Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Bertindak Tegas


__ADS_3

Dantai mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, ia pun berhenti di tepi jalan dan mulai menelpon dengan mengucapkan salam ia mulai berbicara di telepon," Om bisa bertemu." ia pun mendengarkan suara yang terdengar dari telpon genggamnya," Baik, om saya akan ke sana." ia pun menutup panggilan teleponnya, lalu menjalankan kembali mobilnya.


tak lama kemudian ia pun berhenti ke sebuah gedung yang lebih tinggi dan besar ia pun berjalan ke lobi dan memasuki lift bersama beberapa karyawan lift membawanya ke lantai lima ketika beberapa orang sudah keluarkan ia masih di dalam dan menekan lantai sepuluh.


lift berhenti di lantai 10 dan pintu lift pun terbuka ia berjalan menuju ruangan komisaris tampak dari luar seorang sekertaris menyambutnya," Tuan dan nona sudah menunggu Anda," sambil membukakan pintu untuk Dantai sesat ia mengeryitkan dahi berfikir kenapa Clara ada di sini juga, namun ia tak mau ambil pusing, ia pun masuk dan duduk di hadapan Surya, Surya pun tersenyum," Aku senang kau menghubungiku Dan."


"Saya ingin berbicara empat mata dengan Anda pak Surya," kata dengan bahasa yang formal.


"Kenapa jika aku di sini? apa akan menggangu?" tanya Clara


"Ya, sangat mengganggu," jawabnya dengan tatapan tajam.


"Baiklah aku akan akan keluar," katanya sambil berjalan keluar ruangan namun ia menutup pintu tak terlalu rapat dan berdiri di depan pintu mencoba mendengar percakapan Dantai dan ayahnya berharap, keputusan Dantai berubah karena intimidasi darinya tadi malam, tersunging senyuman di bibirnya.


Didalam Surya pun memulai membuka obrolan," Kenapa begitu formal Dan, aku masih teman ayah mu dan kau terbiasa memanggilku om sedari kecil."


"Maaf saya berbicara bukan sebagai putra dari teman mu pak, saya berbicara di sini sebagai rekan bisnis anda pak, dalam perjanjian yang di tandatangani anda dan orang tua saya mengenai penjualan lukisan saya pak Surya adalah 70% persen sebagai pemilik lukisan dan 30% untuk anda pak, tapi tiga tahun terakhir ini bukan seperti itu yang anda berikan kepada saya, hanya sekitar 14% persennya saja, bahkan ada yang terjual dengan harga yang tinggi namun anda tetap memberikan nominal yang sama, menurut anda apakah saya bisa memanggil om pada anda?" kata Dantai saat itu Surya terkejut wajahnya pun merah padam,"


Kau menuduh ku melakukan kecurangan Dan," katanya sambil menyipitkan matanya.


"Saya tidak menuduh pak, saya sudah melacak semua penjualan lukisan saya selama 3 tahun itu dan hasilnya sangat mencengangkan, jika anda menganggap saya sebagai anak dari teman anda tidak seperti ini yang terjadi bukan?" kata Dantai dengan tenang.

__ADS_1


"Baik lah apa yang kau inginkan sekarang? tanya Surya.


" Dalam perjanjian itu terdapat pasal jika pihak ke dua menyalahi aturan maka pihak ke dua harus membayar 50% dari hasil jual seluruh lukisan dalam periode itu kepada pihak pertama, dan pihak pertama berhak memutus kerja sama secara sepihak."


Dantai menghembuskan nafas nya, "Maaf om ini harus saya lakukan." katanya sambil menatap iba pada teman ayah.


Tiba-tiba pintu terbuka dan Clara berteriak memaki Dantai," Kau tidak bisa melakukan ini pada ayahku Dan!" sambil kedua tangannya di atas pinggang.


"Keluar Clara," terik Surya kepada Clara.


"Tapi, pa?"


"Keluar," Teriaknya lagi pada putrinya, Clara pun keluar dengan menghentak-hentakan kakinya lalu menutup dengan keras, *Blam* membuat Dantai dan Surya terjengkit.


