
Hari sudah larut Dantai dan Anta berpamitan untuk pulang.
Mereka masuk dalam mobil dan mobil itu berjalan meninggalkan tempat resepsi Rizal dan Sari.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang
membelah jalanan yang sudah mulai sunyi, beberapa menit kemudian mobil pun masuk ke halaman Villa.
Andi tergopo-gopo keluar Vila menyongsong anak dan menantunya yang baru datang sementara Andi dan Rena datang waktu hijab khobul.
"Kenapa pulang larut malam,"
"Maaf pi, tadi di todong suru nyanyi dulu."
"Ya sudah cepat masuk, anginnya dingin."
"Iya, pi apa mami sudah tidur," tanya Anta
"Itu lagi diruang piano." kata Andi.
"Mas Aku ke ruangan piano,"
Dantai mengangguk," perlu mas antar."
"Tidak usah, mas lupa pesan nyonya Celo
mas harus membiarkan ku sendiri."
"Baiklah, hati-hati."
Dantai pun menemui Andi dan duduk di teras Vila.
"Papi tak menemani mami di ruang piano."
"Kamu sendiri?"
Dantai terkekeh," Aku pikir mungkin Anta ingin bersama mami, mengungkapkan perasaan yang tak nyaman selama ini di Pendam."
"Papi juga memberikan ruang untuknya memahami apa yang ada di sudut hatinya."
"Bagaimana sih papi bertemu mami?"
Andi terkekeh," Dia anak teman Ayah ku, di suatu pertemuan bisnis aku bertemu dengannya, Dia memainkan piano begitu indahnya. Singkat cerita aku mencintainya. Kami menjalin kasih hingga suatu ketika aku melamarnya.
__ADS_1
Ia menyetujui asal aku membiarkan berkarir di musik hingga mencapai puncak ke ke Inginannya membuat surat perjanjian pra nikah yang membuat tangan ku terikat dan mulut ku terkunci dengan perjanjian itu."
"Papi pasti sangat mencintai mami."
"Ya, Dan itu betul. Bahkan ambisi menjadi ketika Ana berusia 3 tahun sudah piawai dalam bermain piano, waktunya hanya untuk Diana."
"Apa waktu kecil Anta tak menunjukan bahwa ia juga berbakat?"
"Menunjukkan Dan, tapi tak sepiawai Ana, putri ku Anta itu lebih suka membaca buku, dari pada bermain piano."
"Apa itu sebabnya Anta lebih dekat dengan Papi?"
"Iya betul itu Dan," Andi terkekeh.
Sementara itu Anta sudah di samping pintu ruang piano, awalnya ia mendengar ibunya memainkan lagu yang di ciptakan Diana namun lama kelamaan lagu itu berubah, alunan nadanya itu adalah gubahan lagu yang Anta buat pada lagu Ana.
Anta terus melangkah mendekati suara alunan melodi yang dimainkan maminya, Semakin dekat dan dekat lalu memeluknya dari belakang.
"Ann?" seketika alunan musik itu berhenti dan tangan Rena memegang tangan putrinya itu.
"Mama Rindu kalian, dan mama sangat merindukan mu An."
"Apa betul mami merindukan ku? maaf mi Anta merasa selama ini hati mami hanya untuk Diana."
"Tidak mi, mungkin An saja yang mempunyai prasangka buruk pada mami padahal mami juga menyayangi An. Bagaimana mami tahu lagu itu?"
Rena tersenyum mengurai tangan Anta yang sedang memeluknya dari belakang.
Dia berdiri berbalik kearah menghadap pada putrinya itu lalu Meraih tangan Anta," Ayo kita duduk di sana bumil tidak boleh lama-lama berdiri," kata sambil mengandeng tangan Anta mengajak duduk di sofa. Mereka berdua berjalan menuju sofa dan duduk di sana.
"Mam, sejak kapan mami tahu lagu itu."
"Sudah lama, An bahkan sebelum Ana meninggal."
