
Anta bertanya pada asistennya dengan sesuatu yang harus dibereskan secepat mungkin.
"Sudah Nona saya sudah meminta manager restoran itu menghapus rekaman sisi TV itu dan saya sudah memastikannya sendiri jadi jangan kawatir Nona. Hemm, Nona. Boleh saya tahu siapa Reno?" tanya Dewi pada majikannya itu.
"Dia adalah cinta pertamaku namun itu tak ada artinya di banding cinta keduaku, yang selalu membuatku selalu ada di hati Dantai," kata Anta sambil tersenyum dan senyuman itu sangat indah penuh dengan cinta di dalamya.
Setelah perjalanan selama 12 jam Anta pun mendarat di Bandara Singapure, Dantai menunggu di terminal kedatangan hingga melihat sang istri dan asisten.
Dewi mengangguk dengan hormat. Dantai memeluk istrinya. "Bagaimana pertemuannya apa lancar semua lancar? tanyanya pada istriya
Anta pun tersenyum dan berkata, " Nanti akan ku.ceritakan padamu, kita pulang saja dulu."
Mereka pun berjalan menuju mobilnya, lalu mereka masuk dan mobil itu pu berjalan pergi meninggalkan Bandara
menuju kekediam Dewi, ia pun turun mengucapkan terimakasih.
Lalu mobil itu berjalan kembali menuju kekediaman Andi. mobil berjalan dengan kecepatan sedang, meluncur melewati jalanan beraspal yang masih terlihat lengang, hingga mobil berhenti dihalaman rumah mereka.
Nampak dua anak berlari menyosong mereka. "Bunda," teriak mereka.
"Syukurlah Bunda sudah datang kami rindu." kata mereka serempak.
"Bunda juga rindu dengan kalian," katanya sambil berjalan dengan anak-anaknya.
"Kenapa Bunda harus kerja tidak cukupkah hanya ayah yang bekerja," tanya mereka pada Bundanya.
Anta tersenyum dan menjelaskan pada si kembar bahwa perusahaan kakeknya harus di urus. si kembar itu pun bertanya.
Lagi kenapa bukan kakek yang menggurus perusahaannya sendiri? Kenapa harus Bunda?" tanya si kembar kembali bertanya.
__ADS_1
"Karena kakek sudah tua tidak akan kuat dengan perjalanan jauh, maka bunda yang menjalankan," kata Anta lagi sambil tersenyum.
"Kasihan kami jarang bertemu Bunda," kata mereka sambil memasang muka sedih.
"Oh ya, maaf kalau begitu, kapan-kapan kita Agendakan untuk liburan, Bagaimana?" tanya Anta kepada kedua anaknya.
"Emang Ayah dan Bunda bisa libur? Dulu Ayah bilang akan jalan-jalan, tapi gak jadi- jadi Ayah dan Bunda sibuk." kata mereka lagi.
"Ya, maaf deh, kali ini kita benar-benar akan.mengagendakannya, jadi jangam sedih lagi ya tapi Ayah harus mengurus cuti dulu agar kita dapat liburan bersama." kata Dantai menghibur anak-anaknya.
"Janji ya Ayah, Bunda?" pinta si kembar
mereka pun memasuki rumah di dalam sudah berkumpul Grandpa, Grandma dan nenek.
"Grandpa, Grandma, dan Nenek kata Ayah dan Bunda, kita akan liburan tapi tunggu Ayah dan Bunda mengurus cuti dulu," kata mereka pada Andi.
"Oh ya, Benarkah ini kabar yang menggembirakan bukan, kalian akan berlibur dan bersenang-senang, semoga ayah dan Bundamu dapat meluangkan waktu bersama kalian." kata Andi menimpalinya.
"Iya Pa, aku akan mengurus cuti segera," katanya sambil tersenyum.
...----------------...
Di apartemen Aldo, Dia dan Era sarapan bersama, dia sudah siap untuk mengurus sekolah Era.
Setelah sarapan ia pun pamit pada istrinya lalu berpesan agar tidak membukakan pintu kalau ada yang mengetuk pintu apartemen.
