
pagi hari mereka pun pergi ke bandara di antar oleh supir.
Setelah sampai di Bandara Dantai keluar dari mobil bersama putrinya, dia menyeret satu koper kecil yang berisi pakaiannya dan juga putrinya.
Sambil mengandeng sang putri dia berjalan menuju terminal keberangkatan, merekapun melewati pemeriksaan dengan ketat, setelah melewati pemeriksaan mereka pun masuk kedalam pesawat.
Terlihat kecemasan dari wajah gadis kecil itu.
Dantai menatap Sang Putri dan menggenggam jemari tangan gadis kecil itu kemudian berkata, "jangan cemas nak."
kira menoleh Dan tersenyum lalu menggelengkan kepala dan saya melihat ekspresi anaknya memeluknya dan berkata kembali yakinlah tidak ada apa-apa dan akan baik-baik saja. aku tahu ayah tapi sungguh ini membuat hatiku tidak menentu. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan tante Jasmin dan tiba-tiba saja beliaunya ingin bertemu denganku bukankah itu sesuatu yang aneh sedangkan aku sendiri tidak mengenalnya aku takut ayah takut membuat suatu kesalahan yang membuat untukku membenciku seumur hidup.
tidak sayang tidak akan Om Rio tidak sepicik itu. Jika sesuatu terjadi itu bukan salahmu karena sesungguhnya masalahnya adalah antara Om Rio dan tante Jasmine," kata Datai pada putrinya
Hira terseyum dan menyandarkan kepalanya di dada Ayah dan memejamkan matanya.
Pesawat penumpang landas mereka menikmati perjalanan hanya dengan dia membisu selama 2 jam Setelah sampai di bandara Juanda Mereka pun turun dan di pesawat saling bergandengan tangan keluar dari terminal kedatangan.
Pantai melakukan panggilan terhadap Jasmine mengatakan bahwa dia sudah sampai di bandara melalui Jasmine pun memberi tahu kan di mana tempat mereka untuk bertemu dan mengirim Sharlock kepada Dantai.
tante memesan taksi lalu keduanya masuk ke dalam taksi menuju tempat yang ditentukan oleh Jasmine sebuah restoran berbintang 5 dan di ruang privasi.
dalam perjalanan menuju ke restoran tersebut tidak semakin gelisah keringat dingin membasahi tubuhnya sekali lagi dan tema memeluk putihnya dan memberikan kekuatan padanya bahwa tidak akan terjadi apapun tentu saja ini adalah suatu hal yang tidak biasa bagi anak kecil itu yang masih usia 5 tahun gimana dia masih berpikir untuk bermain berlari dan bercanda harus berhadapan dengan seorang wanita yang telah dewasa dengan persoalan yang begitu pelik.
Hira sudah menyerah ketika dia tahu bahwasanya Om rionya sudah menikah dia sadar bahwa ini mungkin adalah karena kekagumannya kepada seorang pria dewasa yang menganggapnya seperti anak dan tidak lebih dari itu, tapi di tengah perjalanan untuk melupakan pria itu tiba-tiba seorang wanita dewasa yang menjadi istri dari pria tersebut ingin bertemu tanpa tahu apa-apa soalnya.
"Tenanglah Hira tidak terjadi apapun, jika kau ingin tahu apa yang terjadi, maka kau harus menemuinya bukan? tidak menghindarinya dan tidak mau untuk menemuinya, apapun Yang terjadi Ayah ada di sampingmu Hira," kata Datai menguatkan Putrinya itu.
"Iya betul kata ayah aku tidak boleh menghindarinya bukan dan aku harus menemuinya tapi kenapa aku merasa cemas," katanya pada Dantai
__ADS_1
"Tarik nafas lalu buang nafas dengan perlahan dan tenangkan hatimu Hira setelah sampai di restoran Kita akan tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakannya, Ayah tidak akan meninggalkanmu selalu mendampingimu, kau mengerti!" kata Dantai menyakinkannya.
"Yah aku mengerti ayah!" katanya untuk menenangkan hatinya sendiri.
Taksi pun berhenti sebuah restoran berbintang lima Mereka pun keluar dari taksi dengan membawa koper kecilnya masuk ke dalam ruangan yang sudah direservasi.
