Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Berangkat ke Maldive lagi


__ADS_3

Keesokan harinya mereka berangkat ke Maldives sesuai keinginan Jasmine jika dia mempunyai istri lagi dia akan mengajaknya ke Maldives


setelah sarapan Mereka pun langsung berangkat dengan menggunakan taksi ke bandara


sesampainya di bandara Mereka pun keluar dari taksi tersebut dan berjalan menuju terminal keberangkatan lalu memasuki ruangan pemeriksaan serta masuk ke dalam pesawat lalu mereka duduk di kursi yang sama.


Mereka pun memakai sabuk pengamannya tak lama kemudian pesawat pun lepas landas.


Hira tersenyum lalu menaruh kepalanya di dada suaminya, sungguh tak pernah terbayangkan akan bersanding dengan orang yang di kaguminya sejak dulu.


Cinta gadis kecil kepada seorang pria dewasa yang tak lazim dan berusaha untuk menolak cinta yang pernah datang karena sang pujaan telah bersanding dengan wanita lain yang sama-sama dewasa dalam segi apapun.


Seperti tak ada celah pintu untuk bisa masuk kedalam kehidupan pria dewasa ini.


setiap orang menginginkan suatu hal yang terbaik untuk dirinya dan juga untuk orang lain ketika badai menerpa


kehidupan seseorang membuat orang itu meminta untuk menjadi pengganti kebahagiaan bagi orang yang dicintainya tidak pernah berharap kau wanita itu akan pergi dan dia lah yang menjadi penggantinya.


Selama bertahun-tahun ada penolakan antara otak dan hatinya Ketika harus menggantikan seorang yang sudah meninggal di kehidupan dan hati suaminya


membuatnya selalu merasa bahwa dirinya tidak mempunyai hati dan tega untuk mengambil alih hati yang telah susah payah raih oleh jasmine.


Namun, sekali lagi tak ingin menipu diri sendiri dan tak ingin lari lagi dengan perasaannya maka pada akhirnya memutuskan untuk mengejar meraih apa yang kita inginkan dan memenuhi permintaan seseorang istri yang sudah meninggal.


Dia menatap suaminya selalu tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


"Ada apa denganmu?" tanya Rio pada Hira.


"Apa kau tahu Om bahwa aku mencintai mu dari mulai aku masih kecil saat usiaku lima tahun dan keinginan itu aku hapus ketika Om telah menikah dengan tante Jasmine biarlah dia menjadi bunga satu-satunya dalam hidup Om," kata Hira.

__ADS_1


"Om tahu Hira Om juga mempunyai perasaan yang sama pada waktu itu. Akan tetapi Om tidak mungkin menunggumu hingga dewasa, kenapa? Karena orang tua Om ingin Om segera menikah, itu sebabnya akhirnya Om menikah dengan Jasmine yang kau sebut tante itu," kata Rio


Hira juga tidak pernah mengira, bahwa akan bisa menikah dengan Om dan mempersembahkan yang paling berharga dari diri Hira untuk Om.


Bahkan ini seperti mimpi ketika Hira pergi sama Om untuk bulan madu rasanya sesuatu yang istimewa jika itu terkabul padaku," kata Hira pada Rio


"Kamu tidak bermimpi gadis nakal saat ini aku adalah suamimu," kata Rio sambil terkekeh.


"Ya aku memang tidak bermimpi sekarang kau ada di hadapanku dan bisa memelukmu," kata Hira pada Rio


"Bahkan tidak hanya itu kau sudah berani melucuti pakaianku Hira dan menyentuh milikku paling berharga," bisiknya pada wanita yang telah memporak-porandakan pertahanan selama ini dan sanggup membuatnya sangat kalut.


"Waktu itu om terkejut sekali Om berpikir bahwasanya kamu sedang dalam salah pergaulan.


senang kau peluk begitu tapi juga takut karena kau adalah anak sahabatku, aku bingung harus bicara bagaimana pada ayah, dasar gadis nakal!" kata Rio sambil membelai rambut Hira


semestinya dilakukan Hira, padahal untuk menyentuh saja kita harus menikah tapi kau tidak. Om menjadi takut sendiri waktu itu," kata Rio.


