Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Pertunjukan yang memukau


__ADS_3

Setelah latihan mereka pergi ke restoran terdekat, untuk makan siang. Di sana kami pun berbincang-bincang dengan santainya.


"Jadi sejak kapan ni mbak Lila, Anta mendapatkan show-show beginian?" tanya Rio ingin tahu.


" Non Anta sejak SMP itu sama nyonya biasanya." kata Lila sambil menyendok makanan.


"Wah luar biasa kamu An tak mengira aku, cek....cek," kata Gibran


"Dan kenapa diam saja dari tadi?" tanya Aril dengan menyikut pinggang Dantai sedari tadi menatap Anta, tak mendengar pertanyaan Aril.


tiba-tiba Anta menyendokan makanan dan menyuapkan pada Dantai, pria itu menerima suapan Anta dengan nikmatnya membuat semua terbengong melihat Dantai.


"Kenapa kok pada lihat aku semua?" tanya Dantai kepada mereka.


"Apa kau sadar makanan di piring mu itu masih utuh?" kata Aril sambil memutar bola matanya. Dantai terkekeh sambil melihat piringnya dan kemudian piring Anta, makanan di piring Anta sudah habis karena disuapkan ke dia.


Dantai menyendok makanan di piringnya lalu disuapkan ke Anta." Habis rasanya lebih enak sih," jawab Dantai seenaknya.


"Mbak Lila jangan bilang mama ya!"kata Anta sambil terkekeh. Lila hanya mengacungkan jempolnya.


"Kalian ini gak kasihan sama yang lagi jomblo?" timpal Alex.


" Maklum efek kangen aku, jadi lupa sama Om dan yang lainnya," katanya sambil tertawa.


"Itu sama mbak Lila Om lagi kosong dia," kata Anta sambil terkekeh kembali.


"Beneran ni Lil?" tanya Alex


"Bener, ngapain tanya-tanya? Ehh kelepasan aku!" kata Lila sambil membekap mulutnya. semuanya tertawa, "Mau aku bawah ke KUA kalau kamu mau?" kata Alex sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aduh gak keren amat Om Alex nembaknya," kata mereka serempak kecuali Lila.


"Ril kamu duduk sini Ril biar aku di situ," pinta Om Alex sambil menarik tangan Aril untuk pindah agar bisa dekat Lila. Akhirnya Alex duduk dekat Lila, Anta memberi kode pada Dantai dan temannya untuk pergi.


"Om kita ke sana dulu ya," kata Dantai pada Alex "Ok, jam 13.00 sudah di sini ya nanti balik ke hotel dulu biar kalian bisa istirahat."


"Beres, Om semoga sukses," kata Dantai sambil kepalanya menunjukkan Lila sambil terkekeh kemudian mereka meninggalkan Alex dan Lila.


Merekapun berjalan menjauh dari restoran di mana Alex dan Lila.


"Dan, kita ke masjid dulu, yaa," kata Aril


"Belum juga duhur Ar," jawab Dantai


"Ya gak papa Dan, dari pada kita ngikutin kamu dan Anta, bisa jadi obat nyamuk kita," jawab Aril di iringi derai tawa Rio serta Gibran yang berjalan berlawanan arah dengan Dantai dan Anta.


"An, aku benar-benar gak ngira bisa ketemu kamu disini," kata Dantai sambil menatap wajah Anta.


"Dan kita mau kemana perasaan kita cuma memutari restoran ini?" kata Anta sambil mengernyitkan dahinya.


Dantai terkekeh," Kamu tau honey? Kepalaku rasanya kosong setelah ketemu sama kamu apa lagi menggenggam tanganmu, yang bicara hanya hatiku saja, di manapun kita melangkah asal denganmu tak masalah?" rayu Dantai


Anta ikut terkekeh," Ok! baiknya kita ke masjid saja sudah hampir duhur, sudah banyak setan yang yang membisikimu."


Mereka pun pergi ke masjid ternyata di sana juga ada Alex dan Lila.


Lila dan Anta mengambil wudhu di toilet wanita, lalu pergi ke musholla wanita.


sementara Alex,Dantai,Rio, Aril dan Gibran masih mengobrol di serambi masjid sambil menunggu Adzan dhuhur berkumandang.

__ADS_1


Adzan duhur pun berkumandang mereka memasuki shof masing-masing dan mulai menunaikan ibadah sholat jamaah, setelah selesai mereka pulang untuk beristirahat sebentar agar bisa maksimal untuk melakukan pertunjukan di malam harinya.


