
Mobil Dantai pun berhenti di sebuah butik, yang menjual aneka model baju haram, Anta menoleh ke arah suaminya.
"Haruskah?" tanyanya pada suaminya.
dan Dantai hanya mengangguk sambil tersenyum semir. Anta menghela nafas panjang ia pun keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam butik, di ikuti oleh Dantai dari belakang.
Anta pun berhenti dan menoleh ke belakang. "Kok ikut sih, aku 'kan jadi malu mau milih," katanya pada suaminya itu.
"Gak apa-apa aku kenal pemiliknya aku tinggal bilang mau itu, dia sudah tahu," kekeh Dantai.
"Lalu kenapa gak beli sendiri?" tanya Anta pada suaminya itu.
"Mau pamer kamulah," katanya tenang sambil mengandeng sang istri masuk kedalam.
"Eeeh, lama ya gak kesini?" sapa seorang wanita cantik.
"Iya kamu tahu sendiri 'kan aku kuliah di Singapura dan sekarang bekerja di sana," jawab Dantai, mereka begitu akrab membuat Anta mengeryitkan dahinya sambil mengamati perempuan itu yang seperti familiar tapi ia lupa siapa.
"Aku 'kan sudah bilang sama kamu kalau kesini ajak sekalian si Anta," kata wanita itu lagi.
"Ni aku sama dia," jawab Dantai dengan tenang. wanita itu pun menoleh kearah Anta, sedikit terpaku sebentar kemudian memeluknya dengan erat, sambil berteriak heboh. "An, ini benar-benar, kamu. Oh my God kamu cantik sekali say. Oh ya aku sudah siapkan untuk kalian, ini yang paling hot di jamin memanjakan mata," katanya terkekeh.
wanita melepaskan pelukannya dan memandang heran karena Anta tak merespon pelukannya.
"Kamu lupa sama aku? Yang hilang ingatan siapa sih? Kamu apa Anta?" tanya wanita itu beruntun
Dantai tertawa. "Bun ini itu Della, mantannya Rio dia sudah lama menikah dengan bule Australia, dan dia menetap di sini sudah lama juga, waktu kita menikah ia mengirimkan hadiah selusin baju hot," kata Dantai terkekeh.
__ADS_1
"Eeeh, maaf yaa, aku benar-benar lupa sama kamu," jawab Anta sambil terus menatap wanita itu memastikan ingatannya.
"Ci ila segitu amat kamu lihat ku, An," katanya sambil tertawa
"Benar nih, aku tuh benar-benar pangling sama kamu, habis kamu s e ksi amat," kata Anta sambil menatap kembali mantan kekasih sahabat suaminya itu.
Della meraih tangan Anta dan menyeretnya masuk keruangan kusus.
"Dan, aku pinjam istrimu sebentar," katanya sambil berlalu dari hadapan Dantai yang hanya bisa tertawa.
"Del, bagaimana kamu bisa putus dengan Rio? Dan bagaimana bisa menikah dengan bule?" tanya Anta yang masih heran dan terkejut.
"Aku putus sama Rio sih sudah lama, sebelum kalian kecelakaan," jawab Della.
"Aku juga gak mengira juga akan menikah dengan dia, karena sebenarnya waktu itu aku di jebak oleh adik tiriku sendiri hingga mas bule mengambil harta berharga yang sangat ku jaga untuk Rio, dan sehari kejadian itu aku memutuskan Rio, sampai sekarang ia tak tahu kenapa aku memutuskannya, tepat satu bulan kelulusan aku menikah dengan bule itu, dan aku mengundangnya tapi dia tidak datang," cerita Della.
"Apa kamu pernah bertemu lagi dengannya?" tanyanya dan Della hanya menggeleng.
"Yang terpenting kamu tidak melewatkan waktumu bersama Dantai," kata Della tertawa.
"Ya sudah ini bawa, jangan lupa dadan yang cantik, tidak usah malu-malu dia suamimu," katanya lagi sambil tertawa.
"Sudah dibayar ini?" tanya Anta pada Della.
"Sudah dia sudah transfer ke aku," jawabnya sambil menggandeng tangan Anta mengajaknya keluar.