"Awas yaa kalau kamu tidak menggoda Om nanti," kata Rio pada Hira.


"Hahaha, kenapa gak berani? Om, 'kan sudah halal," kata Hira pada Rio


"Perjalanan masih panjang, kita harus melalui sebelas jam perjalanan untuk bisa sampai ke sana. Maka jangan sia-siakan waktu dan beristirahatlah agar kamu tidak terlalu capek," kata Rio


"Iya tapi Hira belum ngantuk," kata Hira mendongak menatap suaminya


"Akan banyak kegiatan yang kita lakukan di sana, sayang. Itu pasti akan menguras banyak tenagamu, jadi gunakan waktu ini dengan istirahat yang secukupnya," kata Rio pada Istrinya sambil mengecup keningnya.


"Memang kita akan melakukan apa, di sana?" tanya Hira pada Rio

__ADS_1


"Melakukan hal yang menyenangkan buat kita tentunya," jawab Rio sambil tersenyum semir.


Waktu berjalan dengan cepat tak terasa 11 jam 30 menit telah berlalu dan saat ini pesawat sudah mulai bersiap-siap akan mendarat di Bandara Velana Internasional.


Mereka turun dari pesawat menuju ke terminal kedatangan untuk mencari speed boat yang mengantarkan mereka ke hotel dimana mereka menginap.


VARU by Atmosphere adalah tempat pilihan mereka untuk menginap di sana dimana dulu ia dengan jasmine menginap, sekarang bersama Hira kedua wanita ini yang amat berati baginya.


Rio sudah berada di dalam speed boat bersama sang istri. Pasangan yang duduk saling berdampingan serta menggenggaman tangan itu keluar dan speedboat itu berjalan berbalik arah meninggalkan mereka.


Mereka berjalan bersama menuju penginapan, yang akan mereka tinggali selama berada di Maldavis


Mereka pun membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan dengan membawa kopernya dan menaruhnya di lantai kamarnya


Saat sesampainya di dalam Hira menatap bibir tipis suaminya itu dan Rio mengerti tentang keinginan wanitanya saat ini lalu dipeluknya Hira kemudian mencium bibirnya dan bermain di sana sangat lama sambil berbisik, "Aku sekarang milikmu."


Hira duduk di bibir ranjang di sebelah suaminya, rambut sepinggang tergerai indah dengan buliran rambut yang jatuh menutupi sebagian wajahnya menambah kecantikannya, wajah remaja usia belasan itu begitu menggodanya, ingin kembali mereguk keremajaan istrinya itu tetapi mencoba menahannya.


"Bergantilah pakaian dan istirahatlah! Mungkin kamu lelah," kata Rio.


"Aku akan mandi dulu kata Hira sambil berjalan menuju kopernya. Rio menghentikannya dengan menarik tangannya. Dia bertanya," Apa kau lelah?" Hira pun menggeleng.


Rio pun berkata, "Mari kita bersenang-senang dulu di sini, Setelah itu kita mandi bersama dan tangannya pun mulai membuka kemeja Hira sambil menatap gadis pujaannya itu, dilepaskan seluruh kain yang melekat pada istri kecilnya itu lalu ia juga melepaskan seluruh pakaiannya.


Di sini di kedua kalinya ia melabuhkan hasratnya pada wanita yang telah menjadi istrinya wanita yang berbeda, hasrat yang berbeda pula.


Saat ini hasratnya di balut dengan cinta yang menggelora, sangat berbeda dengan yang dirasakan pada Jasmine dulu, dalam hatinya ia pun mengucap maaf pada istri pertama yang telah tiada, Maaf Jasmine jika cintaku berbeda antara kau dan Hira.


Rio pun mulai memanjakan Wanitanya, cintanya dengan sentuhan hangat penuh dengan kasih dan hasrat yang menggebu.

__ADS_1


__ADS_2