Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Cemburu


__ADS_3

"Boy, pakai pindah ke belakang!" perintahnya pada putranya itu.


Bilal pun pindah kebelakang dan memakai headset.


Hira menatap suaminya tidak ada senyum di sana, menoleh kebelakang, putra sambungan tidak terlihat olehnya sudah duduk di bangku paling belakang.


"Dadd, biar Hira yang mengemudi, Dadd tidak dalam keadaan Baik-baik saja," kata Hira


"Duduk dan diamlah, Hira!" kataku sambil menyorotkan mataku ke dia.


"Om, Kenapa marah? Apa Hira melakukan kesalahan?" tanya Hira pada Rio


"Apa? Kau tak tahu kesalahanmu, Hira. Kau itu sudah dewasa sudah bukan anak-anak lagi, seharusnya apa yang kau lakukan itu kamu pikir terlebih dahulu, kalau kamu belum menikah dengan ku terserah kau mau berbuat apa tanpa harus mempertimbangkan perasaanku Hira," kata Rio sambil mengemudi dan berkali-kali dia mengumpat tak pernah Hira mendengar Om Rio berkata sekeras itu padanya.


"Kau memakai kostum seperti itu yang menutupi dadamu saja berlari melompat dan keringat mulai membasahi tubuhmu, kau tahu mereka menatap lapar, Hira! Bahkan ingin membawamu ke tempat tidurnya aku sebagai suamimu merasa di te l@ j@ngi dan di lempar kotoran di mukaku, belum tadi pria yang membawa pakaianmu itu menciumi pakaian seolah dia mencumbui tubuhmu," katanya sambil mengemudi,


"Maaf kalo itu membuat Daddy marah," kata Hira.


"Jelas aku marah kau itu istriku, Hira. Aku di sana seperti laki-laki bodoh!" teriaknya lagi


"Sialan!" umpatnya lagi dan menekan klakson dengan keras.


Rio mengemudikan dengan sedikit kecepatan kencang. "Dad kita bawa Bilal jangan terlalu kencang."


"Aku masih bisa kendalikan diri, kamu diam saja!" katanya.


Akhirnya Hira hanya diam saja dia tahu sekarang, bahwa suaminya terbawa cemburu, Dia tak mau Rio semakin marah.

__ADS_1


Ya dia mulai berfikir bahwa apa yang menjadi kesenangannya memang harus di batasi tak selamanya harus di turuti, dia sudah menjadi istri tentunya harus mempertimbangkan perasaan suami.


Mobil tiba-tiba berhenti di sebuah butik dengan melepaskan sabuk pengaman Rio berkata," Tunggu di sini jangan kemana-mana!" larang Rio.


Hira hanya bisa mengangguk dan menunggu dalam mobil tak ada yang bisa dikatakannya karena semakin berbicara semakin membuat suaminya marah.


Rio membuka pintu mobil lalu berkata, "Lepas kemeja sekarang juga ganti pakai yang ini."


Hira menurut dia melepaskan kemejanya lalu memberikan pada Rio, pria itu pun menerima kemeja Hira dia menutup pintu mobil dan berjalan ketempat sampa ia pun membuang kemeja itu lalu kembali lagi menuju mobil.


Dia membuka pintu dan duduk di belakang kemudian lalu menutupnya kembali lalu mengenakan sabuk pengamannya dia tak melihat Hira sama sekali, setelah itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, lalu dia kembali berhenti di gerai pizza hurt, kemudian keluar kembali tak seberapa lama ia membawa dua kotak pizza, satu kotak berisi burger dan hotdog serta minuman dingin, kembali masuk ke dalam mobil menyerahkan satu kotak ke Hira dan Roti dan minuman dingin di taru di samping kursinya, kemudian memanggil putranya


"Boy, apa kamu tidur? Ini isi perut dulu," kata Rio lembut tapi tak menyapa Hira sama sekali.


"Tidak dong Dad, nunggu Daddy selesai marahin Mamud," katanya terkekeh sambil menerima satu kotak pizza.