"Lama amat, ngapain sih di dalam?" tanya Dantai pada Della.
__ADS_1
"Ya Allah, Dan. Gak sabaran amat lagi brefing aku sama Anta, kasih pelajaran dia yang belum dia kuasai," kata Della sambil tertawa.
"Ya, iyalah aku ke sini 'kan hanya ingin ambil pesananku, eeh! Kamu malah menunda misiku," protes Dantai.
"Ya sudah pergi sana! Dari pada kuganggu lagi kamu," sahut Della sambil tertawa.
Dantai dan Anta meninggalkan butik itu menuju Hotel yang sudah di pesan Dantai. Anta melirik paper bag yang ada di bangku tengah. "Banyak amat sih, kamu pesannya?" tanya Anta sambil melirik pada suaminya yang sedang mengemudi.
"Nggak apa-apa Bun bisa di pakai setiap malam, aku minta Della yang paling itu.
Aku paling suka lihat bunda pakai baju begituan, dan aku punya rencana untuk pergi bulan madu denganmu Bun. Karena dulu kita belum sempat bulan madu, kamu gak mau," kata Dantai sambil terseyum
"Lah katanya kita langsung pulang ke Singapure?" tanya Anta.
"Enggak, Anak-anak sudah tahu dan mengijinkan jadi nanti rencananya akan berangkat dari Surabaya," jawabnya
"Jangan-jangan anak-anak tidak mau satu mobil dengan kita karena kamu yang minta?" tanya Anta lagi kemudian suaminya itu tertawa. "Bukan, ini ide mereka, gak tahu kenapa masih kecil sudah dewasa juga pikiran mereka, sampai-sampai aku bingung menghadapi mereka, apalagi Hira," kata Dantai.
Mobil mereka sudah sampai di hotel yang Dantai pesan. "Yah, apa itu di bawa semua?" tanya Anta sebelum turun dari mobil.
"Sebentar yaa, aku pilihkan, kata Della ada model baru dan sudah di tandai sama dia, ooh ini dia," kata Dantai sambil mengambil tiga paper bag lalu memberikannya pada istrinya. Beberapa saat ia terpaku di depan mobilnya.
"Ayo, Bun! Kenapa berdiri di situ?" tanya Dantai sambil berbalik arah mengambil jemari tangan istrinya, dan menggandengnya mengajaknya masuk kedalam hotel. "Dan, ini terasa berbeda, aku gugup sekali," katanya sambil menoleh ke arah suaminya. Dantai terkekeh. "Kenapa kamu harus gugup
aku sudah sering melihatnya honey, bahkan yang merawat tubuh itu juga aku kamu saja yang gak sadar," kata Dantai terkekeh, Anta melebarkan matanya menatap tajam suaminya.
"Jadi kamu memanfaatkan kebutaanku, Dan?" tanya Anta pada suaminya itu.
__ADS_1
"Enggak, aku kan sudah pernah bilang kalau aku akan jadi matamu, dan tugasnya yaitu untuk memastikan bahwa apa yang ada pada dirimu sudah sesuai yang ku inginkan," katanya sambil tersenyum. Anta mencubit perut Dantai. "Dasar nakal!" katanya sambil memalingkan wajahnya menyembunyikan rasa malunya dan Dantai hanya tertawa, mereka terus berjalan menuju lobby mengambil cardlock lalu masuk kedalam lift yang membawanya ke kamar mereka. "Sayang, kita sudah sampai," kata Dantai setelah membuka pintu kamar hotel yang mereka pesan, ranjang tidur yang di tengah bertabur kelopak mawar berbentuk simbul cinta, Anta melangkah masuk dengan keraguan, kemudian mengunci pintu dari dalam, dia mengambil satu dari paper bag dan di berikan ke istrinya dan yang lainnya di letakan di atas Nakas. "Pakai yang ini yaa," kata Dantai sambil tersenyum menyeringai.
Anta membuka paper bag dan mengambil serta dilihatnya pakaian itu, ada sebuah catatan di dalamnya yang membuatnya semakin merona.