Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Senda Gurau Manja


__ADS_3

Anta di gendong dan di bawa ke kamar Dantai.


"Sayang aku ke kampus lagi, kamu jangan kemana-mana dulu, kata dokter Karin."


"Iya maaf aku gak nurut sama ibu dan gak nurut sama kamu."


"Iya gak papa, jangan ulangi lagi ya, hati ku sempat hilang dengar kamu jatuh, ya sudah aku berangkat ya," katanya sambil mencium bibir Anta sekilas lalu keluar dari kamarnya.


Dia berpamitan pada ibunya setelah itu Dia keluar dari dalam rumah menuju mobilnya. Dantai masuk kedalam mobil dan melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kampusnya kembali.


Di rumah Dantai Ira menyuruh art untuk membawa 1 timbah air hangat kedalam kamar Dantai.


"Non tolong di taruh sini kakinya. Non maafkan suami bibi ya non."


"Suami bibi gak salah saya aja yang gak mau nurut sama ibu, andai saya tadi nurut tetap duduk di bangku taman pasti deh gak akan jatuh."


"Tetap saja bibi merasa bersalah non baru saja non ke sini sudah jatuh."


"Bibi jangan merasa bersalah nanti aku juga merasa bersalah."


Ira masuk membawa makanan kecil dan minuman jus segar di taruhnya di nakas.


"Gimana An, enakkan kakinya, Ibu tadi rasanya mau pingsan kamu jatuh An, takut terjadi apa-apa sama kakimu nak karena kakimu juga baru sembuh. Tolong jangan lakukan itu lagi ya sayang, tunggu ibu ya nak."


"Iya bu maafkan Anta bu." Ira mencium kening Anta.

__ADS_1


"Ini, tadi ibu potongkan buah mangga, belum kau makan." kata Ira sambil meletakan tangan anta atas piring, dia merasakan ada tusuk gigi di atas buah-buah itu.


"Mas Afif juga begini bu kalau pas kita makan steak, buah atau sandwich roti tawar." kata Anta


"Itu tadi Dantai An, yang menancapkan tusuk gigi pada buah itu."


"Oh kirain ibu," jawabnya sambil tersenyum dan menutup mulutnya dengan kelima jari tangannya.


art sudah selesai merendam kaki Anta di air hangat dan mengeringkan kaki Anta dengan Handuk kecil. Piring yang penuh dengan irisan buah mangga telah tandas, jus di gelas juga tandas. Ira menyuruh membawa serta piring dan gelas kotor


Ira pun menyuruh Anta beristirahat setelah melakukan sholat duhur. Ia pun keluar dari dari kamar Dantai.


Anta pun terlelap hingga Dantai datang. Dantai melihat istrinya tidur, dikecupnya keningnya lalu ia pergi ke kamar mandi membersihkan tubuhnya setelah selesai ia pun keluar dengan hanya menggunakan handuk saja. ia pun membangunkan sang istri," sayang ayo bangun mandi dulu sudah mas siapkan.


Dantai membantu melepaskan pakaian Anta, lalu membawanya ke bathtup," Nanti kalau sudah selesai panggil aku ya, tadi sudah duhur belum sayang?"


Dantai keluar dari kamar mandi membiarkan Anta berendam dengan air hangat.


Tak lama kemudian Anta selesai ia berusaha berdiri mengambil bath robe lalu mengambil air wudhu.


Dengan tertatih keluar dari kamar mandi, Dantai yang melihat itu langsung membopongnya dan mendudukkan di ranjang, menunggu selesai berpakaian lalu mengenakan mukena dengan duduk saja sayang ia pun duduk pada sajadahnya lalu Dantai memimpin sholat ashar setelah sholat mereka minta ijin kembali ke apartemennya.


Walaupun Ira melarangnya Dantai memaksa untuk tinggal di apartemen saja. dengan di gendong suaminya di punggung Anta di bawa keluar kamar, ruang tengah, ruang tamu hingga sampai ke halaman rumah.