Era mengangguk dan tersenyum. Aldo berpamitan pada istri kecilnya itu, Era mencium punggung tangan Aldo lalu Aldo mencium kening Era.
Aldo pun keluar dari Apartemennya, berjalan masuk kedalam lift yang membawanya kelantai dasar, setelah itu berjalan masuk mobil dan meninggalkan apartemen.
__ADS_1
Mobil itu pun berhenti di sekolah Era. Aldo pun keluar, berjalan masuk ke pintu gerbang sekolah Era, lalu menuju kantor kepala sekolah, Aldo di sambut dengan sangat baik. Aldo mengutarakan maksudnya Kepada kepala sekolah yang di terima dengan sangat baik oleh beliau pasalnya Aldo adalah donatur terbesar di sekolah itu.
Kepala sekolah menyanggupi untuk menindak anak-anak yang telah membuat Era trauma, juga menyediakan guru homeschooling untuk Era sehingga tidak perlu harus berpindah sekolah, dan masih terdaftar sebagai siswa di sekolah itu.
Aldo, tak menolak dengan keputusan sekolah untuk memberikan fasilitas homeschooling, ia pun meminta untuk di mulai satu minggu berikutnya, kepala sekolah menyetujuinya, kapanpun Era siap maka segera mengirimkan guru tersebut.
Setelah selesai urusannya dengan sekolah Aldo pun keluar dari kantor dengan di temani kepala sekolah berjalan menuju gerbang sekolah di mana mobilnya terparkir.
Sambil berbincang-bicang, Kepala Sekolah menyarankan untuk membawa mobilnya masuk dan parkir di dalam area sekolah.
Lalu Kepala Sekolah menghampirinya satpam dan berkata padanya, "Pak, kalau ada pak Aldo kemari tolong langsung masuk dan parkir di dalam."
"Iya, Pak. Maaf kalau salah, tapi saya tadi sudah mempersilakan Pak Aldo untuk masuk bersama mobilnya." kata satpam tersebut.
"Iya, betul Pak. Saya sendiri yang memutuskan untuk parkir di luar karena saya kira gak akan lama mengurus masalah Era kemarin sekaligus ingin berolahraga," Kata Aldo agar Pak Satpam tidak disalahkan terus hanya masalah parkir di luar gerbang sekolah.
Aldo pun berpamitan kepada kepala sekolah lalu masuk kedalam mobilnya yang kemudian berjalan meninggalkan gedung sekolah itu.
Aldo menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju kampus dimana ia mengajar setelah sampai di area parkir kampus Aldo pun bergegas keluar dari mobilnya dan berjalan ke kelasnya untuk segera mengisi mata kuliahnya.
selama dua jam penuh ia memberikan materi pembelajaran di mata kuliahnya, lalu ia berpindah kelas dan mengajar dua jam mata kuliah, begitu terus hingga jam 12.00 siang ia pun ke Masjid kampus untuk menunaikan sholat dhuhur.
Setelah selesai ia pun berjalan meninggalkan Masjid menuju mobilnya kemudian masuk kedalamnya lalu melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan kampus menuju ke apartemennya melihat kondisi Istrinya paska kejadian di sekolah yang tidak menyenangkan.
30 menit kemudian ia sudah sampai di Area parkir, keluar dari mobilnya berjalan menuju lobby lalu masuk kedalam lift yang membawanya kelantai lima, setelah sampai pintunya pun terbuka ia berjalan menuju flatnya kemudian menekan paswordnya dan pintu pun terbuka ia pun masuk kedalam setelah mengucapkan salam.
Tak ada jawaban membuatnya sedikit cemas, dengan langkah lebar ia mempercepat jalannya mencari keberadaan istri kecilnya, ditengoknya kamar tidur tidak ada.
Lalu berjalan kembali menuju ruang tengah yang ternyata lengang lalu ia pun berjalan ke dapur dan mendapati istrinya kecilnya tengah menggoreng sesuatu, yang Aldo sendiri tidak tahu dan belum pernah memakannya.
__ADS_1
"Masak apa? Kenapa Abang salam tidak dijawab?"tanya Aldo sambil memeluk istri kecilnya dari belakang.
"Buat Bakwan sayur, lagi ingin makan itu, Bang."