah dua. Ia pun bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai ia menyiapkan air hangat dengan sabun dan aroma terapi lalu keluar dari kamar mandi serta mengangkat tubuh istrinya sambil dipagutnya bibir sang istri hingga Hira terbangun karena kehabisan napas saat membuka matanya dia sudah dalam gendongan suaminya.


"Dad!"


"Mandi dulu, sayang!" titah sang suami.


"Memang jam berapa?" tanya Hira.


"Jam dua kurang, sayang, jangan lama-lama, waktu dhuhur akan habis!" perintah Rio saat telah menurunkan Hira ke bathub.


Setelah lima belas menit berlalu akhirnya Hira keluar dari kamar mandi dan bergegas berganti pakaian lalu mengambil mukena dan sajadah yang kemudian digelar di belakang Rio dan mereka pun sholat berjamaah.


Setelah salam Rio berbalik menghadap istri di ulurkan tangannya dan Hira menyambut punggung tangannya lalu menciumnya.


Kemudian Rio mengambil handphone memesan makanan lewat aplikasi online sebab tenaga sudah terkuras habis oleh pesona sang istri.


"Dad, aku lapar?" rengek sang istri


Rio terkekeh. Ini baru di pesankan, sayang. Tunggu yaa!" katanya sambil melipat sajadah dan sarungnya lalu mengambil celana pendek dan memakainya di depan sang istri.


Hira hanya tersenyum melihat ulah sang suami. "Kenapa, mau lagi?" tanyanya sambil menaik turunkan alisnya.


"Enggak, yang itu sudah Kenyang," jawabnya sambil tertawa


Rio pun terbahak mendengar jawaban istrinya, ia pun menarik tangan sang istri agar bangun dari duduknya dan berjalan keluar kamar menuju meja makan.


"Duduk sini dulu, sayang, itu seperti pesanan datang aku ambil dulu di depan," katanya sambil berjalan ke depan keluar rumahnya tak lama kemudian dia kembali lagi dengan tiga nasi kotak yang ditaruh di meja kemudian di berjalan ke kamar anaknya dan mengetuknya tak lama pintu terbuka menyembul wajah sang putra yang mengenakan sarung.


"Makan, Boy! Daddy tunggu di meja makan!" perintah Rio.


"Baik Dad," jawab Bilal

__ADS_1


__ADS_2