Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
bersepeda.


__ADS_3

setelah sampai di rumah semua bahan makanan dimasukkan ke dalam rumah Tak lupa sayur-sayuran baru ke dalam wadah sayur yang berada di bawah lemari es di tata demikian pada daging sayuran dan lain sebagainya dalam kulkas semuanya sehingga menjadi rapi.


Rio hanya melihatnya dari belakang tersenyum sementara sang putra sudah bersepeda keliling di rumah Rio tidak mengijinkan anaknya belajar di luar rumah karena jalannya naik turun takut sama putra jatuh setelah matanya di dalam lemari es Hira pun bertanya


mau masak apa om kira bisa loh masak buat om buat bilang kata Hira.


Ya udah masak saja sana masak apa terserah kamu lah yang penting enak dan gak terlalu ribet.


gini-gini Hira bisa masak lo dari pada Om nggak bisa masak bisanya cuma masak nasi goreng, kalau Hira bisa masak apa aja karena memang sudah terbiasa, Bunda tidak pernah ada di rumah Ayah pun sama kadang, harus masak sendiri jadi harus siapkan makanan sendiri ada manager sih tapi males juga kata Hira. "kenapa pakai males segala?"kata Rio


"iya sih ," tinggal makan Hira mulai memasak sup semua bahan makanan dikupas dan dipotong-potong lalu daging yang dipotong dadu kemudian dimasukkan kaldunya dan dimasukkan sayur-sayuran lainnya sup telah jadi Setelah itu mereka makan siang dengan masakan yang dimasak Hira.


Setelah makan mereka pun berbincang-bincang di ruang tengah lihat televisi atau lihat film yang ada di ruang tengah Bilal tidak diam-diamnya bersepeda di dalam rumah tidak apa-apa kata ayahnya yang penting kamu bisa begitu.


"Bilal ikut Kak Hira nggak sini dibonceng mbak Hira."


Berlari ke arah Hira dan naik sepeda dibonceng didepan.lalu mereka meluncur dengan cepatnya mengira Tumbuhan teh yang ada di perkebunan Rio


Hira dan Billa bersepeda.


Mengelilingi perkebunan teh ketika meluncur ke bawah mereka akan berteriak dengan kerasnya ketika ke atas maka ia akan memacu dengan sekuat tenaga.


Bilal begitu sangat senangnya ingin sekali dia menggunakan menggunakan badannya sendiri namun jadinya tidak memperbolehkan karena naik tangga turun jalannya menguras tenaga sang anak.


Setelah puas biarpun pulang dari Mahendra menaruh sepedanya lalu tidur di sembarang tempat, di ruangan tengah yang hanya dialasi dengan karpet bulu. Setelah itu mereka pun bercanda riang sambil bermain apa saja yang dia inginkan


Hari semakin terasa panas seperti hari ini Hira bermain dengan Bilal di belakang rumahnya kadang Hira mengajarkan melompat -lompat menyeimbangkan tubuhnya


Setuju kembali mengajak anak-anak untuk pergi ke sebuah restoran karena dia merasakan untuk masak perjalanan sekitar dua jam mereka sudah sampai ke restoran yang menyajikan makanan Korea Rio.

__ADS_1


Membiarkan anak-anak untuk memesan apapun Ia mau selama itu mereka makan setelah semua pesanan diantarkan ke meja makan mereka pun makan dengan tenang nikmati hidangan yang tersaji dengan nuansa yang indah diantara kebun teh bila menikmati liburannya dengan sangat senang tak mengira bahwasanya dia akan berlibur di mana Rio tinggal


Dia sangat senang karena tidak harus mengeluarkan isi dompet terlalu dalam.


Setelah selesai makan Mereka pun pulang ke rumah dengan mengendarai mobil tak pula ingin mengajak kita untuk berjalan-jalan berkeliling desa dengan menggunakan mobil bila begitu sangat senang karena berteman dengan Hira yang begitu lincah.


setelah sampai rumah mereka pun beristirahat Ira masuk ke dalam kamarnya dan mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Rio mengajak putranya di dalam kamar ini supaya nanti dia tidak kemana-mana. ya memeluk sang putra dan menyurunyanya untuk tidur segera.


