Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kekalutan


__ADS_3

Rio menggendong Jasmine keluar dari Restoran. Hati-hati Om!" teriak Hira mengikuti langkah Om Rio.


"Ayah! aku ikut mobil Om Aril yaa, mau kasih Tante semangat!" teriak Hira yang lansung membuka pintu mobil depan dan masuk serta duduk di sebelah Ariel. "Ayo Om Ariel cepat!" kata Hira.


"Hira pakai sabuk pengaman mu!" perintah Aril,


"Pakaikan Om aku sedang sibuk memberikan ketenangan pada Tante, aku hadap kebelakang tidak apa-apa yang penting sabuk pengaman terpasang," kata Hira sambil terkekeh.


Adel pun memasangkan sabuk pengaman kepada Ira lalu ia segera mengemudikan mobilnya. menuju rumah sakitnya.


sementara dan teh biar kepalanya dan maksudkan dalam bagasi mobil Rio lalu dia masuk ke dalam dan duduk di bolehkah kamu kemudian menjalankan mobilnya menyusul mobil Ariel yang berada di depannya.


sementara itu Hira yang berada di mobil Ariel sibuk menyemangati alamat Jasmine yang terlihat seperti kesakitan.


"tante Ayo dengar Hira tarik nafas lalu hembuskan belahan, betul begitu kan Om Ariel?" tanya Hira pada Aril


"Om Rio, buat tante Jasmine nyaman sandarkan bahu di dada Om. yaa, begitu benar kata Hira pada Om Rionya, yang membuat Rio sedikit tersenyum di tengah kegalauannya.


Hira terus berbicara memberikan arahan pada Jasmine seperti seorang dokter kandungan pada pasiennya sampai mobil tiba di rumah sakit dan berhenti tepat di depan pintu rumah sakit, Hira langsung dan berlari dengan cepat ke lobby meminta petugas medis untuk membawa bankar dorong untuk pasien gawat darurat.


Hai gadis kecil jangan main-main di rumah sakit," resepsionis itu pada Hira tak percaya.


Aril yang sudah mengira bawah Hira tak akan berhasil berlari sambil berteriak pada Rio. "Tetap di situ aja!"


"Cepat panggilkan petugas medis untuk membawa bankar dorong!" teriak Aril di depan pintu lobby rumah sakit.


"Baik, Dok," jawab petugas front office rumah sakit itu.


dan tak lama kemudian dua orang petugas medis datang dengan membawa bankar dorong menuju mobil Ariel lalu dia pun menuntun sang istri dan membaringkannya di atas bankar. dorong dan segera dibawa ke ruangan bersalin.


Dengan hati dongkol Hira pun turun dari kursi sambil menggerutu," Apa bapak kira saya ini anak nakal sehingga Bapak gak mau menuruti kata-kata saya untung om saya kemari, kalau gak bagaimana, awas yaa, kalau terjadi apa-apa saya akan tuntut Bapak karena lamban bertindak." Petugas front office itu hanya bisa menelan salivanya sendiri. ya langsung berlari menyusul Tio yang berjalan di samping Bangka dorong yang menuju ruang bersalin.

__ADS_1


Ariel pun segera memanggil dokter Zara untuk menghadap padanya lalu meminta petugas medis menyiapkan darah yang sesuai dengan golongan darah Jasmine


Untung saja stop darah yang sesuai dengan Jasmine mencukupi ada sekitar 8 kantong darah disiapkan untuk berjaga-jaga satu hal yang tidak diinginkan terjadi pada Jasmine.


dokter Dara pun berlari ke ruang bersalin menemui Ariel Ada apa Dok tanya Dokter darah


Ada apa maksudmu, Kenapa kau tidak memberitahukan suaminya ini sangat berbahaya tahu tidak kamu kenapa harus menuruti pasien keselamatan pasien itu diutamakan, Aku minta rekam medis dari pasien yang bernama Jasmine kata Ariel dengan sinis


baik dong segera saya ambilkan jangan terlalu lama kalau bisa larilah kata Ariel dokter darah pun berlari menuju ruangannya dan mengambil rekam medis Jasmine kemudian diserahkan kepada Ariel.