Jam 19.00 sore mereka sudah siap untuk menampilkan pertunjukan yang di yakini akan sukses. Dantai, Rio, Aril, dan Gibran sudah siap di panggung pertunjukan. Dantai memegang gitar dan vocalis, Rio pegang gitar, Gibran pegang drummer, Aril pegang biola dan Anta piano dan vocalis.


Anta yang terakhir naik ke panggung, dengan gaun yang indah dan langkah yang anggun menaiki panggung pertunjukan dan menggambil microphon dan berbicara dengan audience.


"Assalamualaikum bagi yang beragama lain selamat malam, di malam ini saya Beautiful Rose tidaklah sendiri, saya akan di temani oleh groub band dari Surabaya yang sudah terkenal di kalangan remaja pada saat ini yaitu Kumbang Jantan band yang di gawangi oleh Dantai dan kawan-kawan. Akan kami tampilkan pertunjukan yang membuat anda kaum hawa dan Adam menjerit dan histeris. Selamat menikmati persembahan kami."


Anta pun berjalan dengan anggunnya menuju ke piano. Sebelum mulai memainkan pianonya ia menyebutkan lagu yang akan ia mainkan.


"Faded by Alan walker." lalu ia mulai memainkan piano lalu di ikuti gitar, drum dan biola perpaduan musik yang apik, di sela permainan piano Anta menyanyikan lagu itu berduet dengan Dantai dan teman-temannya menjadi backing vokalnya.


Penampilan yang benar luar biasa, lagu pertama selesai, di iringi tepuk tangan yang meriah, lagu ke dua mulai akan di mainkan suara Anta menggema kembali menyebutkan lagu dan menyapa penonton. "Lagu ke dua kami persembahkan kepada ketua penyelenggara Bapak Surya dan berserta seluruh pengusaha yang hadir di sini dan hadirin semuanya, lagu slow untuk Anda semua berdansa, silahkan menempati Ballroom!"


Gibran dan Aril biola Dantai dan Rio gitar, Alone by Alan Walker.


Denting piano mulai terdengar diiringi dengan gitar dan biola menyusul arasemen musik lainnya yang indah, membawa rasa syadu bagi mereka yang berdansa, penonton begitu terbius dengan permainan mereka, lagu ke dua selesai kembali di iringi tepuk tangan, beralih ke lagu tiga Gibran beralih ke drum.


Suara Anta menggema kembali,"Luar biasa saudara Gibran terimakasih, jangan-jangan kalian semua bisa main biola ni?" Mereka hanya mengangguk dan tertawa, suara Anta pun terdengar lagi.


Saya minta saudara Dantai untuk memainkan biola, mohon panitia siapkan biolanya. Dantai pun terkejut dan semua temannya tertawa. Akhirnya Dantai meletakan gitarnya dan berganti Biola.


Suara Anta pun kembali terdengar, "Lost Control." Tak lama dentingan piano di ikuti gitar lalu drum dan biola, di saat permainan biola dimainkan sengaja alat musik lainnya berhenti dan permainan biola pun mendominasi, Dantai mulai menikmati permainan dan mulai melakukan improvisasi, yang di imbangi dengan Aril.


Beberapa saat kemudian, semua alat pun di mainkan membuat penonton terpukau, dan penonton bertepuk tangan, akhirnya lagu ke tiga pun selesai.


Untuk lagu ke empat saya meminta saudara Aril memainkan keyboard dan saudara Rio biola mendengar itu seluruh personal band tertawa. Anta pun kembali berbicara "Maaf sebelumnya ini permintaan dari Bapak Surya agar anda menampilkan perfoma yang lain dan spontanitas. Ini lagu terakhir yang akan kami bawakan. Di lagu ini saya tidak akan bermain piano hanya akan membawakan lagu Dengan saudara Dantai."


Anta berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Dantai dengan membawa microphon, denting Keyboard pun kembali terdengar diikuti gitar dari Datai drum dan kemudian biola, Anta dan Dantai pun mulai bernyanyi, ketika Dantai melakukan rap mereka semakin bersorak riuh.

__ADS_1


Mereka bernyanyi layaknya seperti pasangan dan suara mereka menyatu dengan indah di akhir penampilan mereka, mereka bergandengan tangan dan membukukan badan bersama memberikan hormat kepada penonton. Kemudian mereka turun dari panggung dengan tepuk tangan meriah dari penonton.


__ADS_2