
Dalam perjalanan pulang ke apartemen mereka mampir ke masjid untuk sholat magrib terlebih dulu.
Setelah selesai, mereka pun kembali memasuki mobilnya. mobil itu kembali melintasi jalanan yang sudah sedikit lenggang.
"An, jangan tidur loh kamu sudah janji padaku untuk tidak tidur sebelum memanjakan diri ku."
"Tidak aku tidak tidur mas," katanya sambil terkekeh.
"Coba kau buka box yang di berikan nyonya Celometa pada kita, kau masak apa tadi?"
"Kue brownies, kami tadi buat kue brownies, ini buatan ku sendiri lo mas."
"Oh ya..sini biar mas incip."
Anta mengambilkan kue brownies di berikan pada Dantai namun Dantai meraih tangan anta di arahkan ke mulutnya," Dari tangan mu akan lebih nikmat."
"Honey ini enak sekali, kalau di apartemen bikin ya,"
"Kita langsung pulang apa mampir dulu."
"Langsung aja kita ke apartemen mas,"
Dantai melajukan mobilnya ke apartemen. Setelah sampai mereka berdua memasuki lobby lalu masuk ke dalam ke dalam lift, lift pun bergerak menuju lantai 10 lift berhenti tepat di lantai 10 pintunya pun terbuka dan mereka berjalan menuju Apartemennya menekan password dan pintu terbuka.
Dantai masuk ke apartemennya dengan selalu mengandeng tangan Anta, menyalakan lampu lalu menutup pintu,"Rasa baru kemarin aku meminta dirimu untuk menjadi istriku Honey."
katanya sambil menyambar bibir Anta lalu ********** dengan penuh perasaan dan menyudahinya ketika di rasa telah kehabisan nafas."
"Aku tak pernah bosan pada mu," katanya sambil menggendongnya ke kamar mandi, melepaskan seluruh pakaian Anta dan dirinya.
"Hai apa yang kau lakukan mas."
"Ritual kemesraan, hanya mandi bersama." Anta terkekeh kau menfaatkan melemahanku mas."
30 menit mereka keluar dari kamar mandi lalu berganti pakaian," Kita sholat isya dulu."
__ADS_1
Setelah sholat isya mereka menyiapkan makan malam.
"Mas punya kepiting tidak?"
"punya, sepertinya kemarin habis belanja kan dan kau memesan itu."
"Iya kapan hari aku di ajari kak Celo masak Chili Crab alias kepiting cabai."
"kita punya roti mantou kan."
"punya sepertinya, coba kulihat di lemari es. ini ada sayang."
"Kapan hari nyonya Celometa memasak makanan itu rasanya enak sekali jika dimakan bersama roti mantou, aku ingin masak itu." kata nya sambil menyiapkan bahannya. Dantai dengan setia berdiri disebelahnya
"Mas bisa bantu aku menyiapkan bahannya."
"Apa bahannya sayang?"
"Siapkan saos tomat, cabe dan telur, lalu tolong mas cuci kepiting sokanya."
Anta terkekeh," Apa kau tidak bosan selalu menghujaniku dengan kata-kata manis itu mas."
"Enggak, biar kau semakin mencintai ku Honey," katanya sambil mencium pipi istrinya. Anta membalas ciuman suami namun pada saat itu Dantai menoleh kearahnya, hingga bibir itu menempel telak di bibir Dantai tak melewatkan kesempatan ia langsung ******* sesuatu yang Kenyal itu yang selalu menjadi candunya.
Anta memukul dada Dantai, ketika kembali kehabisan nafas. Dantai pun melepas tautan bibirnya sambil terkekeh.
"Kalau begini terus kapan masaknya ini," kata Anta menjebikan bibir sambil mengaduk bumbu.
"Tambah cabe rawit sayang kayak enak."
Anta tertawa," Kalau di tambah cabe rawit jadi bukan lagi makanan khas sini dong mas, boleh tapi jangan terlalu pedas ya mas, selera pedas ku gak sama dengan loh."
