
Manajer restoran menghampiri mereka," maaf Anda beatiful Rose pianis itu kan, selama 2 tahun pemilik restoran ini mencari Anda dan selalu menghubungi ibu Anda tapi tidak pernah berhasil maukah Anda menghibur pengunjung di sini dengan permainan piano dan suara
anda yang merdu, ku mohon nona, tuan?" mohon manajer itu pada mereka.
"Baik akan kami terima asal dengan kekasih ku aku mau tampil."
Dantai mebelalakan matanya," Kau yakin honey?" tanya Dantai pada Anta. Anta pun mengangguk," Aku yakin mas," katanya pada Dantai.
"Tentu Nona, mari ikut saya ke panggung." kata manajer itu. manajer itu berjalan mendahului Anta dan Dantai.
"Tunggu di sini nona, tuan," kata manajer itu.
Manajer itu pun naik ke panggung.
"Selamat Siang pengunjung semua, kali ini kami kedatangan pianis dan salah personel band yang terkenal 2 tahun yang lalu dengan kolaborasi mereka yang begitu begitu memukau, saat ini mereka bersedia menghibur anda semua di sini, sebelum tampil kami perlihatkan sekilas penampilan mereka."
Maka layar besar menyalah dan menampilkan penampilan mereka 2 tahun yang lalu, lalu layar itu berganti dengan menampilkan Dantai dan Anta berjalan menuju ke panggung," Honey hati-hati, ada tangga," kata Dantai, dengan sangat hati-hati Dantai membantu Anta menaiki tangga menuju ke panggung. mata Rania dan terbelalak melihat kenyataan di depan matanya ternyata gadis yang di remehkan begitu luar biasa pesonanya hingga menutupi kekurangan pada dirinya
__ADS_1
Dantai mengantar Anta hingga kedepan piano yang sudah siap di atas panggung lalu membatunya duduk dan mengarahkan mik kearahnya. Anta memejamkan matanya menyakinkan dirinya untuk mulai menapaki kehidupan yang dulu pernah ia jalani, suara lantang dengan penuh percaya diri terdengar.
"Assalamualaikum bagi yang beragama lain selamat siang, saya beatiful Rose setelah 2 tahun baru berani duduk di sini di panggung ini, Saya menghilang setelah kecelakaan yang membuat saya runtuh, saya lumpuh dan kehilangan pengelihatan saya karena saya sendiri, Bakat saya, prestasi saya, dan hobi saya membuat saya lebih suka menantang maut. Saya meninggalkan kekasih saya 5 menit setelah dia sadar dan saya tahu ia kehilangan ingatan." Anta memejamkan mata,
"Honey, cukup kita hanya menghibur tidak perlu Dunia tahu siapa dirimu sekarang dan siapa kita." kata Dantai menghampiri Anta.
"Tidak Sayang aku harus menatap dunia ini dengan berani dengan atau tanpa pengelihatan sama sekali."
Dantai terbelalak matanya berbinar ia pun tersenyum," baru di sini dia memanggil ku sayang, trimakasih pada tempat ini, yang membuat dia mengubah Panggilannya padaku," kata Dantai lewat microphon sambil terkekeh pengujungpun tertawa. Anta memukul lengan Dantai.
"Afif Bayu Dantai, seorang yang kehilangan ingatannya tentang aku, siapa aku dan seberapa berharganya aku, yah pria ini yang ada di samping saya yang sejak 2 bulan lalu menyakinkan saya seberapa jauh ingatannya pergi meninggalkan ku tapi hatinya tidak, berulang kali meminta ku untuk menjadi istrinya meyakinkanku untuk berdiri di sampingnya walau tanpa mampu melihat senyumnya, melihat binar matanya lagi, melihat perubahan wajahnya yang mungkin lebih tampan dan dewasa, kali ini aku Dianta Anta Bella meyakinkan diri ku disini bersedia menjadi istri mu kapan pun kau mau," kata Anta lalu mencari padangan ke arah Dantai, Dantai terkejut kedua kalinya, ia menatap lekat sang kekasih, lalu mengambil microphon," So beatiful day hari ini, aku melamarnya berulang kali dia menolak dan disini dia menerima ku, trimakasih pada gadis yang menabrak kami tadi, menyadarkannya bahwa pesonanya tak akan luntur di hati ku apapun yang terjadi padanya. Tolong manager minta kan no rekening pada gadis itu kami akan memberikan hadiah spesial untuknya beasiswa untuk pendidikannya, betul honey kau tak keberatan bukan?" tanya Dantai pada Anta dan Anta mengangguk.