"Waktu itu setelah show mami langsung pulang bersama Ana, karena papi menelpon bahwa ia tak bisa pulang, waktu itu sudah malam dan ana tertidur di mobil, mami meminta sopir memindahkan Ana di kamarnya. Ketika mami akan ke kamar mu terdengar suara dentingan piano yang begitu dinamik dan Indah, mami saat itu terkejut An, tapi mami tahu kau lebih menyukai buku di bandingkan dengan musik bagimu musik hanya pengantar lelah. Awalnya mami ingin kamu meraih impian mu sendiri An, Yah mungkin kamu seperti papi yang kepandaiannya luar biasa. Mami pun tak jadi menemui mu membiarkan diri mu larut dengan perasaan mu sendiri An."
"Mami Anta salah faham pada mami, maafkan Anta mi."
"Tidak, kau tidak salah sangka An, ketika Ana pergi dan memintamu untuk menggantikannya, ambisi mami mu ini kembali."
Kau punya bakat istimewa mami tidak ingin kau sekedar menggantikan Ana tapi mami ingin kamu berkiprah dengan namamu sendiri hingga mami mengumumkan bahwa Ana akan sekolah di luar negeri dan tak lagi bermain piano."
"Mami, apa yang mami lakukan adalah benar apa yang mami katakan adalah benar, bahwa aku tak boleh menyia-nyiakan bakat ku tapi aku salah paham dengan mami." Kata Anta memeluk maminya sambil menangis tersedu.
__ADS_1
"Tapi itu membuat mu tak memeluk mami lagi sayang dan mami menjadi jiwa yang keras tak lagi memeluk mu."
"Mami Anta rindu mami, rindu seperti ini, sangat merindukannya mi."
"Sama An mami juga merindukan ini, maukah kau menemani mami menengok rumah kita di Singapura?"
"Iya mami, Anta mau."
"Apa kamu mau menemani mami menengok makam Diana?"
"Iya mami, Anta mau."
Dua pria yang berdiri diambang pintu itu pun masuk dan saling memeluknya wanita yang dicintainya.
"Dan ajak istri mu istirahat," pinta Rena pada Dantai
"Baik ma!"
Dantai mengandeng istri mengajak keluar dari ruangan itu menuju kamar tidurnya
Didalam kamarnya Dantai menenangkan istrinya," Bun, sudah nangisnya kasihan loh anak kita jadi ikut sedih."
"Bunda cuma menyesal kenapa selama ini, punya prasangka bahwa mami tak sayang pada ku," katanya sambil terisak dan memeluk suaminya.
"Mungkin mami selalu ingat Diana jika dia melihat mu bun, hari ini mami baru bisa menyingkirkan rasa sedihnya kehilangan anak dan sanggup merangkul hati mu bun." kata Dantai lembut.
"Ayo bumil! tidur sudah malam ini." kata Dantai membantu membaringkan tubuhnya istrinya di ranjang, dan ia pun berbaring di sebelahnya.
sementara itu Andi memeluk sang istri, "terimakasih mam."
"Yuk kita istirahat juga," kata Andi pada Istrinya.
Rena tersenyum,"Trimakasih, ya pi selalu mencintai mami walaupun mami menyebalkan."
Andi tersenyum menggandeng sang istri ke kamar, " mulai sekarang lihat lah Anta secara utuh, jangan melihatnya sebagai sosok Diana di dalam dirinya mi. Diana tetaplah Diana pribadi yang berbeda dengan putri mu Anta. Anta tetap lah Anta mi."
"Iya pi mami salah memperlakukan Anta"
"Papi juga mi, mari kita perbaiki sama-sama."
"Hem.. tapi mami gak bisa tidur pi."
"Apa perlu kita olah raga malam?agar mami lelah dan bisa tidur." katanya sambil mengerakan alisnya keatas dan kebawah. Rena tertawa sambil memeluk suaminya dan menyusupkan wajahnya di dada suaminya.
__ADS_1
Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.