Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Kau Keindahan ku


__ADS_3

Setelah lepas landas yang menimbulkan sedikit goncangan pesawat pun berjalan dengan normal, dua pasang suami istri menikmati perjalanannya masing-masing dengan romansa sendiri.


Riko menyandarkan kepalanya sang istri di dadanya sambil berkata,"Tidurlah, Hir. Waktu masih panjang. Hira pun hanya mengangguk lalu memejamkan matanya.


Berbeda dengan pasangan


Rio sebelumnya, terasa indah memejamkan mata dengan gadis yang menghiasi hatinya dan selalu membuatnya tertawa.


Tak lama kemudian dengkuran halus terdengar.


Selama sebelas jam tiga puluh menit mereka melakukan perjalanan udara dan sekitar pukul 19.30 dia sampai ke Bandara Atang Sanjaya. Setibanya di terminal kedatangan. Mereka mampir ke masjid bandara untuk melaksanakan sholat isya lalu Rio memesan taksi.


Mereka naik taksi berdua menuju ke rumah Bogor. "Princess seperti yaa kok ada yang kurang yaa, apa yaa yang ketinggalan?" tanya Rio pada istrinya itu.


"Aduh, Om Kenapa kita lupa sama anak kita, Bilal masih sama Ayah," kata Hira sambil menepuk jidatnya.


Rio tertawa. "Sudah gak apa-apa besok saja di jemput, sudah sampai sini Princees ngak mungkin kita balik sayang, toh di sana sama kakeknya," kata Rio sambil terkekeh


"Ayah maksud Om?" tanya Hira


"Ya iya siapa lagi kan Kakek Andi di Jepang sama Nenek kamu," kata Rio


"Princees, jangan panggil Om dong, sayang. Kita ini kan sudah nikah jadi panggil yang lain," kata Rio

__ADS_1


"Gak mau, suka panggil Om jadi lebih berasa di manja sama Om," kata Hira pada Rio.


"Nggak bisa begitu dong, aku ini kan suami kamu ya mesti panggilnya jangan Om, apalagi kan aku sudah punya anak jadi kalau Bilal panggilnya aku Daddy kamu juga panggil aku Daddy," kata Rio pada Hira


"Iya deh Om aku panggil Daddy panggilan itu sih Hira suka," kata Hira pada Rio.


"Besok kalau kita jemput Billal pasti dia marah karena kita melupakannya, kemarin aja waktu kita berangkat dia kelihatannya juga marah," kata Rio pada Hira.


"Nggak papa, Dad, besok kalau kita kita jemput dia kita ajak saja ke mana gitu. Keliling Singapura juga bisa kan jadi kita pergi bertiga untuk besoknya, gimana Dad?"


"Kamu nggak capek sayang hari ini kita baru pulang loh, besok berangkat pagi apa lusa saja kita berangkat Anggap saja kita belum pulang dari Maldavis," kata Rio.


"Ini bukan Hira loh, yang ngomong itu Daddy, kalau Hira sih nggak capek Daddy, nggak tahu kalau Daddy punya maksud lain jemputnya lusa," kata Hira sambil tertawa.


Taksi pun sudah sampai halaman depan rumah Rio Mereka pun keluar dari taksi dan berjalan masuk ke dalam rumah bersama-sama


Rio mengunci rumahnya kemudian menaruh koper di ruang tamu begitu saja lalu menggendong Hira masuk ke dalam kamar mandi


"Lepas, sayang, Daddy mau menyiapkan air hangat dulu," katanya sambil melihat sang istri melepas pakaiannya.


Setelah itu Hira menghampiri Rio dan melepaskan semua pakaiannya suaminya dan mulai memberikan kesenangan pada pria itu.


"Ouh, sayang enak sekali terus sayang," kata Rio sambil tangannya bermain di atas tubuh Hira meremas dengan lembut sambil menikmati apa yang dilakukan Hira padanya, Rio melenguh,

__ADS_1


Rio sudah tak tahan lagi di gendongnya sang istri lalu dibaringkan tubuh wanita itu di atas ranjang


kemudian dengan rakusnya mulai mencium meraba, bibir merayap dari atas di seluruh bagian tubuh di atas dan di bawah lalu bermain kesana


Semua yang ada di dalam diri istrinya adalah yang terindah buatnya, dia tidak pernah bisa berhenti untuk selalu ingin menjamahnya.


tak peduli pagi, siang, sore mau pun malam meskipun hanya memiliki waktu satu jam saja ia gunakan untuk bersenang-senang di tubuh istrinya dia selalu menginginkannya dan takkan pernah mau melepas istrinya tersebut hingga dia merasa terpuaskan.


Kali ini pun sama awalnya ingin mandi bersama justru sang istri menggodanya hingga membuat pria itu membawa Wanitanya


keperaduan, mulai mencumbu dan meraba dengan liarnya di tubuh indah istrinya keremajaan Hira membuat Rio semakin lebih bergairah tidak bisa menahan hasrat di tumbuhkan oleh sentuhan


Hira pada aset pribadinya.


Saat memulai petualangan yang lebih indah dari semua yang dilakukannya ia pun memasuki area tubuh istrinya yang paling istimewa terasa hangat dan sempit ia mulai menggerakkan tubuhnya ke atas serta ke bawah memberikan rasa yang begitu nikmat dan alunan suara Hira membuat geloranya bertambah.


Hingga akhirnya Rio menyemai benih di rahim yang istri, Rio yakin bahwa istri sudah melakukan program penunda kehamilan pasalnya Hira terlalu mudah untuk cepat hamil ia tidak ingin terjadi suatu pada wanita yang di cintainya itu.


Setelah selesai ia pun membawa sang istri ke kamar mandi, menambahkan air hangat kembali dan mereka pun masuk kedalam.


Saling menyentuh, membasuh badan satu sama yang lainnya dengan busa sabun.


Rio meminta sang istri menghadap ke arahnya menyuruhnya menyabuni punggungnya sambil memeluknya ia pun sama menyabuni punggung istri sesekali mencium bibir sang istri.

__ADS_1


Setelah selesai Rio keluar lebih dulu dari kamar mandi dan membilas tubuhnya di shower lalu membalut tubuhnya dengan handuk kemudian berpesan kepada istrinya. "Jangan lama-lama sayang, nanti malah masuk angin ini malam loh."


__ADS_2