"Ok! Lost Control," teriak Dantai yang mulai terdengar alunan piano dan biola yang saling beriringan terdengar merdu disertai suara mereka begitu merdu.
Rania dan kawan-kawannya terperangah, terbius oleh penampilan mereka.
Rania menitikkan air matanya tak mengira niat jahatnya di balas dengan sebuah kebaikan tiada tara,"Sekarang aku tahu kenapa pria itu tak melepaskan mu kak Anta, pesonamu memang tak akan pudar dari pandangannya, suatu saat aku ingin memiliki pria yang begitu mencintai ku hingga mampu menerima segala kekurangan ku." gumam Rania dalam hati,
__ADS_1
Rania semakin kagum pada sosok yang bernama Anta itu permainan pianonya begitu bagus walaupun ia tak lagi bisa melihat, mungkin hanya benda itu saja yang membuatnya terhibur ketika ia dalam keadaan terpuruk karena kebutaannya.
Di detik-detik terakhir Rania melepaskan sepatu kets lalu naik di kursi ia melambaikan tangan sambil berteriak," Kak Anta, Kak Dantai I love you so much and I am so sorry to crush you." sambil memberikan cium jauh kepada mereka ia berteriak berulang-ulang hingga tak sadar lagu sudah selesai di nyanyikan, semua pengunjung memandangnya sambil tertawa, ia masih berdiri di atas kursi, ia pun tak mendengar panggilan manajer restoran itu.
Dantai yang melihat itu pun terkekeh dan Anta yang mendengar itu pun tersenyum sambil mengacungkan jempolnya ke atas.
Sampai akhirnya temannya memanggil dengan keras ia pun menoleh ke temannya lalu ke manajer restoran yang sedang menatapnya, kemudian pengunjung yang melihatnya lalu tertawa membuat ia tersadar.
Rania menggaruk tengkuknya yang tak gatal ia pun turun dari kursi sambil nyengir kepada manager restoran," he...he...maaf pak terbawah esmosir eeh salah emosi pak...he..he," sambil tangannya diangkat membentuk tanda hormat sementara teman-temannya cekikikan melihat kekonyolan Rania.
"Ikut saya ke kantor," perintah manager restoran itu.
"Iya, baik," katanya sambil memakai sepatu ketsnya kembali, lalu berlari menyusul manajer restoran itu sambil berteriak kepada teman-temanya," hai tunggu aku ya...awas jangan di tinggal!" temannya hanya menghela nafas lalu duduk di kursi mereka menunggu urusan Rania selesai.
Rania pun tiba di kantor di sana sudah sudah menunggu Anta dan Dantai. Rania berdiri di belakang manajer, tiba-tiba nyalinya menciut saat melihat mereka dia pun berubah menjadi kalem," Maaf kak Anta, kak Dantai, tadi Rania ingin iseng habis gemas lihat kak Dan mesra banget sama kak An," katanya sambil menundukan kepala.
"Duduk," Perintah Dantai tanpa tersenyum sama sekali. di atas meja di depan Ranis telah ada sebuah kertas dan pena.
__ADS_1
"Tulis no rekening, tempat kuliah dan fakultasmu juga serta nomer telpon dan alamat mu, selain hadiah kamu akan dapat hukuman," kata Dantai tanpa expresi.
"Apa.... hukuman?" teriak Rania sambil melotot.