Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kencan Pertama


__ADS_3

Dantai duduk di kursi teras dengan terus memandang sang pujaan hati, tanpa bicara ia terus menatap anta, hingga tak tahu kedatangan bik Ija membawa minuman untuknya," Den Dantai sudah lama? tanyanya pada Dantai dan seketika itu Dantai pun terjengkit karena kaget tiba-tiba ada suara.


Bik Ija terkekeh," Den Dantai lihat non Anta sampai segitunya, sampai gak lihat saya datang." katanya lagi sambil menaruh gelas minuman di atas meja.


Anta hanya tersenyum mendengar ocehan dari bik Ijah.


"Lagian bik kenapa saya gak dengar langkah kaki bibik ya...?" tanyanya Dantai


"Sengaja den lepas sandal biar den Dantai gak tahu kalau bibik datang," Jawabnya sambil terkekeh lagi


"Ya salam," Dantai menepuk dahinya sambil tertawa dan Anta pun ikut tertawa.


"Jadi bik Ijah sengaja ngerjain saya ni?"


Bik Ijah mengangguk sambil tertawa lalu berlalu meninggalkan mereka.


"Honey, kita keluar yuk," ajak Dantai.


"Kemana?" tanya Anta sedikit malas, ia masih belum siap untuk pergi ke dunia luar belum siap mendengar cacian atau impati dari orang yang melihatnya buta.


"Kemana pun kau suka," jawab Dantai


"Hem, aku tidak ingin pergi kemana-mana mas, aku....belum sanggup bertemu banyak orang."


"Bagaimana kalau kita ke restoran western, kita pesan tempat privasi, kau menyukai steak bukan?"


"Aku takut menabrak orang jika sedang berjalan," Jawab Anta.


"Honey percaya aku, aku akan jadi matamu, kau tak akan menabrak orang." kata Dantai menyakinkannya.

__ADS_1


"Ok! baiklah," katanya ragu.


Dantai pun berdiri dari tempat duduknya menghampiri Anta lalu mengandeng tangan Anta berjalan menuju mobil Dantai, Dantai membukakan pintu samping lalu menunggu Anta duduk dengan nyaman, Ia berjalan memutar lalu duduk di belakang kemudi, Dantai melihat Anta meraba lubang pengunci safety belt, dengan sigap Dantai mengambil alih lalu memasangkan safety belt pada Anta, Anta menoleh dan tersenyum, kemudian Dantai memasang safety belt pada dirinya sendiri, lalu mengemudikan mobilnya menuju western restoran, sebelumnya dia sudah reservasi tempat di restoran itu.


Dantai tiba di restoran itu, ia keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Anta dan menggenggam tangan sang kekasih dengan sangat erat.


Ia memasuki restoran dengan saling bergandengan tangan. segerombol gadis duduk ditengah ruangan yang berhadapan dengan pintu pun berbisik-bisik ketika Anta dan Dantai masuk ke restoran tersebut


"lebay amat kemana-mana pegangan tangan," kata salah satu gadis. temanya pun berbicara," kerjain aja kamu jalan ditengah mereka agar pegangan mereka terlepas." salah satu gadis yang paling cantik pun berdiri,"Ok! done," katanya sambil berlari menghampiri Anta dan Dantai, Dantai mengeryitkan Dahi mencoba mengira apa yang akan di lakukan gadis itu, ketika gadis itu akan mendekat Dantai menarik tangan Anta kearahnya, hingga membuat Anta menabrak dada bidang Dantai yang kemudian memeluknya.


"Brakk."


Gadis itu terjatuh terjengkang ke belangkang.


"Hai, Gadis mu menabrak ku," kata gadis itu.


"Fif, apa yang terjadi? dimana kita sekarang? dan kenapa jadi gaduh?"tanya Anta pada Dantai.


Awalnya gadis itu terpaku ketika mendengar pertanyaan Anta, ia pun mulai merasa bersalah namun mendengar jawaban Dantai ia pun jadi berang.


"Kekasih Anda yang menabrak saya," teriak gadis itu pada Dantai. Dantai melihat ruang sekitar ada sisi Tv tepat mengarah pada dirinya dan Anta, Dia tersenyum sekilas lalu.menatap tajam pada gadis tanpa melepaskan pelukannya pada Anta.