Rio tidak tersenyum juga tidak marah. Dia duduk di bangku kemudi, dan kembali memasang sabuk pengamannya lalu mengambil satu buah burger dan menggigitnya lalu melajukannya mobil melintasi jalan.


"Bil!" panggil Hira sambil menyodorkan minuman pada Billal dan Anak lelaki itu menerima pemberian maminya itu dengan senyuman seolah ingin merubah mood Hira yang sedang buruk.


"Dad, minum?" tanya Hira sambil menyodorkan minuman ke arah bibir Rio. Pria itu pun mencecap minuman lewat sedotan yang disodorkan Hira setelah selesai melepaskan tanpa bicara ia terus mengemudi sambil menghabiskan roti burgernya setelah itu ia mengambil minuman sendiri tanpa menunggu sang istri mengambilnya.


Hira makan pizza sedikit kurang berselera biasanya sang suami selalu saja membuat candaan sekarang jadi sepi, tidak ada pembicaraan sama sekali.


"Kenapa, tidak enak?" tanya Rio


"Enak cuma gak selera saja," katanya pada suaminya itu.

__ADS_1


"Makan, saja kamu butuh tenaga untuk menghadapi kemarahanku," kata Rio dengan expresi datarnya.


"Daddy masih marah?" tanya Hira.


"Menurut mu?" tanya Rio pada Hira


Hira hanya menghela nafas dan melihat keluar jendela, dia mengira bahwasanya hari adalah hari yang paling seru menunjukkan keahliannya, di bidang parkour, ternyata menjadi malapetaka yang membuat dia harus melihat expresi datar dari raut muka sang suami serta umpatan -umpatan kemarahan dari suaminya.


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang tidak seperti tadi yang begitu kencang serta suara klakson yang di bunyi saat kemarahan yang memuncak serta tatapan mata yang sanggup membuat detak jantung berhenti karena ketakutan tidak dikagumi lagi.


Roi terus melajukan mobilnya, sekali pun ia marah, ia tak ingin sesuatu hal terjadi pada keluarganya. Entahlah mengapa jika soal Hira dia begitu marah, bahkan sampai saat ini dia belum bisa melupakan tatapan nakal dari banyak pria terhadap tubuh seksi istrinya itu, andai ia bisa meredam amarah mungkin semua mata yang memandang istrinya itu akan di pukul satu persatu dan dia masih punya tingkat kewarasan berfikir untuk melawan banyak pria.


"Dad, apa Daddy sudah tidak marah sama Hira," tanya Hira.


"Kau pikir mudah melupakan tatapan lapar beberapa pria terhadap istriku, hanya aku saja yang boleh menatap seperti itu, Hira, camkan itu," kata Rio pelan tetapi penuh penekanan.


Hira hanya bisa menelan salivanya, dia tidak tahu kemarahan apa yang selanjutnya di terima olehnya karena, suaminya tadi sudah bilang padanya agar makan banyak supaya bisa menghadapi kemarahannya selanjutnya.


Waktu berjalan begitu lambat dengan debaran jantung tak beraturan, Hira merasa semakin takut dan kawatir kembali di liriknya suaminya tidak ada senyuman sama sekali, wajahnya begitu datar. Kenapa begitu lama sampai rumah, gumamnya dalam hati.


"Mamud, apa tidak mau? Kalau tidak mau Bilal juga mau," kata Bilal sedikit menggoda maminya yang tampak ketakutan melihat Daddy-nya.


"Jangan ganggu mamimu, boy ambil yang lain ada burger dan hotdog kantong plastik itu dan ambil kan satu hotdog untuk Daddy," kata Rio.


"Ok! Dad," katanya sambil mengambil kantong plastik dan mengambil satu di berikan pada Hira.


"Tolong kupas bungkusnya mami, Daddy lagi focus mengemudi tidak bagus perhatiannya terbelah hanya karena roti hotdog," kata Bilal sambil mengerlingkan matanya pada maminya lalu tertawa.

__ADS_1


"Boy! panggil Rio memperingatkan sang putra.


"Aku lagi lihat stand up Daddy," jawab Bilal berbohong.


__ADS_2