
Syukurlah kalau kau tidak tertarik dengan wanita lain, "kata Dantai. Memang beberapa kali mencoba mendekatiku tapi aku tidak tertarik sama sekali lawan adikmu luwe yahud," kata Ariel. Dantai tertawa. syukurlah kalau begitu."
"Ini sudah malam ayo kita istirahat dulu besok kita lanjutkan percakapan ini," kata Dantai sambil berdiri dari duduknya dan akan berjalan menuju kamarnya. "Bukannya besok lo balik ya?" tanya Aril pada iparnya.
"Iya bener aku sampai lupa," sahut Dantai sambil menepuk jidatnya
"Dasar belum tua sudah lupa," umpat Aril
"Kalau lupa mah ndak nunggu tua, yang muda aja bisa lupa yang masih kecil aja juga bisa lupa," kata Dantai sambil terkekeh
"Itu di koper ada oleh-oleh tolong kamu bukain sudah ada namanya masing-masing, kamu ambil gih untuk yang ada di sini aku mau tidur capek soalnya," lanjut Dantai
"Bulan madu capek juga apa gak salah, Dan? Setahuku seneng banget dan ada capeknya," timpal Aril sambil tertawa
"Sudah jangan ngeledek, bantu aku untuk memberikan hadiah-hadiah itu, pada orang-orang di sini dan di Malang, udah kirimkan aja lewat kurir, nggak perlu diantar ke sana sendiri," kata Dantai sambil berlalu
"Ya begini kalau Baginda sudah bertitah," gerutu Aril sambil menggelengkan kepala lalu ia memanggil pak To untuk memilah hadiah sesuai namanya.
setelah selesai mereka pergi ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya.
malam semakin larut mengantarkan insang yang sedang tertidur lelap hingga suara adzan subuh terdengar membangunkan mereka untuk melaksanakan ibadah sholat subuh, Dantai, Aril, Pak To dan Emir ke empat pria tersebut telah siap untuk berangkat ke masjid. Sementara yang wanita sholat berjamaah di rumah.
Ke empat pria tersebut berjalan menuju masjid terdekat sambil berbincang-bincang setelah sampai di sana Mereka pun mengambil shaf untuk sholat Jamaah.
Sehabis menunaikan sholat, Mereka pun pulang dengan jalan kaki sambil menikmati sejuknya udara pagi hari. Sampainya di rumah disambut dengan menu sarapan ya sudah disediakan oleh bik Mirna.
__ADS_1
Mereka semua berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi, terlihat Ariel sedang mengendong bayi Kayla berdiri didekat tempat duduk sang istri yang sedang menyelesaikan sarapan paginya.
Setelah selesai Salva mengantikan Aril yang menggendong Putrinya yang bayi itu.
"Dan, berangkat jam berapa?" tanya Aril pada sang sahabat.
"Sekitar pukul sembilanan," jawab Dantai sambil menyuapkan makanan di mulutnya.
"Maaf yaa aku gak bisa ngantar kamu ke bandara," kata Aril pada iparnya itu.
"Tidak apa-apa, pastikan adikku tidak kekurangan apa-apa itu cukup buatku tenang," katanya sambil mengunyah makannya.
"Bang Dan!" teriak Salva yang tak trima apa yang dikatakan kakaknya.
Mobil dikendarai dengan kecepatan sedang meninggalkan kediaman Salva menuju ke bandara Juanda.
Setengah jam kemudian mereka sampai di bandara, langsung menuju terminal keberangkatan, Pak To nunggu mereka hingga melewati pemeriksaan menuju ke pesawatnya.
Setelah dipastikan mereka telah melewati pemeriksaan yang menjadi ketentuan untuk masuk ke pesawat, pak To pun pergi meninggalkan bandara.
Dia berjalan menuju area parkir bandara dan masuk ke dalam mobil lalu melajukannya dengan kecepatan sedang meninggalkan tempat itu.
Di pesawat Dantai beserta keluarga sudah duduk di tempat duduknya masing-masing Hira dengan Emir dan Datai bersama istrinya di belakang tempat duduk anak-anaknya, agar dapat memantau mereka.
Tak lama kemudian pesawat pun lepas landas. Membutuhkan waktu dua jam lebih untuk sampai ke bandara Singapura.
__ADS_1
Dua jam berlalu Mereka pun sampai ke bandara Singapura lalu memesan taksi untuk mengantarkan mereka ke kediamannya di Singapura.
Taksi yang mengantar mereka berjalan dengan kecepatan sedang menuju kediamannya yang berada di Singapura satu jam kemudian, mereka pun sampai lalu mereka keluar dari dalam taksi dan masuk ke dalam rumahnya dengan membawa beberapa koper security tergopo-gopo menghampiri mereka untuk membantu membawakan kopernya.
"Loh pak Kok ndak bilang kalau mau pulang saya bisa jemput bapak," kata security itu.
"Sudah nggak apa-apa saya naik taksi aja masih ada taksi kan," jawab Dantai
"Yang penting kamu menjaga rumah dengan baik saya sudah senang dan nanti saya akan kasih bonus buat kamu karena sudah menjaga rumah ini dengan sangat baik," lanjut Dantai
"Wah terima kasih banyak Pak, ini rezek untuk anak saya karena akan masuk ke perguruan tinggi untuk melanjutkan kuliah Pak dan jawab security wah itu bagus sekali," jawab sekuriti itu.
"Kalau dia butuh kerja sampingan boleh bilang saya nanti saya sampaikan ke istri saya untuk ditempatkan di perusahaannya," jawab Dantai
"Wah betul itu Pak, dengan senang hati Pak dan nanti saya sampaikan sama anak saya," jawab security itu
Mereka pun sudah masuk ke dalam rumah. Security membawakan koper koper sampai ke kamar anak majikannya, setelah itu, dia keluar dari rumah dan kembali berjaga di pos depan.
"HIra masuk ke dalam kamarnya sepanjang perjalanan tak ada sepatah kata pun yang terucap, ia menyimpan kekecewaan yang dalam pada Om Rio. Karena sebelum pergi dia sempat mengirim sebuah pesan untuk untuk Rio, agar mau mengantarnya dan bertemu untuk terakhir kalinya sebelum dia pulang ke Singapura, tetapi pesan itu belum tersampaikan dan sepertinya tidak akan terbuka hingga waktu yang lama, sedih karena merasa dilupakan jadi dan diabaikan.
Dia memutuskan untuk melupakan pria yang benar-benar dia kagumi itu. Walau terasa sangat sedih tapi apa yang dikatakan orang tuanya adalah benar, bahwa beliau mempunyai tanggung jawab besar terhadap keluarga dan perusahaannya, gadis itu pun tersenyum dan menghapus semua kesedihannya ia berjanji untuk fokus dengan pendidikannya saja. Gadis itu pun mengeluarkan semua pakaiannya dan ditanya ke dalam walk in closet miliknya.
Setelah itu dia berjalan menuju ranjangnya. Tidur adalah solusi yang tepat untuk melupakan segala masalah yang dihadapinya, itu yang biasa dia lakukan ketika hatinya dalam keadaan marah, sedih ataupun kecewa.
Tanpa mengganti pakaiannya Ia pun menghempaskan tubuhnya di atas ranjang miliknya, mencoba memejamkan matanya berusaha melupakan sesak di dalam hatinya. Setiap kali ia selalu menekankan bahwa apa yang dikatakan orang tuanya adalah benar agar dia tidak merasa egois pada orang lain
__ADS_1