
Pagi itu Dantai mengantar istri menemui nyonya Celometa.
Mobil Dantai berhenti di kantor nyonya Celometa. Keluar dari mobil dan berjalan menuju lobby, Menemui resepsionis," Kami Ingin bertemu dengan nyonya Celometa, kami sudah ada janji."
"Ok! pak mari ikut saya sudah ditunggu di ruangan nyonya."
Mereka berjalan menuju ruangan Nyonya Celometa. Dantai mengetuk pintu ruangan nyonya Celometa, terdengar dari dalam perintah untuk," Masuk."
Dantai dan Anta masuk ke ruangan, nampak nyonya Celometa menyambut mereka," ayo duduk Dan."
Mereka berdua pun duduk," Nyoya Celometa kenalkan ini istri saya Dianta Anta Bella.
"Senang bertemu dengan mu nona Anta, saya Celometa yang akan melatih anda."
"Suami saya sudah bercerita tentang anda dan saya terkesan, merupakan suatu kehormatan luar biasa bisa di latih anda langsung."
"O ya, Anda berlebihan nona, Anda bisa tinggalkan istri anda di sini tuan."
"Baiklah saya permisi dulu." Dantai pamit pada Celometa. mencium dahi istrinya.," Nanti ku jemput." Anta mengangguk.'
Dantai pun meninggalkan ruangan Celometa menuju mobilnya. dan mobil itu berjalan meninggalkan perkantoran nyonya Celometa.
Celometa mengajak Anta kesebuah ruangan yang sangat luas. Di sebelah kiri ruangan ada berbagai alat instrumen sekali tekan maka seluruh musik instrumen itu pun berbunyi tanpa kecuali. disebelah kanan terdapat kursi yang di susun dengan begitu rupa untuk sebuah latihan pada Anta.
Ini adalah sebuah latihan untuk mengembangkan memori visual karena otak orang buta mengelola informasi visual dari saluran lain namun tak bisa di jelaskan kesadaran dari mana asalnya.
"Ok! Anta mulai dari sini mencoba berjalan dengan langkah biasa."
Anta pun berjalan dengan ritme biasa dan membuatnya bertabrakan dengan meja itu.
"Coba menstimulasi diri mu sendiri Anta.
bawah di sini ada beberapa benda kamu harus melewatinya dan juga Jangan terlalu banyak berpikir, pergi dan lakukanlah. Jangan berpikir terlalu banyak di benak mu An rasakan ada sesuatu di sekitar mu dan mulai lah berjalan dengan durasi cepat."
"Anta menarik nafas panjang dia berusaha konsentrasikan fikirannya lalu berjalan cepat melewati bangku-bangku itu dan dia tidak menabraknya."
"Nyonya saya bisa melakukanya,"kata Anta dengan gembira.
"lakukan itu di rumah anda juga An,"
"Ya, baiklah nyoya."
"Coba konsentrasikan pikiranmu An coba ikuti suara ku dan carilah di mana aku? dan berjalan lah kemari."
__ADS_1
Anta mencoba memusatkan pendengaran lalu berjalan menghampiri nyonya Celometa. Celometa tersenyum," sekarang coba ikuti langkah kaki ku, kita akan kesebuah ruangan.
Anta pun mengikuti langkah kaki Celometa dan mereka berada di suatu ruangan.
"An, kita akan melatih Indra pendengaran mu dan perasa mu."
"Baik nyonya."
"tiba-tiba terasa ruangan begitu dingin lalu biasa kemudian panas lalu biasa lagi.
"An ikuti langkah saya."
"Ya nyonya."
"Celometa berdiri di depan sebuah kompor, "Kemarilah An, di depan ada sebuah kompor aku akan menyalakannya dengarkan suaranya lalu rasakan hawanya radius 5 cm dari panas api," kata Celometa memegang tangan Anta ke api sedekat 5 cm.
"Sekarang aku matikan, konsentrasikan dirimu dan rasakan ada apa di sekeliling mu. Sekarang cobalah memasak air."
