Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Berobat ke Turki


__ADS_3

Satu tahun kemudian,Dantai sudah masuk kedalam mobilnya di ikuti oleh Salva yang duduk di sebelah kakaknya, Dantai memasang sabuk pengamannya dan memasangkan pada adiknya, setelah itu menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman orang tuanya dengan kecepatan sedang. Tak seberapa lama sudah sampai di sekolah Salva, Salva pun mencium tangan kakaknya, kemudian keluar dari dalam mobil, dan mobil pun meninggalkan sekolah Salva. Salva melihat mobil kakaknya hingga hilang di belokan jalan, Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia berfikir andai saja kecelakaan itu tak merenggut ingatan kakaknya mungkin saat ini ia melihat sosok yang sama seperti belum terjadi kecelakaan itu. ia pun berjalan memasuki gerbang sekolah dan menghilang di balik pintu kelas paling ujung.


Mobil Dantai berjalan membelah jalanan dan berhenti di area parkir NUS Yong Loo Lin Singapura. Ia keluar dari mobilnya dan bejalan menuju fakultas kedokteran, ia terkenal dengan mahasiswa yang irit bicara dan dingin, beberapa mahasiswi yang berusaha mendekati tak mampu menjalin ke karapan pada dirinya. Kehidupannya sebatas di ruang kuliah, ruang praktek dan perpustakaan, ia akan pergi ke kafe terdekat untuk sekedar mengisi perutnya dan kembali ke perpustakaan pulang larut malam.


Harlan selalu menyempatkan untuk menjemput putrinya karena putranya begitu padat dengan jadwal kuliahnya.


Di tempat lain di vila Batu Malang Anta terbangunnya tengah malam, ia ingin ke kamar mandi dan tak mau merepotkan sari, ia meraba ruang bersebelahan dengan ranjangnya berharap ada kursi roda di samping tempat tidurnya ia tersenyum ternyata kursi itu belum berpindah di dekat ranjangnya ia meraba tuas pengunci roda, "ceklek" terkunci sudah. Ia memegang lengan kursi dengan arah memunggunginya di geserkan pantatnya hingga mencapai sandaran kursi, setelah itu ia melepaskan kunci lalu menekan tombol penggerak. Kursi roda bergerak ke arah dinding, ditempelkannya roda kursi pada sudut dinding untuk bisa memandunya ke kamar mandi.


Akhirnya ia pun sampai ke kamar mandi. Dia bukanya pintu kamar mandi dan masuk dengan menekan tombol pengerak perlahan, di dalam ia meraba mencari klosetnya akhirnya ia menemukannya namun bingung bagaimana harus berpindah?


Terlalu lama berusaha sendiri membuat kandung kemihnya sudah tak bisa menahan, Ia pun kencing di celana. Ia tertawa sambil menangis namun itu hanya sebentar. Ia pun melucuti pakaiannya dan meletakkan dilantai kamar mandi Ia meraba ruang kosong mencari shower, setelah ketemu ia mengambil shower dan mengarahkan ke tubuhnya yang masih di duduk di kursi roda, mengambil sabun cair yang ada di dinding dekat shower, ia menyabuni tubuh dan kursi yang didudukinya. Lalu mengarahkan kembali shower ke tubuhnya dan kursi rodanya.Setelah selesai meraba dinding sebelah kanan dan menemukan jubah handuk lalu memakainya terbalik kemudian mengikatkan talinya dari belakang ke depan, setelah itu ia keluar dengan cara yang sama dengan ketika ia masuk.


