Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Pesta Perpisahan Sederhana Ala 5 sekawan


__ADS_3

Di dalam ruangan perawatan Dantai yang masih termenung di kejutkan suara ketukan pintu dari luar dan ucapan salam dari beberapa orang, Ira membalas ucapan salam sambil membuka pintu.


"Kalian, Ayo masuk."


"Iya tante," jawab mereka sambil tersenyum.


"Kalian, kenapa baru sekarang kesini menengok ku?" kata Dantai sambil memicingkan matanya.


"Kata siapa kami baru kesini, kamu yang tidur terus Dan," kata Aril sambil meletakan bawaannya di atas meja.


"Kalian bawa apa ini banyak sekali," kata Ira sambil melihat kantong plastik yang mereka bawa.


"Jajanan pasar tante pesta kecil buat Dantai," kata Rudi


"Kalian patungan beli begituan?"


"Iya," kata mereka bersamaan


"Rudi juga ikutan?


"Iya," jawab mereka lagi.


"Dan, gak papa ini cuma jajanan pasar gak mahal," kata Rudi sambil menggaruk kepalanya.


"Ya sudah aku senang kalian perhatian ke aku. o iya aku mau tanya emang kita sekolah di SMA mana sih?"


"Ya Allah Dan, kamu sendiri yang bilang mau sekolah di sekolah dekat rumah mu selain bagus biar kamu kalau jam ngaret gak terlambat tinggal loncat dari kebon belakang rumahmu," kata Rudi.


"he..he..he aku kira kita baru lulus SMP, makanya kemarin waktu ayah bilang aku di terima di universitas kedokteran di Singapura aku agak bingung bu, kok aku cerdas banget ya lulus SMP langsung kuliah."


"Ya emang kamu cerdas banget Dan," kata mereka bersamaan.


"Bu aku ingin duduk dengan mereka," kata Dantai pada ibunya, Ira mengambil kursi Roda namun di cegah Rudi.


"Gak usah tan, biar aku gendong aja ke sini," cegah Rudi pada Ira.


"emang kamu kuat gendong aku Rud?" tanya Dantai ingin tahu.


"Kuat lah, waktu kamu jatuh di sungai siapa yang nolongin kamu? Siapa yang gedong kamu dari sungai ke rumah ku?"


"Emang siapa?" tanya Dantai yang pura-pura gak tahu, Rudi cemberut mendengar pertanyaan Dantai dan Dantai pun terkekeh melihat raut mukanya Rudi.

__ADS_1


"Ya akulah, itu trio macan malah pada bengong lihat kamu jatuh." mereka pun tertawa mendengar celotehan Rudi .


"Gak usah di gendong Rud, bantu aku jalan aja biar terbiasa aku itu gak biasa manja kayak kalian," kata Dantai seenaknya Rudi pun memapah Dantai menuju sofa dan duduk dengan nyamannya.


"Emang kita manja apa Dan?" tanya ketiga temannya.


"Suka-suka aku ngomong lah," kata Dantai sambil mengambil bubur sruntul kesukaannya


"Ini untuk siapa banyak sekali?" katanya lagi sambil menyuapkan bubur di mulutnya. mereka berempat menepuk jidat mereka sendiri mendengar Dantai yang begitu santainya berbicara.


"Buat kamu lah Dan," jawab mereka serempak sambil tertawa, seketika itu Dantai tersedak dan batuk-batuk mendengar jawaban mereka Rudi menyodorkan air minum ke Dantai.


"Kamu kalau sudah makan itu gak berhenti Dan, punyak kita kamu habiskan semuanya." jawab Aril terkekeh.


"Tan, kayaknya Dantai sudah sembuh deh tan, tuh kelihatan gaya bicara seenaknya aja ke kita, sampai gak mikirin perasaan kita."


"Emang kalian punya perasaan? Bisa tersinggung juga?" tanya Dantai tanpa rasa bersalah.


"Enggak Dan, kita tahu kamu lah," jawab mereka serempak sambil mendengus. Dantai terkekeh melihat kedongkolan mereka padanya."


"Bu bisa tinggalkan kami?" tanya Dantai pada ibunya, dan Ira mengangguk.


Flashback on


Rudi yang mendapat telpon Anta langsung menelpon Rio," Aku tunggu di tempat biasa di kafe bang Jamal."


tak lama kemudian mereka berkumpul di sana.


"Ada apa katakan?" Rudi pun menceritakan keadaan Anta dan Dantai sekarang dan kejadian yang dialami Anta tadi pagi di ruang rawat Dantai."


"Ini beneran, Dantai hilang ingatan?" tanya Aril tak percaya.


"Benar Ril yang ia kenal teman SD dan SMP saja setelah itu ingatannya terkunci, ia tak mengenali Anta sama sekali, jadi kalau kita nanti ke sana jangan singgung soal Anta.


