Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Salah Paham


__ADS_3

Tak lama kemudian mereka keluar dari kamarnya berjalan menuju meja makan dan duduk di sana. Era mengambilkan makanan Aldo lalu mengambil untuk makanan sendiri kemudian mereka makan bersama.


Setelah makan bersama Adzan magrib pun berkumandang dan mereka pun sholat berjamaah. Setelah itu mereka berdoa dan berdzikir bersama, setelah itu membaca Alquran bersama hingga waktu isya' lalu melakukan sholat isya' berjamaah. Setelah itu Aldo mengajak berbincang-bincang sejenak. "Ra, Abang sudah dapat cuti satu minggu untuk mengajak mu berlibur, kau ingin berlibur kemana? tanyanya pada Era.


"Aku ingin ke Malang, Bang. Di rumah kasih Ibu," jawab Era sambil tersenyum.


"Baiklah, bersiap-siaplah sekarang, besok akan berangkat.


Dantai mengetuk kamar Hira berulang ?kali. "Hira ini Ayah, tolong buka pintunya sayang." tak seberapa lama pintu terbuka dan Dantai masuk kedalam kamar putrinya, dia duduk di ranjang di sebelah Hira yang duduk membelakanginya. "Bunda tidak melarang kamu bertemu dengan Om Rio, tapi Bunda cuman takut Om Rio itu sibuk hingga tidak bisa menemui mu dan kamu kecewa hanya itu saja yang di kawatirkan Bunda, jangan punya prasangka buruk sama Bunda!" pinta Dantai pada putrinya itu.


"Hira juga tahu kalau Bunda gak melarang Hira bertemu Om Rio, Hira cuman kesal saja kenapa Om Rio tidak mau menemui Hira."


"Ra Om juga punya kesibukan sendiri, dan keluarga yang harus di urusi Om Rio, kamu sendiri kan punya nomer telpon Om Rio, hubungi dia dan tanyakan apakah ia mau menemui nanti, sekarang tidurlah," kata Dantai setelah meninggalkan kamar Hira.


Hira pun menangis sejadi-jadinya dia juga tidak tahu kenapa ia begitu rindunya pada om Rionya itu. Ia mengambil gawainya dan mulai melakukan panggilan namun tidak ada sambungan hingga membuat Hira kesal.


lalu ia menulis pesan di aplikasi Wa-nya.


Setelah itu menangis hingga tertidur.

__ADS_1


Dantai pun kembali ke kamarnya dan membuka pintu dengan pelan. Ia melihat sang istri sudah meringkuk di sana memunggunginya. Dantai merebahkan tubuhnya di samping istrinya, Liburan yang di kira akan membuat mereka senang malah jadi gak enak di hati. Dia memeluk istrinya dari belakang. "Bun, sudah tidur?" tanya Dantai pada istrinya.


"Hemm, belum, Yah. Aku gak habis pikir kenapa Hira sampai segitunya pada Rio, Dari mulai dia bayi sampai umur 5 tahun. Ayah sendiri bilang kalau Rio saat ini sudah berkeluarga tak mungkin 'kan berharap Rio akan menunggu Hira dewasa, ku kira itu hanya gurau Rio semata," kata Anta sambil membalikan tubuhnya menghadap Dantai.


"Aku juga gak tahu, Bun. Ku kira liburan ini adalah ide yang menarik dan aku telah membeli tanah yang ada di belakang vila Papi itu. Sudah di tanami beberapa buah di sana dan yang merawatnya adalah pak man dan mbok Ja."


"Bagaimana dengan Hira? Apa dia masih marah sama Bunda?" tanya Anta pada Dantai.


"Entahlah, Bun. Aku juga gak tahu sama putrimu itu, Dia itu keras kepalanya loh gak ketulungan, wis emboh, Bun," jawab Dantai pasyrah.


