
Kebahagiaan hadir di kedua keluarga Anta dan Dantai.
Semua berebut menggendong baby girl dan baby boy.
Salva begitu dari sekolah langsung minta di antar ke rumah sakit oleh bang Amru.
"Loh dek kok langsung ke sini, gak boleh gendong belum mandi belum ganti baju." kata Dantai mengingatkan adiknya.
Aduh bang pelit amat si bang tadi Salva cuci tangan dan kaki loh kak.
"Lihat aja ya tante, tunggu tante mandi dulu ya." kata Dantai sambil menggendong putra.
"Ayo Dan, kasih nama putra mu."
"Baik ya."
Yaa ayyuhash shobiyyu, innii sammaituka bimaa sammaakallaahu bihii fil azali. Innii sammaituka ( Emier Bayhas Dantai). Baarokallaahu laka.
lalu meletakan anak lelakinya di box dan mengambil Anak perempuannya di gendongnya bayi itu sambil membisikan doa sebelum memberi nama
Yaa ayyuhash shobiyya innii sammaituki bimaa sammaakillaahu bihii fil azali. Innii sammaituki (Emira Anta Bahira) Baarokallaahu laki.
lalu meletakan kembali dalam box bayi lalu mendoakan mereka.
Allahummaj'al hadzal isma mubarakal lahu faj'al bitho'atika isytighalahu wa bima yurdlika amalahu wa bitholabi 'ilmika ijtihadahu wakhtim bish shalihati ajalahu. Allahumma thowwil 'umrahu fi tho'atika wa tho'ati rasulika wa shahhih ajsadahu fi shihhatin wa 'afiyatin wa salamah. Allahummaj'alhu zaβiman fi waqti kibarihi wa tsabbit imanahu kaimani anbiyaika ila yawmiddin. Allahummarzuqhu rizqan halalan thoyyiban mubarakan jamilan wa ilal khoiri qurbahu wa 'anisy syarri ab'adahu ya arhamar rahimin.
"Ya Allah, jadikanlah nama ini berkah baginya, dan jadikanlah taat kepada-Mu merupakan pekerjaannya, dan perkara yang Engkau ridhai adalah cita-citanya, menuntut ilmu menjadi perjuangannya, dan akhirilah hidupnya dengan amalan saleh. Ya Allah, panjangkanlah umurnya dalam ketaatan kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu. Jadikanlah badannya dalam keadaan sehat afiat serta sejahtera. Ya Allah, jadikanlah dia pemimpin di waktu besarnya dan tetapkanlah imannya seperti iman para nabi-Mu hingga hari kiamat. Ya Allah, berikanlah rezeki yang halal lagi baik dan berkah, dan bagus. Dekatkanlah dia dengan perkara-perkara yang baik, dan jauhkanlah dia dari perkara-perkara yang buruk lagi jahat. Wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih."
"Nama yang indah panggilan siapa? tanya Rena pada menantunya
" Emir dan Hira mam."
"Hai, Hira ini onty Salva, masyaallah cantiknya Ponakan onty."
"Ayo sana onty pulang dulu mandi dulu sana, gak boleh pegang-pegang," kata Dantai berniat menggoda sang adik.
"Kak Anta suami mu benar-benar menyebalkan," katanya sambil menjebikan bibirnya."
"Itu kan abang mu dek," jawab Anta terkekeh.
"Iya, sayangnya dia abang ku." katanya sambil cemberut.
Dantai merangkul adiknya, "sana mandi di kamar mandi sana, ibu sudah belikan baju dan handuk tuh," katanya sambil matanya menyorot bungkusan plastik yang di tenteng Ibunya ketika masuk di ruang perawatan Anta.
Dengan ceria ia menghampiri ibunya," Bu itu baju ganti Salva." Ira mengangguk.
Dengan cepat mengambil bungkusan itu dan pergi ke kamar mandi.
Setelah mandi dan berganti pakaian dia pun menghampiri box ponakannya.
Dia mengambil baby Hira," Boleh ya kak."
Dantai tersenyum dan mengangguk.
"Hai Hira ini onty Salva, ehh? tersenyum. Aduh ponakan onty satu ini murah senyum den jadi gemes pengen bawa pulang."
Sementara baby Emir sudah berpindah tangan dari tadi dari ayah Harlan berpindah ke papi Andi.
Begitu pun dengan Hira dari tangan Salva, berpindah ke mami Rena.
