Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kegalauan Dantai


__ADS_3

Tepat pukul 5.00 pagi Anta sudah bangun, membersihkan tubuhnya dan melaksanakan sholat lalu berganti pakaian dia tak membawa baju ganti karena di sana nanti pakaiannya akan di siapkan asisten maminya. pukul 600 pagi dia sudah siap degan dandanan casual, memakai blouse warna krem dan celana panjang kain model lurus warna coklat tua dengan sepatu sneaker warna senada dengan celana panjangnya. Rambut di kuncir ekor kuda dan mengenakan topi warna putih dan slingbag kecil warna putih. Dia dengan lincah menurun tangga menuju ruang makan terlihat neneknya sudah menunggu di meja makan menyiapkan roti lapis stroberi dan segelas susu hangat untuknya


Anta bergegas duduk di sebelah neneknya tak lupa mencium pipinya sebelum duduk. Lalu mengambil roti dan memakannya dengan lahap kemudian meminum susu hangatnya. Setelah itu, ia berpamitan pada neneknya, mencium punggung tangan neneknya. Dia pun berangkat ke bandara Juanda di antar pak Man.


di tempat lain, Dantai sudah sampai di sekolahnya, setelah melompati pagar rumah yang bersebelahan dengan halaman belakang sekolahnya. dia berjalan dengan cepat menuju ke parkiran sekolah tak ditemukanya mobil Anta di parkiran sekolah, dia mengernyitkan alisnya, menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang di rindukan setiap saat, dia berfikir mungkin Anta diantar pak man hatinya mulai galau di benaknya hanya ada Anta, hingga dia tidak mendengar panggilan ke tiga temannya yang masih duduk di jok motor mereka. Di lewatinya teman-temannya begitu saja berjalan menuju ruang kelas Anta, berharap bisa bertemu dengan gadis itu.


"Hei, kenapa dia?, sampai segitunya gak lihat kita pada nongkrong disini," Kata Rio


"Biasa lah pasti cari Anta," kata Gibran


" Iya aku gak lihat dari tadi, apa si Anta gak masuk? apa dia sakit ya?" kata Aril


"Mungkin," jawab Rio dan Gibran bersamaan, mereka turun dari motor mereka masing-masing dan menuju kelas mereka.


Sementara Dantai sudah berada di kelas Anta lalu segera menghampiri Bella teman sebangku Anta, terlihat hanya Bella saja yang duduk di bangku itu, tanpa ada Anta di sebelahnya.


"Bel, apa Anta tidak masuk hari ini ?" tanya Dantai setelah sampai di bangku Bella.


"Mungkin aja Dan, dia belum datang atau mungkin terlambat," kata Bella


"Ok! aku kelas dulu ya Bel, kalau dia sudah datang chat aku ya," kata Dantai sambil mencobah melakukan panggilan di handphone Anta tapi tak ada nada sambung seperti hanphone Anta sedang tidak aktif.


Sambil terus berjalan keluar kelas Anta dan menuju kelasnya sendiri Dantai terus melakukan panggilan berulang-ulang.


'Kenapa gak aktif sih' gerutu Dantai dalam hati.


Dantai sudah sampai di kelasnya dan duduk sebelah Rio, dihempaskan pantatnya dengan keras menunjukkan kegalauan di hatinya. Tak lama kemudian, bel masuk berbunyi .


"Kenapa? apa Anta gak masuk? tanya Rio pada Dantai, Dantai hanya mengangkat bahunya ke atas sambil mengetik pesan di aplikasi wa dan lalu mengirimnya dengan cepat.

__ADS_1


Dantai


Honey, kamu dimana? kenapa tidak aktif. Apa kamu sakit?


Pesan yang dikirim masih centang satu. guru matematika masuk kedalam kelas Dantai, suasananya sangat tenang tak ada lagi terdengar siswa ngobrol, atau bercanda. Dantai tidak fokus mendengarkan penjelasan guru di depan sesekali dia melihat aplikasi wanya. Lagi dan lagi masih centang satu, dia semakin gelisah. Rio menatap Datai dengan iba.


