
Pak Man telah sampai di Bandara, Dantai pun menuju pesawat yang ditumpanginya tak lama kemudian pesawat pun lepas landas.
2 jam mereka sudah sampai di Bandara Singapura. Mereka memesan taxi untuk mengantarkan mereka ke apartemen. Taxi berhenti di gedung apartemennya, mereka turun dari taxi memasuki gedung menuju lobby lalu masuk kedalam lift yang membawa mereka ke lantai 10 setelah sampai lift pun berhenti mereka keluar dari lift berjalan ke apartemen no 9
Dantai mengetik paswordnya dan terbuka pintu kemudian menyalakan lampunya.
"Selamat datang di istana kita, sayang , ok! kita akan masuk sambil menghitung langkah."
"Ini ruang tamu sayang, Dantai menghitung langkah hingga 10 langkah ini ruang tengah sayang 5 langkah ke kiri ini kamar kita kemudian 1 langkah dari pintu kamar ruang olahraga 10 langkah dari kiri ruang kerjaku 3 langkah dari pintu kerjaku kursi dan meja makan lalu 5 langkah dari meja kursi ini adalah kitchen set, duduk di sini, sayang." kata Datai sambil menarik kursi lalu membantu dia duduk di kursi di depan meja makan.
"Aku akan buatkan makan malam, kamu duduk di sini saja."
"Dantai mulai mengecek bahan makanan dalam kulkas hanya ada sayur sawi dan Daging serta telor.
Dantai membuka lemari hanya ada mie rebus instan. Di buatnya mie instan rebus di beri irisan daging dan di beri telor mata sapi. Dantai membuat satu.mangkok besar dengan 2 mie instan.
Setelah matang di bawah dan di taroh di meja.
"Honey hanya ada mie rebus hari ini, karena aku lupa belanja," Kata Dantai terkekeh
"Iya, gak papa mas."
Dantai menyendok, meniup mie rebus kemudian di suapan kepada istrinya.
"Bagaimana sayang?"
"Enak mas, maaf ya harusnya aku yang masak bukan mas, andai kamu mau menikahi wanita lain selain aku mas mungkin kau yang akan di layani bukan kamu yang melayani."
"Kok malah nangis sih, aku sayang dan cinta kamu, aku hanya ingin kamu tidak dengan yang lainnya An ngerti kamu."
Anta mengangguk.
Dantai kembali menyuapi Anta lalu berganti pada dirinya sendiri begitu seterusnya hingga habis.
"An cinta dan pengabdian tak berbatas antara siapa yang di layani dan melayani harus bisa mengisi dan menerima kekurangan serta melengkapinya bukan dengan menuntut satu sama yang lainnya. Harus bisa memberi dengan keikhlasan. Mari kita saling memberi."
"Tapi aku tak punya sesuatu yang harus di berikan ke kamu mas,"
"Kata siapa tidak punya, kamu bisa memberiku yang itu."kata Dantai terkekeh.
"Kamu ya mas otak ke situ melulu."
__ADS_1
"Lah kan ya normal sayang kan sudah ada kamu istri aku."
Hari semakin larut kedua pasutri itu memasuki kamarnya, Dantai mengajaknya duduk di atas balkon kamarnya saling menikmati angin sepoi-sepoi menghembus menerpa wajah dan tubuh mereka.
"Bagaimana kalau kita tidur disini saja sayang,"
"Enggak ah, malu di lihat orang." Dantai tertawa.
Mereka pun kembali ke kamar mereka membaringkan tubuh mereka di ranjang.
melepas lelah mereka setelah perjalanan di pesawat.
Seperti biasa Dantai akan bangun sebelum subuh lalu membangunkan istrinya dan sholat subuh bersama, membaca Alquran bersama, Anta menggunakan mushaf khusus untuk tunanetra. Dia belajar huruf braille 6 bulan lamanya.
jam masih menunjukkan pukul lima pagi dan mentari pagi masih malu-malu menampakan sinarnya.