Dantai dan Hira duduk di kursi sedang menunggu seseorang. Pelayan memberikan buku menu. Mereka pun hanya memesan minuman dan makan ringan.
Tak seberapa lama seorang wanita hamil tua, datang menemui mereka tak lain dan tak bukan adalah Jasmine. Wanita itu menyalami mereka.
"Inikah Hira? Lebih cantik anaknya dari pada fotonya," tanya Jasmine.
"Apa tante melihat fotoku?" tanya Hira.
"Aku bertemu ibumu di Maldives dan dia memperlihatkan fotomu pada ku," kata jasmine dengan rasa kagum.
"Oh ya, Apa tante juga honeymoon juga?" tanya Hira dengan hati berbinar rasa takut yang semula hinggap di hati Hira pun lenyap sudah.
Hira pun tertawa terlihat lesung pipitnya yang dalam lalu menyentuh perut Jasmine," Hello adik yuk kita berteman!" ajak Hira pada bayi yang ada dalam perut jasmine, lalu Hira merasa gerakan di perut Jasmine.
Hira kembali tertawa. Apa jika artinya dia bergerak itu tandanya ia mau berteman denganku?" tanya Hira dan Jasmine mengangguk.
"Hira tante ingin bicara, tolong dengarkan, Jangan di potong yaa!" kata Jasmine.
"Baiklah, silakan," ucap Hira.
"Hira, kehamilan tante ada gangguan koagulasi atau gangguan pembekuan juga bisa menjadi biang keladi dari perdarahan hebat pasca-lahir.
penyakit bawaan di mana pengidapnya mengalami gangguan dalam proses Pembekuan darah," kata Jasmine.
__ADS_1
"Apa!? Apa Rio tahu soal ini?" tanya Dantai dan Jasmine menggeleng.
"Kenapa kau tidak mengatakan hal ini kepada Rio, Jas? Kau tahu dulu kekasihnya pun meninggalkannya tanpa pesan dan penjelasan, dan kau mengulangi hal yang sama walaupun dalam hal yang berbeda," kata Dantai sambil menghelah nafas.
"Tolong Tuan dengarkan dulu! apa yang ingin ku katakan pada putri Anda," kata Jasmine.
"Baik lanjutkan apa yang ingin kau katakan," kata Dantai yang sedikit mulai jengah.
"Jika nanti Tante tak tidak bisa terus menjaga tolong Jagalah untuk ku, saat kau dewasa nanti tolong cintai dia, dan menikahlah dengannya," kata Jasmine.
"Tidak, Aku tidak mau. Hanya Tante yang bisa menjaganya, apapun yang terjadi tolong bertahanlah untuk hidup," kata Hira dengan tulus.
"Ini tidak bisa di biarkan Jas! Aku harus menghubungi Rio dan Aril soal masalahmu ini!" kata Dantai.
Dia mulai menelpon Aril dan juga Rio memintanya datang ke restoran di mana mereka berada.
Tak seberapa lama kemudian Rio dan Aril pun datang.
Mereka terkejut karena di situ ada Hira.
"Dengar aku Tante, Om Aril adalah dokter spesialis kandungan, akan berusaha untuk menyelamatkan bayinya dan Tante sendiri. Aku ingin Tantelah yang menjaga Om Rio, Aku masih kecil tidak bisa menjaganya, justru dia yang menjaga ku," katanya dengan terkekeh dan Jasmine pun ikut tertawa.
"Hira, Om sedang kalut kau malah bercanda," kata Rio lembut sambil duduk di sebelah istrinya.
"Tante dulu lah yang ngajak Hira bercanda, masak anak kecil suruh jaga Om-om," kata Hira membuat Jasmine Kembali tertawa. Namun, kemudian dia meringis menahan sakit.
"Ada apa Tante, apa Tante mau melahirkan?" tanya Hira pada Jasmine.
"Om sepertinya Tante akan segera melahirkan," kata Hira
__ADS_1
"Bawah ke mobilku Yo, biar mobil di bawa Mas Dan," kata Aril sambil bergegas melangkah keluar.