
Dantai berjalan menuju Apartemennya menekan tombol pasword apartemennya.
Pintu pun terbuka di mengucapkan salam dan di jawab oleh Anta dari dalam.
Dantai masuk kedalam Apartemen dan menutup pintunya kembali.
Dantai mencari istrinya di kamar namun tak menemukan lalu bergegas ke dapur, melihat istrinya duduk di depan meja makan sambil memakan mie rebus instan.
"Apa makan itu sehat?"
"Kan gak sering mas tadi itu aku ingin sekali."
"Hem." Dantai menatap lekat istri."
"Tadi makannya banyak."
"Makan apa saja coba mas ingin tahu jangan sampai anak kita yang di dalam perut kelaparan."
"Tadi salat buahnya habis, dedek lapar, pingin makan mie instan."
"Sekarang pingin apa mas buatkan."
"Sekarang gak ada gak tahu nanti."
"Baik lah, mas mandi dulu nanti habis isya kita ke dokter kandungan ya," katanya sambil tersenyum.dan anta pun mengangguk.
Dantai masuk di kamar lalu mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi, 30 menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.
Dantai membuka lemari pakaian mengambil baju Koko dan sarung.
Adzan magrib berkumandang, Dantai duduk di atas sajadahnya yang sebelumnya sudah menyiapkan sajadah dan mukena untuk istrinya.
Anta masuk kedalam kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi Anta mengambil air wudhu, setelah selesai ia pun keluar menempati sajadah yang di siapkan Dantai lalu mengenakan mukenanya.
Dantai melihat ke belakang, istrinya sudah siap. Dia pun berdiri dan mulai Takbiratul ihram memimpin Sholat magrib.
Setelah salam Dantai memutar duduk kearah istri dan memberikan punggung tangannya. Anta mencium punggung tangan Dantai kemudian Dantai pun memutar kembali duduknya menghadap kiblat.
Berdoa, berdzikir hingga waktu isya, dia pun memimpin kembali sholat isya, setelah selesai ia membaca doa dan dzikir. Anta kembali mencium punggung tangan suaminya. Setelah selesai doa dan dzikir Anta melepaskan dan melipat mukenanya lalu beranjak dari duduknya berjalan menuju lemari mengambil baju untuk di kenakan menemui dokter kandungan.
__ADS_1
Dantai pun sama melepaskan baju Koko dan sarungnya. berganti pakaian yang lebih santai.
"Sudah siap sayang sayang?" tanya Dantai pada istrinya.
"Hem." jawab Anta sambil beranjak dari duduknya. Dantai meraih tangan istrinya berjalan bergandengan tangan keluar dari kamar dan berjalan menuju pintu keluar apartemennya lalu di tutupnya pintu apartemennya itu mereka berjalan menuju lift. Dantai menekan tombol pintu lift tertutup menekan tombol 1 maka lift itu bergerak menuju ke lantai dasar. lift berhenti dan pintu pun terbuka buka.
Mereka keluar dari lift berjalan melewati lobby menuju tempat parkir mobil Dantai membukakan pintu penumpang di sebelah kemudi menaruh tangannya di atas agar kepala istrinya tidak terbentur, memasangkan sabuk pengaman lalu menutup pintu mobil. Dia berjalan memutar dan masuk, duduk di belakang kemudi. mengenakan sabuk pengaman, lalu menstater mobilnya dan mobil itu pun berjalan dengan kecepatan sedang menuju klinik dokter kandungan.
Tak seberapa lama mereka sampai pada tujuan. Mobil berhenti di tempat parkir, Datai membantu melepaskan sabuk pengaman Anta, dan di melepaskan sabuk pengamannya sendiri. Mereka keluar dari mobil menuju klinik, mereka duduk di kursi tunggu hingga nama mereka di panggil. Mereka pun beranjak dari duduknya dan berjalan di ruang pemeriksaan dokter Emma.
"Silahkan duduk ibu, bapak." Sapanya ketika Anta dan Dantai berada di ambang pintu.
