Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Resepsi


__ADS_3

Sari kembali gesture tubuh Anta," Apa mbak Anta hamil.


"Iya, usia kandungannya sudah mencapai 6 minggu." Jawab Dantai dengan hati gembira.


"Wah selamat mbak Anta, aku senang sekali mendengar kabar ini."


"Sebentar lagi kita juga akan berusaha keras untuk menyusul Dantai dan Anta,'" kata Rizal sambil menyeringai. Sari memukul lengan suami yang bicara sembarangan. Dantai tertawa


"Lah, itu benar kan, Dan. Kalau ingin mendapatkan hasil yang maksimal harus berusaha dengan keras."


Dantai terkekeh," Betul, itu bukan kah mbak Sari sudah menunggu momen ini lama kan."


"Ah, mas Dan, Kenapa jadi bongkar rahasia sih," katanya sambil mencebikan bibirnya.


"Betulkah?" kata Rizal sambil memeluk sari lalu menatap dengan mesra.


"Hem-hem kami masih di sini loh." kata Dantai terkekeh.


"Aduh, Bapak-Bapak bahasannya begitu...ya, mas Dan pinjam mbak Anta ini bumil harus segera makan saya akan melayani anda dengan senang hati."


"Ok! tolong jaga jangan sampai jatuh."


"Beres mas Dan." sambil mengacungkan jempolnya lalu membawa ke stand makanan.


"Ayo mbak pingin apa ada bakso ada sate ayam, ada sup, ada panggang ayam, Ada balado udang."


"Wah itu kesukaan mas Dan,"


"Ok! tak ambil kan sekalian mas Dannya ya mbak."


"Iya, boleh ambilkan panggang dan balado udang."


"Mbak An jangan jauh-jauh."


"Udah gak papa kamu ajak ngomong terus.nanti aku ikuti."


Wah mbak An ada kemajuan nih, Sari jadi seneng."


Setelah selesai mereka berjalan menuju tempat duduknya kembali.


"Ini untuk mas Dan," kata sambil memberikan piringnya.


Dantai menyodorkan tiket bulan madu ke Maldives tempat paling favorite.


"wow, mas Dan tahu kalau saya ingin bulan madu di sana."


"Tentu, aku pasti tahu." kata Dantai terkekeh.


" Mas Rizal mau di ambil kan juga ni?"


"Iya tolong ambilkan menu sama dengan Dantai."


"Sudah tahu mas."


"Wah so sweet sampai tahu makanan ke sukaannya" seloroh Dantai.


"Nah kalau makanan kesukaan Sari mas Rizal tau gak nih?" tanya Anta.


"Tahu lah."


"Apa coba,"


"Dia itu suka bakso, mie ayam, dan makanan gak sehat semuanya dia suka,"


kata sambil terkekeh


"Ayo lagi membicarakan aku ya."


"Enggak." jawab mereka serempak ketika Sari juga membawa semangkuk bakso, Dantai tertawa.


"Gak papa dek, Ayo duduk sini dari tadi kamu gak makan malah bawa bakso, sini mas suapi kita sepiring berdua."


"Aku malas makan nasi mas,"


"Harus! aku gak mau pas waktunya itu malah pingsan."


"Hadew bun mereka loh malah pamer kemesraan, habis ini kita pulang aja bun Ayah juga mau jenguk anak-anaknya ayah."


"Kembar mas Dan, mbak An?" tanya mereka serentak.


"Iya," kata Dantai.


"Mas Rizal kapan-kapan kita mampir kerumahnya mas Dan di Singapore.

__ADS_1


aku pengen tahu."


"Iya dek pasti kita kesana."


"Itu gimana ceritanya kok mas Rizal suka sama mbak Sari."


"Dia itu kecilnya itu kan sama saya mas Dan, apa-apa juga sama saya. mandi dan segalanya itu sama saya."


"Ini jadi luar dalam sudah tahu berarti?"


"Ya sudah to mas, cuma dulu kan kelihatan kecil sekarang yo sudah besar to mas." Dantai tertawa mendengar banyolan mas Rizal.