"Di pisah boleh sayang, setelah kau ambil untuk kamu baru di tambahi cabe."
"Boleh," kata Anta sudah menyiapkan teflon persegi panjang lalu di kasih minyak sedikit dan mulai menyalahkan kompornya. Dantai mengiris cabe rawit sesuai seleranya. Setelah itu ia memasukan Roti mantou ke microwave setelah sekitar 5 menit lebih di ambilnya dari microwave.
__ADS_1
Anta memasukan Kepiting yang sudah di campur bumbu kedalam teflon, di bolak-bolik hingga sedikit terbakar, ketika aroma mulai tercium Anta mematikan kompor.
"Sudah sayang duduk di meja sana, biar mas yang siapkan." Dantai mengambil 2 piring sebagian masakan di taruh di piring sebagian lagi di tambah dengan irisan cabe setelah selesai di masukan kedalam piring.
Minuman dan masakan telah siap, Dantai membawa ke balkon kamarnya. Setelah selesai di siapkan Dantai mengajak Anta ke balkon kamarnya," kita makan disini ya sayang," katanya sambil menggendong istrinya," Hai apa yang kau lakukan mas."
"Sudah diam lah ratuku." kata sambil terus menggendong istrinya sampai ke ke Balkon. Di dudukan di kursi yang telah di siapkan. Di nyalakan music yang romantis untuk menghidupkan suana makan malam di balkon.
"Bagaimana? apa kau senang, apa kau bahagia?"
"Hem, aku senang, Fif aku bahagia, aku selalu bahagia dengan mu. trimakasih selalu menguatkan ku." kata Anta sambil menatap suaminya."
"Aku tidak terima ucapan terimakasih mu sekarang, ucapkan yang benar nanti honey."
"Ya akan ku ucapkan dengan benar nanti." Kekeh Anta.
"Oh aku tak sabar menanti, honey."
mereka pun makan dengan saling memberikan suapan satu sama lain. Setelah selesai makan mereka mencuci tangan pada tempat yang sudah di siapkan Dantai. Dantai mengajak berdiri di perbatasan balkon, Dantai memeluk dari belakang. Honey dari sini kita bisa lihat indah kota Singapura. Dan Apartemen kita tidak jauh dari tempat kuliah ku An, tempat itu dulu adalah impian kita berdua."
"Ya, kau memujudkannya." kata Anta tersenyum.
"Apa kau ingin kuliah Honey"
"Ya tapi tidak sekarang karena sekarang aku belum memutuskan aku akan kuliah di bidang apa mas, gak mungkin aku kuliah di kedokteran seperti semula karena seorang dokter butuh mata menjalankan tugasnya."
"Ya kau benar sayang, jika kau sudah memutuskan tolong beri tahu aku ya."
"Ya, tentu."
"Honey, rasanya akan lebih menyenangkan jika kita berdansa di malam ini ratuku."
"Maukah kau berdansa dengan ku." Anta menggangguk sambil tersenyum.
Dantai mulai mengatur irama lagu lalu, Dantai meletakkan tangan kanannya di pinggang Anta, tangan kanan Anta bertautan dengan tangan kiri Dantai, lalu tangan kirinya di letakan di bahu Dantai dan mulai berdansa mengikuti irama musik mengayun langkah dan putaran halus kaki mereka.
__ADS_1
Tatapan Dantai menatap wajah istrinya, irama musik terus mengalun dengan lembut, kemudian anta mengubah gerakannya ditaruhnya kedua tangannya di leher Dantai. Kedua tangan Dantai memeluk erat pinggang istrinya hingga tubuh mereka tak berjarak. Mengayun langkah dan putaran terhanyut dalam alunan musik dan debar jantung saling bersautan, hingga alunan musik berhenti, Dantai menggendong tubuh Anta di bawah dan rebahkan istri di atas ranjang, di tatapnya sang istri dengan tatapan mendamba. di tariknya tali gaun sang istri hingga terlepas, hasrat yang tertunda terpenuhi sudah dengan saling memeluk dan menyatu.