Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Akad Nikah.


__ADS_3

Hira menoleh ke Bilal dan melotot, karena kertas itu tepat mengenai keningnya.


Remaja pria itu tertawa. "Daddy jangan menggoda terus dong, ada yang gak kuat tuh lihat body Daddy," celetuk Bilal membuat Rio yang tengah melipat baju yang tadi dan memasukkan dalam kopernya itu tertawa, lalu melirik Hira.


"Apa sih Om?" tanya Hira malu


Rio kembali terkekeh," Ayo berangkat!" ajak Rio


Mereka pun keluar dari rumahnya dan menguncinya lalu masuk dalam mobil yang sudah di persiapkan dari tadi pagi.


Rio duduk di belakang kemudi dan Hira di sebelahnya lalu Bilal duduk di bangku tengah. Tak lama kemudian mobil pun berjalan meninggalkan rumah menuju ke bandara.


Setelah sampai ke bandara Rio pun menitipkan mobilnya di parkiran bandara beberapa hari. Kalu mereka berjalan ke terminal keberangkatan dan melewati ruang pemeriksaan, kemudian masuk kedalam pesawat.


Rio duduk di sebelah Hira sedang Bilal duduk bersama penumpang lainnya, mereka memakai sabuk pengaman dan tak lama kemudian pesawat pun lepas landas.


Hira menatap Rio yang duduk dengan tenang. "Om kok tenang sih, Hira sedikit takut nih Om takut di marahi Ayah," kata Hira menatap Om Rionya itu.


Rio menghelah nafas. "Hir, Om tahu dari kecil kamu sudah mandiri tapi bukan berarti kamu bisa memutuskan segala sesuatunya sendiri, Om juga tahu perasaan Ayah kamu saat ini, jika nanti dia memukuli Om karena gak bisa jaga kamu, Om relah mau bagaimana lagi sudah terlanjur terjadi jadi ya dihadapi saja," kata Rio sambil melirik gadis yang duduk di sebelahnya itu.


Hira hanya menunduk, sambil memainkan tangan jemari tangan Rio yang kokoh itu, Rio pun membiarkannya saja, dia mengerti kegundahan gadis itu dan rasa bersalahnya, Untung pria yang di godanya adalah Om Rionya kalau bukan bisa menyesal seumur hidupnya, pikirnya.


Dua jam berlalu berlalu pesawat mendarat di bandara internasional Singapore. Mereka turun dari pesawat dan berjalan menuju ke terminal ke datangan, Rio pun memesan taksi tak lama kemudian taksi pun datang.


Mereka pun masuk kedalam taksi dan kemudian berjalan meninggalkan bandara menuju kekediaman Dantai, Hira semakin gemetar ketika akan mendekati rumah orang tuanya.


Rio pun tersenyum tak sepadan dengan keberaniannya datang ke rumah dan menggodanya, sekarang, seperti rusa yang takut di mangsa oleh singa.


Mereka sudah sampai di kediaman, Dantai, setelah mengucapkan salam Rio pun masuk kedalam rumah.


Dia disambut oleh Dantai sahabatnya tanpa menghiraukan keresahan hatinya itu. "Bagaimana Jelas kan sekarang, apa yang terjadi?" tanya Dantai,

__ADS_1


"Buruk," kata Rio.


"Kau jangan bercanda," kata Dantai mengusap wajahnya kasar.


"Aku tidak bercanda, Dan. Aku pernah katakan padamu, jika Hira sudah siap tolong katakan padaku, aku akan ke sini untuk menikahinya, aku tak akan kuat dengan putrimu itu, jika di hadapanku, aku sudah menduda selama 11 tahun lamanya dan baik-baik saja, tapi dengan putrimu aku kalah,"kata Rio kalut


"Kalau kamu mau pukul, pukul saja, tapi tolong nikahkan kami segera," kata Rio


"Apa kau sudah ...?" tanya Dantai pada Rio dengan gusar.


"Belum dan akan terjadi kalau kamu tidak nikahkan kami,"


"Masutmu apa, Yo," tanya Dantai pada sahabatnya itu.