"Belum di balas?" tanya Rio sambil berbisik Dantai hanya menggeleng dengan tatapan kosong di depan. Dantai begitu sangat gelisah hingga tak menyadari pelajarannya sudah berganti pelajaran lain. Bahkan bel istirahat pun tidak terdengar olehnya.


"Hai ini sudah istirahat, bro. Apa gak ke kantin?!" teriak Rio sambil menepuk pundak temannya dengan keras.


Dantai terkejut di lihatnya Rio, Gibran dan Aril sudah berdiri di kanan kiri samping mejanya. Dantai berdiri dari tempat duduknya, "Kalian aja aku mau ke kelas Anta," katanya lalu berjalan dengan cepat keluar kelasnya. Dia berjalan sangat cepat menuju ruang Anta ketika Dia sudah mau mencapai pintu kelas dia bertemu Rudi.


"Rud, Apa Anta masuk?" tanya Dantai pada Rudi


Rudi menatap Dantai dengan serius," Apa dia tidak memberitahu mu kalau hari ini dia ke Jakarta?" ada keperluan kata pak man tadi yang menitipkan surat ijinnya."


Dantai membuang nafas panjang, dia menggeleng dengan wajah lesu. Rudi bertanya kembali," kau tidak telpon? coba telpon lah mungkin dia lupa kasih kabar kamu Dan," saran Rudi


Rudi menepuk bahu Dantai. "Mungkin masih di pesawat Dan, sabar saja coba nanti hubungi lagi."


"Ya, trimakasih ya Rud, aku balik kelas dulu," jawab Dantai sambil meninggalkan Rudi menuju kelas. dia sudah tak bersemangat lagi menyusul temannya di kantin.


Anta tiba di bandara Wiladatika Jakarta timur pukul 9.30 dia keluar menuju area parkir bandara, di sana mbak Lila asisten ibunya sudah menunggunya. Anta pun bergegas menghampiri asisten ibunya itu.


"Sudah lama mbak?" tanya Anta


"Baru 10 menit yang lalu non." jawab Lila


"jangan panggil non, Mbak! kita hanya selisih 7 tahun saja panggil Anta saja," jawab Anta

__ADS_1


"Tidak bisa Non, nanti dimarahi nyonya," kata Lila


Anta segera masuk ke mobil duduk di samping Lila yang sedang mengemudi.


"Nanti acara jam berapa Mbak?" tanya Anta


"Jam 19.00 sudah harus di sana Non," kata Lila lagi


"Apa sudah disiapkan semua mbak? dari pakaian yang ku pakai nanti," tanya Anta lagi


"Sudah non," jawab Lila.


Setelah perjalanan selama 30 menit mereka sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Anta.


"Non, maaf saya hanya mengantar sampai di sini, karena saya harus mengurus pertunjukkan Anda nanti malam, silakan beristirahat sebentar, jam satu siang saya jemput, untuk pergi ke salon," kata Lila.


"Baiklah Mbak," jawab Anta lalu turun dari mobil dan masuki gerbang rumahnya yang telah di bukankan oleh sekuriti.


Anta pun bergegas masuk dalam kamarnya. Melemparkan tas dan topinya begitu saja di sofa, begitu juga dengan sepatunya lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Karena lelah Anta pun terlelap dengan cepatnya.


Sementara itu Dantai semakin resah, hingga jam 12.00 siang Anta belum juga membalas pesannya. Pelajaran sepanjang hari ini pun tak mampu di cerna sama sekali, pikirannya hanya kepada Anta.


"Dan, kau tak mengerjakan tugas bahasa Inggris? dari tadi kerjaan mu hanya melamun saja," kata Rio sambil menoleh ke Dantai yang sedikit-dikit melihat hpnya.


"Tolong lah kerjakan saja! aku sudah tidak bisa berfikir apapun," kata Dantai sambil meletakkan kepalanya dimeja.


Hingga bunyi bel pulang Dantai tak mendapatkan pesan dari Anta. Dia pun pulang dengan lesu, dia meminta Rio mengantarkan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah ia pun langsung ke kamarnya dan menguncinya dari dalam.


__ADS_1



__ADS_2