"Apa yo to mas Rizal yang sudah gede itu."


"Ya kamu to dek yang sudah besar, terus apa yang besar, jangan-jangan otak mu dek yang nyasar kemana-mana." Dantai tertawa saja.


"Mas nyumbang lagu dong pakai gitar aja wis gak popo mas sing penting Rame lah mas."


"Yo wis endi gitare tak nyanyi aku."


(Ya sudah mana gitarnya saya tak menyanyikan lagu)


"Sebentar mas tak ambil no gitar yo."


"Iya mas tak tunggu."


Rizal masuk kedalam dan keluar lagi mengambil gitar.


"Lagu cidro yo mas, manggo mas lengga neng kene lo mas neng panggong cek ketok tenanan lek sampen iku nyanyi mas."


( Lagu cidro ya mas, mari duduk di sini mas di panggung supaya kelihatan kalau benar-benar nyanyi)


"Ya jelas nyanyi toh mas wong ya wis gowo gitar." katanya sambil terkekeh.


(Ya jelas nyanyi toh mas kan sudah bawa gitar)


Dantai memetik gitar dengan sangat mahir. dan mulai bernyanyi Cidro.


Wis sak mestine ati iki nelangsa


Wong sing tak tresnani mblenjani janji


Opo ora eling naliko semana


Kebak kembang wangi jroning dada


Kepiye maneh iki pancen nasibku


Kudu nandang lara kaya mengkene


Ora ngiro jebulmu lamis wae


Gek opo salah awakku iki


Kowe nganti tego mblenjani janji


Opo mergo kahanan uripku iki


Mlerat banda seje karo uripmu


Aku nelongso mergo kebacut tresno


Ora ngiro saiki ne cidro


Kepiye maneh iki pancen nasibku


Kudu nandang lara kaya mengkene


Ora ngiro jebulmu lamis wae


Gek opo salah awakku iki


Kowe nganti tego mblenjani janji


Opo mergo kahanan uripku iki


Mlerat banda seje karo uripmu


Aku nelongso mergo kebacut tresno


Ora ngiro saiki ne cidro


Ora ngiro saiki ne cidro

__ADS_1


**************


"Nambah yo mas, lah suarane enak tenane mas, judule ojo dibandeng-bandengke mas." teriak tamu undangan yang masih belum pulang.


"Ngeh sampun setunggal mawon nge bu, saaken estri kulo ngrantos teng mriko lo bu."


( Ya sudah satu saja ya bu kasihan istri saya nunggu di sana)


Dantai mulai memetik gitar kembali dan mulai bernyanyi lagi.


Wong ko ngene kok dibanding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyak'o aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Ku berharap engkau mengerti di hati ini


Hanya ada kamu


Jelas bedo yen dibandingke


Ora ono sing tak pamerke


Aku ra iso yen kon gawe-gawe


Jujur sak onone


Sopo wonge sing ra loro ati


Wis ngancani tekan semene


Nanging kabeh ora ono artine


Ra ono ajine


Wong ko ngene kok dibanding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyak'o aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Ku berharap engkau mengerti di hati ini


Hanya ada kamu


Sopo wonge sing ra loro ati


Wis ngancani tekan semene


Nanging kabeh ora ono artine


Ra ono ajine


Wong ko ngene kok dibanding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyak'o aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Wong ko ngene kok dibanding-bandingke


Saing-saingke yo mesti kalah


Tak oyak'o aku yo ora mampu


Mung sak kuatku mencintaimu


Ku berharap engkau mengerti di hati ini


Hanya ada kamu


Ku berharap engkau mengerti di hati ini


Hanya ada kamu


"ngapunten sampun geh, lah istri kulo sapun sayah sanget niki kulo badhe wangsul niki, ibu-ibu kalean Bapak-bapak." kata Dantai sopan

__ADS_1


(Maaf sudah ya, istri saya sudah sangat capek, saya mau pulang ini ibu-ibu dan Bapak-bapak)


Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.


__ADS_2