Mereka pun masuk dalam mobil dan mobil itu pun berjalan meninggalkan halaman rumah orang tua Dantai menuju Apartemennya mereka.

__ADS_1


mobil berjalan dengan kecepatan sedang melintasi jalanan yang sedikit padat, Waktu magrib pun tiba mereka tiba di apartemennya melaksanakan sholat magrib lalu disambung dengan insya.


Setelah sholat Dantai memasak makanan istimewa untuk sang istri, rasanya momen seperti ini tak ingin di lewat begitu saja, setelah masak ia menyajikan di meja, Anta hanya duduk di kursi meja makan menunggu Dantai selesai masak dan menyajikan di meja makan. Anta menghela nafas berat, " Harusnya ini adalah tugas ku mas, bukan tugas mu. Aku merasa tak berguna di mata mu itu sebabnya aku selalu menolak mu dulu, ini yang ku takutkan menjadi beban mu setiap saat."


"Itu menurut mu An, tapi tidak dengan ku, aku yang ingin kau ada di samping ku, aku yang ingin melayanimu, aku yang ingin memanjakan mu. Kau bisa melakukannya untuk ku An."


"Apa? Gimana bisa melakukannya? semua kau kerjakan sendiri." katanya sambil mengerucutkan bibirnya yang kemudian di sambar cepat oleh Dantai, kecupan singkat mendarat di bibir Anta, wajah merona terbias sesaat di wajahnya itu yang paling Dantai sukai untuk di nikmati, menatap wajah malu-malu itu tanpa setahu yang punya.


"Ingin tahu tidak?"


"Hem, Anta menggangguk.


Dantai berbisik di telinga anta," Kau bisa melayaniku, memanjakan ku......"


"Apa? kenapa tidak diteruskan?


"Di ranjang," Bisik Dantai sambil terkekeh dan semburat merah itu pun kembali terbias di wajah cantik nan jelita. Anta memukul tangan Dantai dengan keras. Dantai pun tertawa menatap kekasih hatinya yang sejak dulu ingin di milikinya ini. Tak muda baginya untuk menyakinkan wanita ini untuk hidup bersamanya tanpa beban bersalah, karena tak sama dengan wanita lain yang bisa melihat, menatap penuh kekaguman pada pasangannya, yang tergambar di raut wajah Anta adalah hatinya. Ketika hatinya tersentuh ada senyuman Indah di sana. Ketika Dia merasakan malu pun terbias Indah di sana.


"Kau tahu sayang tanpa kau, Dianta Anta Bella hati ku mati, beku bagai tak bernyawa, tiada warna di sini di hati ku. Kau adalah warna hidup ku, kau adalah debar jantungku kau adalah hidupku serta nafasku An. Aku tanpa mu tak berwarna."


"Kau selalu saja bisa mengaduk-aduk hati Fif, tidak hanya bakso yang suka kau aduk tapi hati ku juga." kata Anta tertawa sambil matanya berkaca-kaca.


"Kenapa jadi bakso, jangan bilang kau lagi ngidam sayang, masak baru kemarin bobol gawang sekarang sudah jadi." kata Dantai terkekeh.


Anta memukul bahu Dantai gemas, Pria ini selalu mampu melambungkan hatinya, membuat otaknya tak bisa berfikir logis. Membuatnya selalu bergantung padanya.

__ADS_1


Malam ini mereka melakukan makan romantis alah Afif Bayu Dantai.


Dantai menyuapkan makanan pada Anta, kemudian dituntunnya tangan Anta untuk menyuapi dirinya. Makan malam bukan di restoran terkenal dan bukan candlelight dinner seperti pada umumnya. Tapi menyentuh hati mereka berdua, tak bisa sekedar di simpan di memori ingatan namun di hati mereka berdua. Setelah makan bersama mereka duduk berdua menikmati segelas coklat panas dan kopi panas di balkon kamar tidur mereka lalu memadu kasih penuh cinta hingga terlelap dalam pelukan kekasih halalnya.


__ADS_2