kamar ini pun sudah di desain dengan keinginan Anta lemari berdekatan dengan dinding, ada lantai yang di buat tingginya sama dengan ranjang dan kursi rodanya untuk keperluan beribadahnya. Ia pun membuka lemarinya ia mulai bingung kembali mengambil baju yang mana? Dalam kebingungannya terdengar suara pintu terbuka dan teriakan kecil suara Sari," Nona ini masih 2 malam kenapa anda mandi? kenapa tidak memencet tombol panggilan?" kata sari sambil mendekati Anta, lalu mengambilkan pakaian dalam dan gaun untuk Anta, Anta menggaruk kepalanya yang tak gatal ia pun terkekeh mengingat kejadian di kamar mandi. "Aku ingin buang air kecil sendiri, namun ternyata aku tak bisa lakukan sendiri, Aku menyedihkan ya, tak bisa lakukan apapun sendiri," katanya sambil menyeka air matanya dengan punggung tangannya. Sari memeluk nona mudanya. Anta berontak ia berteriak pada Sari, "keluar aku mau berganti pakaian dan jangan terlalu banyak membantu ku! Biar aku berusaha sendiri!"

__ADS_1


"Baik, nona." sari pun keluar namun tetap berada di depan pintu kamar Anta yang sedikit di tutup.


Anta pun berganti pakaian setelah itu ia menggerakan kursi rodanya ke arah tempat sholatnya, ia kembali bingung bagaimana ia berpindah? sari yang diam-diam masuk mendorong kursi roda kebelakang lalu berjalan ke depan meluruskan kaki nonanya menyentuh lantai tempat sholatnya lalu dirapatkan kursi roda hingga ke bibir lantai," nona sekarang coba geser pantat anda ke depan akan saya bantu sedikit." Anta pun berusaha menggeser pantatnya hingga ia pun berhasil terlepas dari dudukan kursi rodanya, "Trimakasih Sari."


"Sama-sama nona, nona jika ingin berlatih tolong jangan sendiri, biar saya membantu nona!" Anta pun mengangguk ia mulai mengenakan mukenanya lalu melaksanakan sholat tahajud. Saripun keluar dari kamar Anta. Setelah sholat Anta membuka mushaf khusus tunanetra yang selama satu tahun ia pelajari dari gurunya. Ia pun melantunkan surat Ar-Rahman. Setelah selesai ia menutup mushaf itu, lalu melanjutkan sholat subuh. Setelah selesai ia menggeserkan tubuhnya ke dinding, tak terasa ia terlelap dengan masih mengenakan mukenanya . Sari masuk kedalam kamar nonanya," Nona tuan datang kemari," kata sari pada Anta, Andi yang tak sabar menanti putrinya pun akhirnya masuk ke kamar Anta. Anta pun membuka matanya," Papi kemari Sar?" tanya Anta,


"Tinggal kan kami, Sar!" Perintah Andi sebelum sari menjawab Anta.


"Papi," Panggil Anta sambil membuka mukenanya.


"Beri waktu dua hari lagi pi."


"Tidak ada penundaan lagi An, berangkat sekarang juga!" Perintah Andi penuh penekanan, Anta menghela nafas.

__ADS_1


"Sari, kemasi pakaian mu dan Anta! dua jam lagi kita berangkat."Perintah Andi pada Sari.


lalu Andi mengangkat Anta dan di dudukan di kursi di dorongnya putri ke meja rias, di sisirnya perlahan rambut putrinya.


"Apa yang kau tunggu An? kau harus sembuh nak, jika kau menunggu telpon temanmu mereka akan tetap telpon walau kau ada di Turki."


"Ya aku akan ikut pi."


"Trimakasih, sayang papi tunggu di luar.


"Sari siapkan Anta!"


"Baik tuan." kata sari sambil mengemasi pakaian Anta.

__ADS_1


Tak seberapa lama Sari sudah siap pak man membawa dua lalu menaruhnya di jok mobil. Sari mendorong kursi roda Anta mendekat ke mobil, kemudian Andi menggendong dan memindahkan putrinya ke mobil di susul oleh Sari yang duduk di sebelah Anta. lalu pak man menyimpan kursi roda di bagasi setelah itu ia masuk ke mobil dan duduk di belakang kemudi di samping Andi mobil itu berjalan meninggalkan vila berjalan membela jalanan menuju Bandara Juanda. keadaan sunyi tak ada yang berbicara larut dalam pikiran mereka sendiri, setelah sampai di bandara mereka langsung pergi menuju pesawat menuju Turki.


__ADS_2