"Ok!" jawab mereka serentak.


"Lalu Anta?" tanya mereka lagi


"Anta akan berobat ke Turki itu kata orang tuanya.


"Ok! Ayo kita ke rumah sakit beli makanan kesukaan Dantai dulu." kata Aril. Mereka pun berangkat membeli semua makanan yang di sukai Dantai.

__ADS_1


Flashback off


"Kalian tahu enggak?"


"Enggak," jawab mereka serentak sambil terkekeh.


"Aku belum selesai ngomong botak!" kata Dantai jengkel


"Kita gak botak Dan, kita pada punyak rambut dan tampan," Sangkal Rio.


"Cek, aku serius ini," kata Dantai dengan tatapan datar pada mereka."


"Ok! Ayo cerita kan! Pinta Gibran pada Dantai.


"Aku benar-benar gak tahu apa yang terjadi padaku, aku bangun tadi pagi dan melihat di depanku ada gadis yang duduk di kursi roda sedang menangis, ia memanggilku dengan sebutan Afif, jarang sekali orang panggil nama depanku. dan ku rasa hanya dia seorang, ku tanya siapa dia? terlihat terkejut setelah itu di berbalik memunggungi ku. dan aku tanya lagi apa ia mengenal ku sebelumnya ia jawab enggak dan anehnya ia begitu akrab dengan ibu ku dan juga kenapa ia tidak keluar sendiri? dan harus minta bantuan ibuku. Aku baru tahu la lumpuh dan buta, Aku curiga mungkin aku mengenalnya lalu ia menutupi identitasnya dari ku dan aku pun lupa. Apa kalian mengenalnya?"


"Hem, Dan menolong seseorang tidak lah harus kenal, seperti gadis itu ingin menolong mu, sewaktu SD kamu menolongku dari bullyan kakak kelas ku apa kau mengenalku Dan waktu itu kau siswa baru Dan," Jawab Rudi tenang.


"Yah kau benar Rud," jawab Dantai sambil menepuk bahu Rudi, ia menatap makanan tanpa menyentuhnya.


"Dan ini enak loh, di Singapura gak ada makanan ini makanya tadi kita beli ini agar kamu gak nangis ketika kamu benar-benar rindu makanan ini dan kita," kata Gibran membuka makanan yang berbungkus daun pisang dan ternyata adalah Klanting kesukaan Dantai juga untuk mengalihkan pembicaraan.


"Apaan sih Bran? gak jelas amat," kata Dantai sambil memukul lengan temannya. sambil menyeka sudut matanya yang sedikit basah.


"Kalian gak tahu aja perasaanku, hatiku begitu sakit ketika dia bilang bukan siapa-siapa. Hatiku sakit ketika dia pergi tanpa menoleh lagi padaku, aku tak mengenalnya tapi aku tak ingin dia pergi, ngerti ngak sih kalian!" katanya dengan intonasi sedikit tinggi." Rudi memeluk sahabatnya," Dan, cari ingatan mu pelan-pelan ya! kami tahu perasaanmu tapi kami tak bisa bantu, pelan-pelan saja nanti kau menemukan jawabannya, hari ini adalah hari di mana kita semua terakhir bertemu entah kapan kita bertemu lagi kau akan di Singapura, Aril dan aku akan ke Jakarta, dan mereka akan ke Jogja dan kamu baru sembuh. Jadi kita nikmati hari ini dengan bahagia dan ceria."


"Betul itu Dan," kata Aril sambil menyuapkan makanan di mulut Dantai, dan Dantai pun menerima suapan itu dan memakannya seolah ia lupa dengan kesediaannya yang baru di utarakan pada temannya. mereka pun terkekeh melihat tingkah sahabatnya.


"Aku heran sama kamu Dan, orang tajir kayak kamu suka Klanting, bubur sruntul, klepon benar-benar nggak elite," kata Rudi tertawa.


"Dan kamu itu enak sekali gores dapat ratusan juta, sekali manggung kantong kalian gemuk.


kalau aku harus narik grab dulu baru kantong terisi itu motor juga hadiah dari kamu Dan maka tolong Dan jaga kesehatanmu jangan sampai sakit kami gak ada buat kamu," kata Rudi menyeka sudut matanya yang basah.


"Ok! trimakasih banyak kalian perhatian sekali pada ku bagaimana kalau satu tahun sekali bertemu."


"Ok! tahun pertama nanti kumpul di depot aku," Kata Rudi


"Emang mau buka depot gak jadi kuliah?" tanya mereka bersamaan.


Rudi terkekeh, "Aduh kalian ini terlalu cerdas apa bagaimana sih? ya kuliah ya kerja lah." mereka tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2