"Lah kok wis emboh toh, Yah. Lah terus siapa yang kasih nasehat? Kalau sampean sudah bilang begitu, sama Bunda ya gak mempan," kata Anta pada Dantai.


wis Bun, Ayo tidur dulu. Besok di pikir lagi," kata Dantai pada istrinya itu.


...----------------...


Sementara itu, di rumahnya, Rio berada kamar utama menemani isteri yang sedang hamil enam bulan. Dia tidur di samping istrinya. Entah kenapa ia tidak bisa tidur, di lihat wanita yang sudah bersamanya selama 7 bulan itu terlelap dalam mimpinya. Aldo bangkit dari ranjangnya, berjalan menuju ruang kerja di ambilnya handphone yang kusus untuk menghubungi Hira. Dinyalakannya dan iya terkejut banyak panggilan dari Hira dan satu pesan terkirim satu jam yang lalu. Rio mengambil jaketnya dan menulis pesan pada secarik kertas dan diletakan di bawah jam weker yang ada di nakas.


Ia bergegas keluar kamar menuju garasi, lalu masuk ke dalam mobil lalu menjalankannya keluar rumah, sampai di pintu depan pagar rumahnya, ia berpesan kepada sekuriti untuk mengunci pintunya dan bilang bahwa ia tidak pulang hari ini. Lalu melajukannya dengan cepat menuju gedung perusahaannya, ia pun akhirnya sampai di area parkir. kemudian ia memarkirkan mobilnya di sana, keluar menghampiri sekuriti untuk meminta kunci kantornya.

__ADS_1


"Perlu saya antar keatas Pak?"tanya sekuriti padanya.


"Tidak perlu, aku akan kesana sendiri. saja," jawab Rio.


Rio berjalan menuju lobby lalu menaiki lift menuju ruang kerjanya di lantai lima setelah sampai ia pun masuk ke dalam ruangan privasi lalu ia melakukan panggilan video pada Hira.


Di kamar Hira dering telepon berbunyi dengan kerasnya membangunkan tidurnya. Masih dengan mata sembab dan muka bantalnya, ia menerima video call dari Rio. Tampak jelas di layar handphone-nya wajah Rio yang terseyum manis padanya. "Assalammualaikum, cantik. Apa kabarnya? Habis nangis terus tidur yaa?" tanya Rio dengan lembut.


Mata gadis kecil itu langsung berbinar menatap wajah lelaki yang seusia Ayahnya.


"Kok, Om tahu aku, habis nangis dan baru bangun tidur?"tanya Hira kepada Rio.


Rio terkekeh. "Kelihatan sayang, mata kamu sembab dan muka bantal kamu itu kelihatan banget. Kenapa nangis coba cerita sama, Om," kata Rio dengan sangat sabar.


"Begini, Om. Ayah mengajak kami berlibur ke Surabaya, jelas senang 'kan aku akan bertemu dengan Om, tapi kata Bunda, Om itu sibuk belum tentu bisa bertemu. Aku 'kan jadi marah sama Bunda, Hira 'kan ingin ketemu Om, tapi bunda ngomongnya begitu," kata Hira sambil mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, Om akan berusaha menemui Hira nanti, kalau Hira sudah di Surabaya yaa, jadi jangan sedih lagi, sekarang Hira tidur handphone gak usah di matikan yaa, seperti kemarin agar Om bisa temani Hira dari sini," kata Rio pada gadis kecil itu.


Hira tersenyum dan mengangguk ia pun menaruh handphonenya di atas nakas dan di arahkan pada dirinya, lalu ia pun berbaring menghadap kamera sambil tersenyum kemudian memejamkan matanya.

__ADS_1


Rio yang masih di ruang privasi menatap gadis kecil itu dengan tersenyum, entah kenapa ia tidak bisa menolak keinginan Hira andai nyawanya di minta pun demi Hira akan dia berikan dengan sukarela, asal gadis ini tetap tersenyum manis, ketika senyum gadis itu mengembang hatinya pun ikut bahagia.


__ADS_2