Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Menjemput ke Bandara


__ADS_3

Setelah lepas landas yang menimbulkan sedikit goncangan pesawat pun berjalan dengan normal, dua pasang suami istri menikmati perjalanannya masing-masing dengan romansa sendiri.


Riko menyandarkan kepalanya sang istri di dadanya sambil berkata,"Tidurlah, Jas. Waktu masih panjang. Jasmine pun hanya mengangguk lalu memejamkan matanya.


Berbeda dengan pasangan yang Anta dan Dantai nampak terdengar gelak tawa mereka yang sedang bercanda di tempat duduk yang berada di belakang Rio.


Rio tersenyum, terasa memejamkan mata untuk mulai tertidur melupakan gadis yang selalu membuatnya tertawa, karena tak akan ada gunanya.


Tak lama kemudian dengkuran halus terdengar.


Sebelas jam tiga puluh menit mereka melakukan perjalanan udara dan sekitar pukul 19.30 dia sampai ke Bandara Juanda.


Setibanya di terminal kedatangan mereka menelpon supirnya masing-masing. Dantai memangil pak To sementara itu Rio pun memanggil Sofyan.


Saat itu pintu gerbang sudah di kuncinya ia sedang bermesraan dengan Narti sang istri bahenolnya itu. Saling memagut dan tangannya maraup apapun yang di sukai dari apa yang di miliki Narti dengan pakaian yang terbuka di kamar Narti.


Dering telepon berbunyi berulang kali, tetapi enggan di angkatnya.


Narti, melepaskan tautan bibirnya dengan paksa lalu berkata, "Angkat dulu toh, Mas. Takutnya Den Rio yang telpon, nanti gak cuma gajimu yang di potong tapi itu mu juga," kata Narti sambil membenahi pakaiannya yang sudah awut-awutan karena ulah sang suami.


"Waduh, ya jangan dong Nar, lah gimana aku nanti nyenangkan kamu kalau ini ikut dipotong juga" katanya sambil berjalan menuju nakas mengambil handphonenya.


Sementara Rio di terminal kedatangan, tak hentinya menggerutuh karena yang di telponnya tak mengangkatnya sama sekali hingga melakukan panggilan beberapa kali baru di angkat. Dengan kesalnya dia langsung menghardik penerima telpon itu.


"Kamu di mana? Kalau sekarang sama Narti, tinggalkan dan jemput saya di bandara." Telpon langsung di putuskan.


Jasmine yang melihat raut muka masam Rio tertawa.


"Kenapa Mas Yo? Kok kesal begitu?" tanya pada suaminya itu.

__ADS_1


"Itu si Sofyan enak-enak sama Mbak Narti, aku nelpon dia gak di angkat-angkat jadi ingin mukul orang saja," jawabnya dengan hati dongkol.


sementara itu di seberang sana Sofyan pun menjadi panik. "Waduh tenan, Nar. Juragan sing telepon," katanya beranjak akan pergi ke garasi mobil.


Sek toh, Mas Sofyan, Apa kamu mau pakai begituan saja jemput Den Rio?"


Sofyan pun melihat keadaan dirinya pasalnya dia hanya mengenakan boxer dan kemeja yang belum dikancingkan dengan cekatan Narti pun mengancingkan kemeja suaminya itu lalu menyuruhnya memakai celana panjang lalu membantu memasukan kemeja suaminya itu. "Sudah, cepat berangkat Mas, jangan sampai Den Rio menunggu terlalu lama, Mas!" kata Narti mengingatkan suaminya


"Iyo, wis aku tak berangkat, Nar," katanya sambil berlari menuju garasi, Narti pun ikut keluar menuju pintu gerbang dibukanya lebar-lebar agar mobil yang di kemudikan suaminya bisa keluar dengan cepat.


Setelah mobil keluar, Narti pun kembali menutup pintu gerbang.


Sofyan mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju Bandara, sekitar setengah jam Sofyan sampai di bandara, dan segera turun dari mobil mencari sang majikan, dan akhirnya dia menemukan tuannya yang duduk di kursi tunggu bersama istri, dengan cepat ia menghampiri majikannya itu.