Anta melakukan apa yang di perintahkan nyonya Celometa dan dia berhasil.
Lalu anta di bawah keruangan lain. Ada banyak suara yang harus Anta kenali satu persatu dari sekian banyak suara.
Nyonya Celometa menekan tombol secara otomatis semua alat instrumen musik yang berbunyi bersama dengan bantuan teknologi canggih yang di ciptakan sendiri oleh ayah Celometa. Celo mulai bertanya dan meminta Anta menghampiri alat musik satu persatu dari alat musik yang disebutkan oleh Celo.
"Kak Celo trimakasih untuk hadianya dan masalah mata itu tetap jadi milikmu, Kebutaan ku jelaslah berbeda. Aku mengalami kebutaan karena benturan kepala saat kecelakaan dan kerusakan pada otak ku kak."
"Ya, kau benar Anta, aku sangat berterima kasih pada gadis itu.
"Diana, ia mirip dengan ku dan pasien kangker otak."
"iya betul,"
"Iya kak Diana saudara kembar ku."
"Ah, akhirnya aku bertemu dengan An, dia menitipkan dirimu pada ku dan aku senang sekali."
"Trimakasih kak."
Tak seberapa lama datanglah Dantai dan Brian untuk menjemput Anta mereka berbincang-bincang sebentar.
"Honey bagaimana dengan latihan?
"Menyenangkan kak Celo orangnya sabar, kak Celo, kak Brian kami pulang dulu, trimakasih hadianya."
__ADS_1
Mobil Dantai pun berjalan meninggalkan kantor Celo. Dantai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil melihat aura istrinya yang sangat bahagia.
"Mas boleh aku ambil kuliah?
"Tentu saja kau boleh mengambil kuliah apa yang kau mau."
"Kau Celo memberikan hadiah pada ku."
"Ya, nanti di buka di rumah ya."
Sesampainya di apartemen Anta pun membuka hadiah yang di berikan padanya alangkah terkejutnya isinya adalah laptop keluaran terbaru dengan modifikasi Printer kecil ukuran selebar kertas HVS. Alat itu di gunakan untuk mentransfer informasi di kertas menjadi infomasi suara di laptop memberikan perintah pada laptop untuk membuat file apa saja yang di inginkan.
"Mas ini hadiah terindah dari kak Celo."
"Kau senang?"
"Yah aku senang bahkan sangat senang."
"Baik lah akan ku siapkan makan malam."
"Boleh aku bantu mas?"
Dantai tersenyum, "boleh ayo kita masak bersama hari dapur milik kita bersama."
kata Dantai sambil merangkul sang istri berjalan bersama menuju dapur.
Dantai membagi pekerjaan dengan memberikan beberapa sayur pada Anta untuk di potong. Sesekali melirik istri kawatir tangannya kena pisau.
Dantai menghela napas panjang mulai sekarang ia tak boleh terlalu kawatir yang berlebihan terhadap istrinya, ia sadar selama ini yang membuat Anta tidak mempunyai kepercayaan diri itu karena dirinya yang selalu tidak membolehkan Anta untuk melakukan sesuatu yang menurutnya bahaya.
Dantai mengamati sang istri dari mulai memotong hingga mencuci sayuran sedikit surprise buatnya sang istri tidak meraba apa yang ada di hadapannya melakukan begitu saja layak orang yang bisa melihat.
" Mas ini sayurnya sudah selesai aku tunggu di meja ya."
"Siap tuan ratu." jawab Dantai membuat Anta tertawa.
Dantai mulai menumis bumbu, lalu memasukan sayuran kemudian daging lalu di tambah sedikit air di tumis sebentar, setelah masak ditaruhnya di piring.
membuat omlete, setelah selesai di taruh dalam piring dan membawanya kemeja makan.
Mereka pun mulai makan bersama dengan lauk yang di buat bersama, Anta terlihat sangat bahagia hari ini.
'
__ADS_1