"Apa yang kau lakukan dokter darah jika dokter kepala tahu bahwasanya kau merasakan kondisi pasien pada suaminya sangat fatal bagi karirmu sendiri dok ngerti kau," kata Aril penuh dengan penekanan


selama 2 jam berjuang di dalam kamar bersalin akhirnya bayi lelaki terlahir dengan selamat Aril berupaya menghentikan pendarahan yang terjadi pada Jasmine yang tiba-tiba saja pingsan setelah melahirkan beberapa kabel terpasang di tubuh wanita itu.


Rio dengan tangan gemetar meraih bayi lelaki itu dan mengadzankannya.


Detak jantung mulai menurun, membuat Hira panik yang tetap berada di ruang itu saat Jasmine berjuang untuk melahirkan anaknya.


Detak jantung semakin menurun Aril melakukan tindakan akhirnya denyut jantung itu kembali normal.


Aril sedikit legah. Dia menatap wajah kuyu sahabatnya itu dan menepuk bahu sahabat itu. "Berdoa saja semoga dia berjuang untuk tetap hidup."


Aril mengajak Hira keluar dari ruangan.


"Om, bisikin terus agar Tante mau berjuang untuk om, untuk baby yang tampan ini," kata Hira sebelum pergi.


setelah keluar ruangan Aril di brondong banyak pertanyaan oleh Dantai, dan tatapan bertanya dari Dokter Dara.


"Kita menunggu masa krisis terlewati, semoga tidak ada komplikasi lain," katanya pada Dantai. Lalu menoleh ke Dokter Darah.


"Dokter Dara lain kali jika ada pasien yang ingin merahasiakan kondisi kesehatan, jangan pernah di turuti, jika terjadi masalah seperti ini, bagaimana?" kata Aril dan Dokter Dara hanya menunduk.

__ADS_1


"Mas Ayo keruangan ku dulu," ajak Aril pada Dantai dan Hira.


Setelah mereka menjauh dari pandangan Dokter Dara, wanita itu menghela nafas berat, lalu berjalan meninggalkan ruangan itu. menuju ruangannya.


Rio menatap sang istri, menatap wajah pucat wanita yang terpejam itu," Trimakasih telah berjuang untuk anak kita, tolong berjuanglah sekali lagi hubungan kita, untuk tetap berada di sisiku lebih lama lagi menemaniku mengasuh si kecil," kata Rio pada Jasmine.


Dia menggenggam jemari jasmine, rasa kalut di hatinya belum juga hilang, wanitanya belum melewati masa kritis.


Suara dering telepon menyadarkannya jika dia belum mengabarkan keadaan Jasmine terhadap orang tuanya.


Dia mengambil handphonenya, terlihat di papan layar nama Yudi asistennya memanggil, lalu menerima panggilan dari Asistennya itu.


"Assalamualaikum, Ada apa Yud?" tanyanya.


"Wa'alaikumsalam, Tuan bagaimana keadaan Nona? Apa baik-baik saja? Apa saya perlu menghubungi Tuan dan Nyonya besar?" tanya Yudi beruntun pada majikannya itu.


"Ya, kabarkan lah aku berada di rumah sakit, dan cucunya telah lahir laki-laki," kata Rio pada Asistennya itu.


"Baik, Tuan, Assalamualaikum," jawab Yudi di seberang sana.


"Wa'alaikumsalam, jawab Rio sambil mematikan sambungan telponnya.


Ia memasukan ponselnya di saku celananya dan kembali duduk di depan ranjang istri itu.


...----------------...


Sementara di kediaman Rahanda


Mutia gelisah pasalnya ia menghubungi nomer handphone menantunya itu tak kunjung terjawab.


Hingga terdengar suara handphone suaminya, dia menatap sang suami yang segera mengambil handphone-nya di atas nakas. Tertera nama Yudi di sana. segera ia pun menerima panggilan itu. "Assalammualaikum, ada apa Yud?" tanya Rahanda.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Tuan. Nyonya Jasmine telah melahirkan seorang putra, dan Tuan Rio masih dirumah sakit," kata Yudi mengabarkan ke adaan tuan besarnya.


__ADS_2