__ADS_1
Kebahagiaan terpancar kepada kedua keluarga itu.
Tak seberapa lama kemudian mereka pun pulang tinggal Dantai saja yanga sedang menunggu istrinya pemulihan dan besok baru di perbolehkan pulang.
Si kembar sudah minum asi dan tidur dengan pulas.
"Sayang, tidurlah aku yang menjaganya nanti jika mereka bangun aku akan bangunkan kamu."
Anta mengangguk ia pun tidur, sedangkan Dantai tak bosan memandangi paras kedua anaknya.
Dantai memotret anak kembarnya yang sedang tertidur dan di pasangnya sebagai setatus Wanya.
Beberapa menit kemudian banyak ucapan selamat dari rekan bisnis, kuliah dan sahabat-sahabatnya.
Di grup wa friends sudah bermunculan wa dari teman-temannya.
Aril
[Assalamualaikum, Selamat Dan ponakan gue sudah nongol, Cewek apa cowok Dan]
Dantai
[Wa'alaikum salam cowok sama Cewek anak aku]
Rio
[ Yan punyak lesung pipit itu pasti yang ceweknya, Dan gue tungguin besar ya jadikan gue mantu lo]
Dantai
[Gue gak mau lo sudah tua Yo kasihan anak gue]
Rio
Gibran
[ nama anak lo siapa bro?]
Dantai
[Emir sama Hira]
Rio
[ Hira om padamuπ]
Rudi
[πππ Hira jangan mau udah tua betul yang di bilang bapak lo itu.]
[Ayo, meluncur ke Singapura, yok kita agendakan]
Rio
[ Awas ya wak lo gue sumpahi nikah sama CEO bar-bar itu.]
Rudi
[Siapa takut πππ€]
__ADS_1
[Ayo kapan bro? kita Agendakan]
Gibran
[Dia gak takut Yo, sebentar lagi dapat undangan]
[Hari Minggu berangkat pagi, kita ke depot Rudi hari sabtu]
Rudi
[ Ok! gue akan bilang dia kalau ada acara]
Rio
[ooh, siapa tuh dia? π]
Dantai
[ Ok! gue kirim tiket ke lo, aku left dulu gue ngantuk]
Dantai tidur di sofa di dekatkannya box dengan dirinya agar terbangun ke anak-anaknya menangis.
****
Sementara itu di malang Sari heboh melihat setatus Dantai
"Mas Rizal mbak Anta sudah melahirkan, kapan kita kesana? mas sudah janji loh."
"Iya dek kamu sendiri sedang hamil 7 bulan lebih loh, mbok di tunda dulu to dek sampai melahirkan dulu."
"Walah yo selak gede no mas wis ora bayi meneh, ngeneh iki yo lucu-lucu ne mas,"
Rizal menghelah nafas.
( Walah keburu besar mas sudah gak lucu lagi, kalau sekarang yo masih lucu-lucunya mas)
"Yo mas, Aku iki ngidam loh mas pingin neng omahe mas Dan, emboh lek anak mu ngiler."
(Ya mas, aku ini ngidam loh mas, ingin kerumahnya mas Dan, gak tahu loh nanti kalau anak kamu ileran)
"Dek -dek perawat kok percoyo nguno kuwi, ngiler iku mergo yo gorong duwe untu to dek."
(Perawat kok percaya gitu dek, ileran itu karena memang belum punya gigi to dek)
"Yo wis tak ngurusi ijin disek baru budal dek."
(Ya sudah tak urus ijin dulu dek)
"Walah maturnuwun yo mas, aku seneng banget iki ojo ngapusi lo mas," katanya sambi mencium pipi Rizal.
(walah trimakasih ya mas, aku seneng sekali jangan bohong lo mas)
"Yo kurang dek lek opane sakmunu wae."
( Ya kurang dek kalau upanya cuma segitu)
"Hem, sing kiwo yo wis tak wenehi cek gak iri, wis mas ojok jaluk liyane," kata Sari sambil mencium pipi kiri Rizal, Rizal pun tertawa melihat tingkah istrinya yang menggemaskan.
(Hem, Yang kiri sudah saya kasih biar gak iri, sudah jangan minta yang lainnya)
__ADS_1
Trimakasih telah berkunjung dan membaca karya saya, dukungan anda sangat berarti buat saya, selalu dukung saya dengan memberi Like dan koment agar lebih semangat lagi untuk update dan sehat selalu serta di berikan kelancar rizki bagi anda semua.