Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Mengerjai Anta


__ADS_3

Dantai tidur dengan memeluk wanita yang menjadi pujaannya dari awal bertemu, hingga sekarang bahkan tak peduli kekurangan Anta.


Cinta tak pernah berkurang sedikit pun, walaupun tadi ia sangat marah dengan apa yang terjadi pada Anta namun ia mencoba untuk berpikir logis tentang apa yang terjadi pada istrinya.


la tak mau menyalahkan istrinya karena kebutaanya. Malam itu setelah ia bergumul panas bersama istri dengan rasa cinta dan marah, dia tertidur sambil memeluk istrinya itu.


waktu berjalan malam sudah mulai beranjak pergi ketika waktu mendekati subuh. Terdengar suara gedoran pintu dari kamar Anta dan Dantai di sertai dengan suara kecil meneriaki sang Ayah untuk bangun dan sholat subuh. "Ayah, Bangun! Sholat subuh," teriak Emir.


Dantai terkejut di lihatnya jam dinding masih jam setengah empat, ia pun melepas pelukannya pada Anta yang juga mulai mengerjapkan mata mencoba menghilangkan rasa kantuknya di pelupuk matanya.


Sementara itu gedoran pintu dari luar belum berhenti, Dantai bangun dan beranjak dari ranjangnya berjalan ke pintu membuka sedikit pintu. "Tunggu ya, Ayah mandi dulu," pinta Dantai pada putranya.


Dengan mata mata puppy eyesnya Emir mengerjap. "Tidak boleh tunggu di dalam?" tanyanya pada ayahnya.


"No, Bunda masih tidur?" kata Dantai sambil mengacak-ngacak rambut putranya membuat Emir marah.


Dantai tertawa lalu menutup pintu lalu masuk kedalam kamar mandi membersihkan diri lalu berganti dengan baju kokoh dan sarung. "Bun, Ayah mau ke masjid dulu, jangan tidur lagi ya," kata Dantai sambil keluar dari kamarnya.


"Iya," jawab Anta malas. Tak seberapa lama ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu ia menunaikan sholat subuh.


Setelah itu ia membaca Alquran khusus tunanetra. ia larut dalam bacaannya hingga tak menyadari kalau Dantai sudah pulang dari masjid, dan langsung merebahkan tubuhnya di dekat Anta dan kepalanya bertumpu di pangkuan Anta, menikmati merdunya suara istrinya melantunkan ayat-ayat suci Alquran.


Dantai memejamkan mata ia berfikir mungkin ini hikmah dari kecelakaan yang menimpah dirinya dan Anta, yang membawa Anta menjalani hidup dengan kegelapan. di pejamkan matanya matanya menikmati suara itu hingga akhirnya Anta mengakhiri bacaan.


"Kenapa berhenti, Bun. Ayah lagi menikmati suara Bunda tadi." Anta meletakan mushaf di atas kasur lalu mengusap rambut suami, Anak- anak akan masuk sekolah bukan, Ayah juga akan pergi ke rumah sakit kan.


Jadi waktu melayani Suami dan Anak." kata Anta pada suaminya itu.

__ADS_1


Dantai tertawa mendengar apa yang di katakan Anta. "Jadi pingin di layani seperti tadi malam," katanya sambil derai tawanya belum berhenti.


Anta yang gemas mencubit perut Dantai. Dantai tergelak ia bangkit dari pangkuan Anta. berjalan menuju walk in closed.


Ia mengambil baju hem lengan pendek dan celana bahan kain, Dantai melepas baju dan sarung menunggu Anta untuk membantu mengenakan pakaian untuknya, sebenarnya ia bisa melakukan sendiri tapi ia lebih suka Anta yang melakukannya karena ia bisa melihat cantik dan indah tubuh atas Anta yang indah.


Anta melepaskan mukenanya dan melipat dengan rapi, lalu meletakan di tempatnya.


"Bun!" terdengar suara Dantai meminta untuk membantu berpakaian. Ia pun berjalan ke walk in closed.


"Sini, Bun." Tangan Dantai menarik tangan Anta. Lalu tangan Dantai dengan cekatan membuka pakaian Anta, sambil berbisik belum pakai itukan Bun." Anta memukul tangan Dantai.