Mereka pun duduk berhadapan dengan dokter Emma.
"Sudah telat sekitar berapa minggu?" tanya dokter Emma.
"Sekitar 5 Mingguan dok." Jawab Dantai.
"Bapaknya ya yang jawab kata dokter Emma terkekeh.
"Dantai pun tertawa," Iya kami menikah hampir satu bulan lebih, dan setelah pernikahan saya rasa saya belum libur sama sekali.
Baik ibu ayo berbaring," kata dokter pada Anta.
Dantai membantu Anta berbaring dan dia pun berdiri di samping ranjang Anta.
"Dok apakah boleh saya rekam laporan USG di layar anda," Ijin Dantai.
"Silahkan pak." jawab dokter Emma.
Dokter Emma menyingkap baju atasan Anta mulai mengoleskan krim lalu dokter Emma menggerakan alatnya ke kiri dan ke kanan kebawah dan ke atas memutar-mutar.
"Ya, betul pak perkiraan kehamilan antara 5- 6 minggu ya pak. ini ada 2 kantong ibu, pak. artinya dalam kandungan istri anda ada dua janin."
"Selamat ya pak dan ibu bayinya kembar.
Dantai tersenyum bahagia.
Dokter memberikan banyak pengarahan dan memberikan resep vitamin yang harus di tebus Dantai di apotik.
__ADS_1
Setelah selesai mereka pun keluar dari ruangan dokter Emma.
Mereka berjalan berdua bergandengan menuju mobilnya. Mereka masuk kedalam mobilnya dan mobil itu berjalan meninggalkan klinik itu.
"Sayang kita langsung pulang atau jalan-jalan dulu."
"Aku ingin Bubur yang tadi pagi.
Dantai mengarah ke tempat penjual bubur cha-cha.
Banyak pembeli yang sedang mengantri, Dantai pun ikut mengantri untuk membelikan bubur yang di inginkan sang istri.
Tak seberapa lama akhirnya Dantai mendapatkan makanan yang di inginkan oleh istrinya.
Malam belum larut kendaraan roda empat itu berputar-putar di jalan raya mencari makanan yang sekiranya di ingginkan sang istri.
Tak hanya bubur cha-cha yang di inginkan istrinya, Anta tiba-tiba saja ingin Tang yuan yang pernah di makannya dengan nyonya Celo.
yang terbuat dari bahan utamanya terdiri dari beras ketan dengan teksturnya yang lengket.
Setelah jadi akan dibentuk seperti bola yang dimasak menggunakan kuah berbahan dasar jahe dan kacang. dihidangkan dengan bentuk yang polos atau ditambahkan isian kacang lainnya.
Dantai pun berputar-putar mencari menu itu.
Roda mobil masih mengitari jalan raya Singapura yang sudah mulai lengang namun masih beberapa orang masih berlalu lalang seolah malam yang tidak pernah ada matinya.
mobil Dantai membelokan ke sebuah kedai yang menjual Tang yuan yang begitu banyak pembeli. Dantai mengantri cukup lama akhirnya mendapatkannya. Dantai berjalan menuju mobilnya di mana istrinya menunggu. Makanan yang di taruh di bowl dilengkapi dengan sendok itu di serah kan istri begitu sampai, masuk dan duduk di kursi pengemudi.
Anta menerimanya dengan antusias. Dia segera membuka tutup bowl dan mengambil sendok lalu memakannya di tempat.
Dantai membiarkan istrinya untuk makan terlebih sebelum menjalankan mobilnya.
Dengan rasa sayang di belai lembut perut sang istri. Anak-anak ayah doyan banget nih, lapar apa memang suka sayang." katanya berkomunikasi dengan anak yang masih dalam kandungan ibunya dan masih berupa janin itu.
"Mau apalagi sayang?"
" mau Toas boleh?"
"Boleh sayang ayo kita cari." katanya sambil memasangkan sabuk pengaman pada sang istri. Tak lama kemudian mobil itu pun berjalan kembali mencari makanan yang di inginkan Anta.
__ADS_1