"Begini setelah saya hitung semua hasil penjualan selama 3 tahun adalah 20 triliun anggap saja om telah berikan 20% jadi saya hanya meminta hak saya sebesar 50%. 80% dari penjualan adalah 16 triliun maka saya hanya meminta 50% dari 16 triliun itu om.


"Baik Dan akan om siapkan tapi beri waktu om untuk mempersiapkan."


"Tidak perlu om, Ayah berniat untuk mengembalikan modal yang om tanam di perusahaan Ayah. Anggap saja saya sudah mengembalikan sebagian modal tersebut dan sisanya akan diselesaikan ayah, saya mohon om buat surat penerimaan pengembalian modal tersebut.


"Baik lah Dan akan segera om selesaikan besok surat itu langsung om antar ke kantor ayahmu."

__ADS_1


Dantai berdiri menjabat tangan Surya. "Trimakasih om dan maaf kan saya tak bisa meneruskan kerja sama ini dengan om, semoga om selalu sukses."


"Ya, Dan ini memang salah om, Dan maafkan om." kata Surya. Dantai pamit ia keluar ruangan dan berjalan masuk kedalam lift, sebelum lift tertutup Clara masuk kedalam, ia pun menatap Dantai," Kau telah menolak ku maka akan ku lakukan sesuatu yang membuatmu menikahi ku." kata Clara pada Dantai, Dantai pun dengan tenang menekan bulpoin yang ada di saku kemejanya.


"Kau kira aku bodoh, hingga memberimu kesempatan untuk mempermalukan ku."


lakukan lah jika ingin saham ayahmu turun, atas kelakuan mu itu." katanya menatap tajam.


"Aku tak percaya dengan mu." katanya Clara pun akan menyobek bajunya.


"Baiklah lakukan maka percakapan ku dengan ayahmu akan langsung terhubung dengan kolega-koleganya." katanya sambil siap mengirim video saat dia di ruangan Surya, ketika mereka sedang berdebat, lift yang bergerak ke angka 9 tiba-tiba berhenti dan terbuka lalu beberapa orang masuk, salah satu dari mereka menekan angka 4, Clara semakin kesal karena tujuan tak tercapai.


lift itu pun bergerak kembali hingga ke lantai 4 dan berhenti kembali, beberapa orang keluar dari lift hingga tertinggal mereka berdua.Tak ada tanda Dantai akan keluar membuat Clara senang, ingin meneruskan aksinya, ia pun menekan tombol lift, ketika pintu akan tertutup kembali Dantai pun menerobos keluar lift meninggalkan Clara yang ada didalamnya, Clara yang merasa tertipu saat itu menjadi kesal.


Dantai pun menuruni tangga darurat dengan langkah cepat, akhirnya ia pun sampai kelantai dasar.


Kaki jenjangnya melangkah dengan cepat menuju parkiran mobil lalu masuk ke dalam mobilnya.


Clara yang baru saja keluar dari lift melihat Dantai keluar dari gedung berusaha mengejarnya, namun Dantai sudah masuk terlebih dulu ke mobilnya lalu menjalankan mobil tanpa menghiraukan Clara. Mobil itu berjalan membela jalanan yang lengang, Dantai pun mengurangi kecepatan mobilnya dirasa sudah jauh dari perusahaan Surya, lalu ia pun berhenti di pinggir jalan, sejenak mengirimkan video ke pada Surya tanpa pesan apa pun membuat Surya murka.


Dantai kembali mengemudikan mobilnya menuju gedung apartemennya.

__ADS_1


Clara yang mencoba untuk menyusul Dantai dengan taxi, tiba-tiba mendapat panggilan telepon dari ayahnya, memintanya untuk menemuinya di kantor sekarang juga. Clara pun meminta sopir taxi putar balik.


Sementara itu Dantai yang sudah berada di apartemennya pun merebahkan diri setelah ia membersihkan diri dan sholat, di lihatnya sudah pukul 15.30, ia pun melihat notifikasi dari mobil bankingnya ada saldo masuk sebesar 2,1 triliun. Ia pun mengirim pesan ucapan terimakasih pada tuan Brian.


__ADS_2