Keesokan harinya Mereka pun bersepeda bersama dengan Rio dan Bilal serta Hira


Rio mengoceng Billal berjalan mendahului mengayuh sepedanya dengan kecepatan kencang yang disusul dengan teriakan dari Rio membuat Hira tertawa.


"Ayo Princees susul Om apa segitu kekuatan masa mudamu ? Apa kau akan kalah dengan Om? Lihat Om bersama dengan Bilal sedangkan kau sendirian!" teriak Rio


tidak memacu sepedanya dengan sangat kencang mengejar Rio yang sudah berada di depannya. dengan kekuatan penuh yang menganyunya sekuat tenaga akhirnya dia pun melewati Rio dan berteriak, "kusalip Om!"


Bilal pun protes menyuru ayahnya mengejar Hira lebih cepat lagi, Rio pun terus memacu hingga melewati Hira dan Bilal teriak kencang, "kakak,


Bilal salip, Hahaha."


Mereka berlomba mengayuh sepeda saling salib-salipan hingga beberapa putaran ketika salah satu dari mereka nunggu maka akan ada sorakan keberhasilan.


Hingga akhirnya mereka berhenti di sebuah tepian sungai untuk melepas lelah.


"Om yang menang ya, Hira," kata Rio sambil terkekeh


"Ya memang aku sengaja mengalah, Om, karena kalau aku yang menang pasti Bilak nangis," kata Hira sambil tersenyum kearah Bilal.

__ADS_1


ye Kalau kalah kalah aja, Kak Hira, nggak perlu bilang ngalah karena memang sudah kalah," kata Bilal sambil mengejek.


"Turun dulu Boy," perintah Rio.


Bilal pun turun dari sepeda yang dibawa Rio, sepeda pun parkirkan di pinggir jalan sungai lalu ia berjalan menuju ke arah sungai dan membasuh mukanya juga tangannya kemudian Ia pun duduk di atas rerumputan,


Hira masih sibuk berdebat dengan Bilal. " Sudah-sudah jangan berdebat kita berhenti dulu disini kataku


Hira mengajak putraku untuk menghampiriku lalu mereka pun melupakan tubuh mereka disebelah kiri dan kanan ku, "om kalau begini caranya aku bisa jadi ketiduran diri sendiri habis udaranya sejuk sekali," katanya terkekeh.


"Ya sudah tidur saja nanti bangunin," kata Rio pada Hira


"Beneran nih nanti dibangunin takutnya Om Rio juga tidur kalau kita nggak ada yang bangunin bagaimana dong," katanya terkekeh.


Iya juga betul juga kalau capek kan langsung tidur aja tahu-tahu sudah sore wah bisa berabe, kalau begitu ya nggak usah tidur nikmati aja semilir anginnya sambil merasakan perut yang sedang keroncongan," kata Rio sambil terkekeh.


"Beli makanan gitu Om ke mana kek," usul Hira.


"Ya mestinya begitu tapi masih capek sudah lama tuh nggak pernah naik sepeda beginian biasanya tuh Nggak usah nganyu bisa jalan sendiri," kata Rio masih dengan nafas memburu,


"Kalau begitu mulai sekarang harus latihan Om biar badan tuh sehat," kata Hira


"Kenapa Om harus latihan sekarang? Emangnya buat apa?" tanya Rio


Buat persiapan dapat istri muda, Om. Nanti biar gak loyo," bisik Hira di telinga Rio


Rio membelalakkan matanya, menatap Hira, "Siapa yang ajarari ngomong gitu Princees?"


Hira terkekeh. "Jangan marah Om! Di film-film juga ada kata begitu," kata Hira.

__ADS_1


__ADS_2