Dantai menelpon ibunya, beberapa saat di tunggu beberapa saat menunggu akhirnya telpon tersambung," Assalamualaikum bu, Dan sudah di apartemen bu, ini lagi gak punya stok buat makanan."
"Wa'alaikum salam mau di kirim ibu masakan?"
"Iya bu, ha..ha..ha, ibu tahu aja maksud Dan."
"Ok! ibu kirim ya, sekalian temani Anta di sana, kamu ya sudah di bilang di rumah ibu dulu malah ngumpet di situ."
"Bukan apa-apa Dan, ibu kawatir kalau Anta kamu tinggal sendirian di apartemen."
"Iya sih bu, Kok Dan gak kepikiran ya."
"Dah ibu maklum deh Dan kamu pengantin baru, tapi pikirin ke amanan Anta, di situ baru semalam belum kenal apartemen kamu tinggal sendirian di rumah."
"Terus gimana dong bu?"
"Ya udah hari ini ke sana deh besok antar Anta ke rumah ya."
"Ok! bu paswordnya tanggal lahir Dan, Assalamualaikum.
"Wa'alaikum salam"
Panggilan pun berakhir. Dantai menoleh pada Anta yang terlelap lagi setelah sholat subuh. Dantai membiarkan istrinya terlelap sebentar. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai dia pun berganti pakaian untuk pergi kuliah.
Beberapa saat kemudian Bel apartemen berbunyi Dantai membuka pintu. Terlihat ibunya berdiri di depan pintu.
__ADS_1
"Lo kan sudah di kasih nomer paswordnya bu?"
"Iya, tapi kamu masih ada di dalam ibu malas memencet paswordnya."
Dantai terkekeh mendengar alasan ibunya.
"Anta kemana Dan? "tanya ibu sambil menyiapkan makanan di meja.
"Ketiduran bu," Ira memukul lengan putranya," Kamu ya .. jangan terlalu memforsir tenAga istri mu, Dan!"
"Enggak bu, Dan tadi malam juga gak ngapa-ngapain bu. Mungkin capek di perjalanan, biar Dan bangunkan ya bu.
"Jangan! biar ibu tunggu di sini saja sampai Anta bangun, kasihan Dan.
"Baiklah kalau begitu bu, tapi Dan gak enak kalau gak pamit bu, lagi pula tadi malam kami cuma makan mie instan."
"Apa? Ini karena kamu keras kepala Dan, sudah dibilang kerumah ibu, malah kesini sukurin kamu gak ada yang di makan."
"Maaf Dan ya bu benar deh Dan pengen berduaan sama Anta saja," katanya sambil memeluk ibunya.
Mendengar orang berbicara Anta terbangun, karena pintu kamar terbuka hingga Anta bisa mendengar percakapan mereka."
Anta bangun beranjak dari ranjangnya berjalan keluar kamar, " Mas kamu di mana?" teriak Anta. Dantai segera menghampiri Anta," Yang sudah bangun?" tanya Dantai, Anta tertawa," Maaf ya mas Anta tertidur."
"Ya, gak papa mas yang bikin kamu capek, ada ibu yang di sini," kata Dantai mengantar Anta menemui ibu. Anta mengambil punggung tangan ibunya dan menciumnya," Sudah lama bu datangnya?"
"Barusan An bawain kalian makanan."
Trimakasih ya bu."
Mereka pun sarapan bersama. Setelah selesai Dantai berpamitan pada ibunya dan juga Anta.
"Setelah ini ikut ibu ke rumah aja ibu kwatir sama kamu,"
"Tapi Anta belum mandi bu," jawab Anta.
"Kamu mandi dulu sana ibu tunggu."
"Baik bu."
"Sebentar bu Dan siapkan pakaian Anta," Ira hanya mengangguk. Dantai menyusul ke kamar menyiapkan pakaian Anta.
__ADS_1
"Yang aku berangkatnya," pamit Dantai pada istrinya sambil mencium kening Anta, dan Anta mengangguk.