"Tidak perlu berdebat nona di sana ada sisi Tv anda bisa lihat siapa yang salah dan siapa yang benar." Kata Dantai tenang, gadis itu pun terdiam hanya bisa menelan salivanya.


Seorang pelayan restoran menghampiri mereka," Maaf nona mereka tamu VIP kami mohon jangan membuat masalah, dengan tuan Dantai?" tanya pelayan itu pada Dantai. Dantai mengangguk


"Fif kita pulang saja," kata Anta.


"Tenang Honey, tidak terjadi sesuatu pun, percaya aku!" kata Dantai menekankan.

__ADS_1


"Mari tuan kami Antar keruangan yang telah anda pesan." kata pelayan tadi


Dantai pun mengikuti pelayan itu dengan tetap merangkul pinggang Anta dengan posesif, meninggalkan gadis yang terbegong sendiri menatap mereka, gadis itu menghela nafas melihat sekelilingnya beberapa orang menertawakan sikap konyolnya, beberapa orang menatap sinis, gadis itu pun kembali ke kelompoknya yang mulai terkikik menertawakan kegagalan dirinya mengerjai pasangan itu.


"Ha..ha...ha..Rania kau gagal mengeksekusinya," ejek teman yang satunya.


Gadis yang bernama Rania itu menghela nafas panjang," Aku salah, gadis itu sepertinya buta, sehingga sang kekasih begitu protect padanya, bahkan sangat menjaga perasaan gadis itu.


"Apa, buta? teriak beberapa temannya.


"Hai lirikan suara kalian itu!" kata Rania sambil melotot.


"Aku benar-benar iri pada gadis itu! pria itu tampan sekali dan kelihatan kaya."


"Rebut Besti, toh kamu lebih segalanya." kata teman-temannya. Rania pun tersenyum dalam pikirannya tersimpan rencana yang liar bisa terhadap dirinya dan masa depannya.


Sementara Dantai dan Anta di ruang khusus sudah menerima pelayanan dengan baik semua makanan yang di pesan sudah tersaji di meja, Dantai memotong daging steak menjadi Kecil-kecil lalu ia menancapkan bata tusuk Gigi dari setiap potongan kecil pada daging tersebut lalu meletakan di depan meja Anta di bawahnya tangan Anta menyentuh batang itu. Anta tersenyum dan mengambil satu lalu menyuapkan kedalam mulutnya," Terimakasih, sayang," kata Anta dengan mata berkaca-kaca.


"Hai kenapa menangis, akan kulakukan banyak hal untuk bisa membuat mu bahagia, bahkan untuk memanggil ku dengan sebutan sayang," kata Dantai sambil mengusap air mata Anta yang jatuh perlahan di pipinya. Anta pun menggeleng lalu tersenyum, Dantai menatapnya menanti jawaban.


"Tidak apa-apa mas, aku bahagia saat ini dengan mu," kata Anta seolah tahu bahwa Dantai menunggu jawaban darinya.


"Ya.. berubah lagi panggilannya," kata Dantai sambil menyuapkan potongan daging steak di mulutnya, Anta tertawa mendengar keluhan Dantai.


Manajer restoran yang mengenali Anta seorang pianis keluar dari ruangannya dan mencari pelayan yang mengantarkan mereka di ruang khusus.


Manajer itu menghampiri pelayan itu dan menanyakan di mana ruangan tamu VIP tersebut.


Tak lama kemudian Dantai dan Anta keluar dari ruangan VIP Dantai menggamit pinggang gadis itu. Pelayan itu pun memberi tahu manajer bahwa mereka telah keluar.

__ADS_1


Manajer itu pun menghampiri mereka," maaf Anda beatiful Rose pianis itu kan, selama 2 tahun pemilik restoran ini mencari Anda dan selalu menghubungi ibu Anda tapi tidak pernah berhasil maukah Anda menghibur pengunjung di sini dengan permainan piano dan suara anda yang merdu, ku mohon nona, tuan?" mohon manajer itu pada mereka.


__ADS_2