Setelah terbuka terlihat tubuh atas Anta yang indah tanpa penghalang, di berikan pakaiannya pada Anta tanganya menekan tubuh Anta agar menempel pada dada bidangnya, lalu ia mulai memasukan tangannya di bagian lengan kemeja setelah itu ia belum melepaskan istrinya itu malah menekan tubuh Anta merapat pada kulit dada yang polos.


"Bagaimana mengancingkannya kalau seperti ini," katanya sambil mendongak menatap Dantai, Dantai terkekeh lalu melepaskan Anta.


Anta mulai mengancingkan pakaiannya Dantai, sementara tangan Dantai sibuk meraup dua buah benda di tubuh atas istrinya.


"Sebentar, Bun appetizer dulu," katanya sambil bibirnya bermain di area dada hingga leher, bagaimana rasa yang di timbulkan dari perbuatan itu, jelas membuat Anta kelimpungan sendiri dan mengerakan badannya menahan sensasinya.


Dantai tersenyum ketika membuat wajah istrinya merona. "Sudah, Bun. Manis sekali." katanya sambil menyerahkan cel@n@ panjangnya.


Anta memakaikan celana panjang suaminya, lalu merapikan baju Dantai jangan di tanya kalau Dantai hanya diam saja, tidak tangannya bermain di dada istrinya dan menyusup di kain di bawah pus@r istrinya itu dan bermain dengan sangat lama, padahal Anta sudah selesai merapikan baju Dantai.


Setelah puas ia mengancingkan baju Anta, Anta sudah tak sanggup berdiri karena karena kelakuan Dantai tadi. Dantai pun menggendong dan mendudukkan di atas ranjang lalu mencium bibir istrinya sambil berbisik, "Ayah sarapan dulu, ya."


berjalan meninggalkan Anta yang masih lemas tak berdaya.

__ADS_1


Sementara itu Dantai sudah berada di meja makan, duduk bersama anak dan mertuanya. "Kemana Anta, Dan?" tanya Andi pada Dantai.


"Masih ganti baju, Ayah," katanya sambil mengambilkan makanan anak-anaknya lalu kemudian dirinya sendiri.


Lalu menyuapkan makanan di mulutnya sementara itu Anta di dalam kamar mulai meredam keinginan yang tak tertuntaskan karena ulah suaminya itu.


Setelah itu ia berganti pakaian dan berjalan menuju ruang makan duduk di samping suaminya.


Setelah duduk ia mencubit paha suaminya itu.


Anta mengabil makanannya di taruh di dalam piringnya dan mulai menyuapkan makanannya.


"Ayah kami ingin diantar kakek?" pinta si kembar bersamaan.


"Tanya kakek bisa apa tidak mengantarkan kalian ke sekolah, kalau bisa ayah tak keberatan." jawab Dantai.


"Kalian ingin kakek yang antar kalian? Ok! Siapa takut? kakek siap mengantar kalian, menjemput juga boleh." kata Andi sambil tertawa.


"Asik, Pulang sekolah langsung ke mall ya kek, kita main sepuasnya di sana," tuntut si kembar.


"Tidak boleh kalian harus pulang dulu dan ganti baju baru boleh ke mall," jawab Anta.


Andi mengedipkan matanya kepada kedua cucunya itu, tanda untuk menyetujui permintaan ibunya, mereka pun mengangguk, "Baik, Bun," kata si kembar bersamaan.


setelah serapan selesai Anta dan Dantai berangkat setelah berpamitan kepada Andi dan Rena.


Sikembar di antar yang kakek pergi ke sekolah. Adi dengan sangat bahagia masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan menuju sekolah sang cucu.

__ADS_1


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang melaju di jalan raya Singapura yang sedikit padat. sementara itu di tengah cucunya sedang saling berdebat tentang kemana dan bermain apa setelah pulang sekolah.


Andi menimpalinya sang cucu," Rundingkan nanti sekarang sudah sampai." Emir dan Hira turun mencium punggung tangan kakek sambil menjawab,"Ok! kakek." Mereka pun berlari memasuki gerbang sekolah dan mobil Andi meninggalkan gedung sekolah Emir dan Hira.


__ADS_2