"Maaf tuan, saya lupa hari ini akan pulang," ucapnya sambil mengambil koper majikannya.


Mereka berjalan menuju dan masuk dalam mobil yang ada diarea parkir.


Setelah memasukan koper majikan dalam bagasi, Sofyan pun masuk dan duduk di belakang kemudi serta menjalankan mobil majikkannya dengan kecepatan sedang.


"Sudah berapa ronde?" tanya Rio pada supir sekaligus sekuritinya itu.


"Boro-boro ronde, baru di buka kemasan dan masih suam-suam kuku, Den Rio nelpon tak berhenti-henti," katanya sambil terus fokus mengemudi.


"Lagian ini masih sore loh, Fyan. Lah kalau pos sekuriti kamu tinggalin melulu bagaimana jadinya, Bagaimana dengan dengan pak Rois apa istrinya sudah sembuh, sudah bisa di tinggal kerja lagi, kalau belum kamu cari orang deh Fyan untuk gantiin kamu," kata Rio membuat Sofyan terkejut dan menghentikan mobilnya secara tiba-tiba, membuat Rio dan Jasmine terhuyung kedepan.


"Ada apa Fyan?" tanya Rio


"Tuan mau pecat saya? Duh jangan tuan! bagaimana saya bisa nafkahi Narti nanti?" katanya ketakutan.

__ADS_1


"Yang pecat kamu itu siapa toh Fyan? Ayo jalan! Itu kendaraan yang ada di belakang protes semua," perintah Rio.


"Sofyan pun menjalankan mobil dengan hati gamang. "Lah Den Rio minta carikan orang untuk gantikan saya itu maksudnya bagaimana?" tanya Sofyan dan Rio tertawa mendengar pertanyaan Sofyan.


"Ya Alloh, Fyan. Kamu menikah otak kamu malah jadi tumpul. Masud saya ada yang gantian kamu saat bersama mbak Narti," jawab Rio.


"Lah, ya bilang yang lengkap dong Den, biar saya tidak gagal paham," protes Sofyan pada majikannya itu.


"Lah kamu masih sore juga sudah begituan, Fyan. Jadi gemas saya sama kamu, di telpon gak di angkat-angkat, nyesel saya maksa kamu nikahin Mbak Narti, kerjamu jadi gak maksimal, Sesuai jam kerja Fyan, kalau sudah jam sepuluh malam, baru kamu sama Mbak Narti," jelas Rio pada Sofyan.


"Iya, Den. Saya minta maaf, maklum efek dari manten anyar," katanya sambil terkekeh.


"Itu saya yang tadi serius untuk cari sekuriti lagi," jelas Rio penuh penekanan.


"Iya Tuan akan saya carikan yang jujur dan pandai belah diri," kata Sofyan sambil terus mengemudi dengan kecepatan sedang.


Tak seberapa lama mobil pun sampai di pintu gerbang rumah Rio, Sofyan menekan klakson, dan Narti yang menunggu di pos jaga itu segera membukakan pintu gerbang lebar-lebar lalu mobil pun masuk kedalam dan Narti menutupnya kembali.


"Enak benar kamu Fyan sekarang, ada yang bantu kamu buka pintu gerbang," sarkas Rio.


Sofyan tertawa. "Lah gimana lagi Den, pak Rois juga belum bisa masuk lagi," katanya Sofyan.


Sofyan memakirkan mobilnya di garasi lalu mereka pun turun, Jasmine dan Rio berjalan menuju kamar.


Sofyan membuka bagasi dan mengeluarkan koper-koper maikkannya itu. lalu mengantarkan ke kamar Rio dan Jasmine, setelah itu ia pun kembali ke pos penjagaan.


Sesampainya di sana di terkejut melihat Narti yang masih duduk di dalam pos penjagaan. "Loh kenapa masih di sini, dek?" tanya Sofyan pada istrinya itu.


"Ya, mau nemenin abang abang biar gak ngantuk.

__ADS_1


__ADS_2