"Aku sudah menghindar, Dan. Hira datang ke ruang kerja ku, dia polos di hadapanku, aku tidak kuat dan make out dengannya," kata Rio pada Dantai sambil menunduk


"Dan, tolong jangan marahi dia! Nikahkan saja kami, umurku baru 36 tahun tidak terlalu tua," kata Rio sambil menunduk.


"Baiklah kalau itu keinginanmu aku akan mengundang penguluh untuk menikahkan kalian segera, apa kau bawah surat-surat kemari?"


"Dantai memukul perut Rio," Kenapa gak bisa kuat?" kata Dantai.


"Aduh sakit, Dan!" kamu manggil mertua dengan sebutan nama sungguh kamu benar-benar gak sopan!" bentak Dantai sebal dengan sahabatnya itu.


"Baik Ayah mertua, maaf calon menantu mu, ini yaa." kata Rio pada Dantai mencoba mencairkan situasi


"Berapa kali kau make out sama putriku itu?" tanya Dantai pada Rio


"Dua, Dan," kata Rio


"Apa dia tidak tinggal di sini sehingga kau tidak tahu jika Hira ke rumahku dan menghancurkan dinding pertahananku," tanya Rio sambil menunduk.

__ADS_1


"Dia sudah lulus dari universitas kedokteran dan dia menginginkan untuk tugas di Indonesia itu sebabnya sudah sekitar dua bulan dia bertugas di sana di rumah sakit tempat Ariel bertugas lalu kemarin bilang ke aku kalau dia ditugaskan di Bandung," kata Dantai


"Maaf Yo kalau dia bikin huru hara sama kamu," kata Dantai sambil menghela nafas


Aku yang minta maaf padamu Dan, karena aku sudah lihat tubuh Hira sebelum menikah, itu sebabnya dia langsung ku bawah kemari aku takut tidak bisa menahannya Dan,"


"Orang tua kamu tahu kan kalau hari ini kamu akan menikah dengan putriku, dan sudah minta ijin?'


"Aku sudah minta, Dan. Mereka mengijinkanku dan mengatakan biar aku sendiri aja yang mengatasinya karena mereka pikir aku sudah dewasa dan bisa menentukan hidupku sendiri mereka tidak menghalangi selama aku suka mereka sudah setuju Dan," kata Rio


"Itu penghulu sudah datang Ayo kita ke sana dan aku hanya mengundang tetangga saja karena ini merupakan suatu dadakan kan," kata Dantai pada Rio.


Rio dan Dantai sudah duduk di karpet bulu dengan mereka saling berhadapan dan ada beberapa tetangga yang diundang untuk menghadiri acara itu sebagai saksi .


Maka saksi Rio adalah pak Amru dan pak somat tukang kebun Dantai


Setelah semua terlengkapi hijab khabul dilaksanakan.


"Aku nikahkan engkau Rio Yustio Rendra bin Rahanda Rendra dengan Emira Anta Bahira Binti Afif Bayu Dantai dengan mas kawin satu hektar kebun teh di bayar tunai lalu Dantai menghentakkan tangannya


"Saya trima nikahnya dan kawinnya Emira Anta Bahira binti Afif Bayu Dantai dengan mas kawinnya yang tersebut di bayar tunai." Dilafalkan dengan satu tarikan nafas.


Setelah terdengar kata SAH di ucapkan oleh orang yang hadir. Hanya beberapa tetangga yang di undang karena memang acara Dadak.


Sementara itu di kamar dia yang mendapat wejangan Bundanya itu mendengar kata Sah, Hira pun berjingkrak lalu membawanya koper ke bawah. Gadis yang memakai gaun pengantin ibunya itu turun dengan membawa koper.


Tanpa basa-basi ia bertanya pada Rio suaminya yang baru beberapa menit tadi," Sudah Sahkan?" tanyanya sambil mencium punggung tangan suaminya itu, Rio lalu mendoakannya.


Setelah itu Hira pun pamit pada Ayahnya, "Hira langsung pergi yaa Yah, titip Bilal."


Hira memghampiri putra sambungnya.

__ADS_1


"Boy, sama kakek dulu yaa mama gak lama satu Minggu saja Boy," Bilal hanya menepuk keningnya.


"Dan, ini gimana, gak apa-apa nih?" tanya Rio pada Dantai dan Dantai hanya menyisaratkan tangannya.


__ADS_2