Aku Akan Pulang Padamu

Aku Akan Pulang Padamu
Jalan-jalan ke Singapura


__ADS_3

Rio, Gibran,Rudi dan Aril memutuskan hanya menginap selama 1 hari karena mereka harus melakukan aktivitas ke esokan harinya. Sehingga di pagi buta Dantai harus mengantarkan mereka ke Bandara. Mereka menaiki pesawat dengan tujuan yang berbeda, Rudi dan Aril tujuan jakarta sedang Rio dan Gibran tujuan jogjakarta. Pesawat mereka lepas landas 5.00 pagi.


Mereka pun melaksanakan sholat subuh di masjid yang ada di Bandara setelah selesai mereka pun berpamitan kepada Dantai menuju ke pesawat mereka masing-masing. Dantai melepas kepergian mereka dengan pelukan hangat seorang sahabat. Setelah mereka lepas dari pandangan mata Dantai, Dantai pun meninggalkan Bandara, ia memasuki mobilnya lalu mengendarainya dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang masih sepi dan lengang, perlahan mentari pun menampakan sinarnya tepat ketika mobil Dantai memasuki pintu gerbang dan berhenti di halaman depan halaman rumahnya, ia pun turun lalu melangkah kaki menyusuri halaman luas kemudian masuk kedalam rumahnya setelah mengucap salam dan mendapatkan jawaban. Dantai berjalan menuju ruang makan sudah tertata rapi sajian menu menggugah selera. Nampak Mbak Sari sibuk menata piring di meja, "Monggo Mas Dan, mumpung saya masih ada di sini, sapean request apa?tak masakan kesukaan Non Anta, Mas Dantai, Nyonya dan Tuan," katanya sambil terkekeh.


"Jangan capek-capek Mbak, saya nanti di marahi Bang Rizal, lah kemana Bang Rizalnya mbak?" tanya Dantai sambil menyeruput kopi buatan


"Abang lagi sama Tuan Papi lagi lari pagi keliling komplek Mas Dan." jawabnya sambil meletakan bakwan sayur di atas meja di depan tempat duduk Dantai.


"Mas Dan, ini loh ada bakwan temannya minum kopi," kata Mbak Sari


"Wah iyo, enak iki Mbak, sek anget sisan." jawab Dantai sambil mengambil satu dan di makannya dengan cabe yang di gigit kemudian.


Terdengar salam dari luar dan di jawab Dantai dengan sedikit keras


Mereka pun masuk kedalam mengambil air minum dalam kulkas lalu meminumnya.


"Bang Rizal mumpung di sini Mbak Sarinya di ajak jalan-jalan masak di sini cuma sama si kembar saja, nanti saya suruh Pak Amru ngantar sampean berdua," kata Dantai kepada mereka.


"Wah, iyo mas aku gelem, mumpung neng kene Bang." kata Sari dengan sangat senangnya.


"Ngeh pun Mas Dan, kulo purun menawi di teraken dateng wisata, kersane remen niku Dek Sari," jawab Rizal sedikit riskan.


Dantai mulai melakukan panggilan pada Pak Amru, tak seberapa lama akhirnya terhubung.


"Assalamualaikum, Pak Amru mau minta tolong antarkan Bang Rizal dan Mbak Sari tempat-tempat pariwisata ya,"


pinta Dantai melalui sambungan telepon.


"Wa'alaikum salam, siap Den saya segera meluncur kesana."


"Ya trimakasih Pak, Assalamualaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikum salam."


"Sudah Mbak segera siap-siap nanti akan kesini orangnya jangan lupa makan dulu Mbak Sari.


"Baik, Mas Dan trimakasih banyak loh," kata Sari.


"Maera mana, Mbak?"


"Maera lagi sama si kembar, Mas," jawab Mbak Sari.


"Oh, Ya sudah, Mbak. Nanti kalau mau berangkat gak usah ngajak Maera, biar sama kang masnya saja, supaya bisa baby moon."


"Enggih, Mas Dan," jawab Mbak Sari.


Beberapa menit kemudian suara mobil masuk ke rumah.


Bang Rizal dan Mbak Sari sudah bersiap untuk pergi, mereka berpamitan pada anggota keluarga. Setelah itu, mereka masuk ke dalam mobil dan kendaraan itu pun berjalan meninggalkan rumah kediaman Andi membelah jalanan Singapura.


"Loh Pak Amru ternya bisa bahasa Indonesia toh?" tanya Rizal pada pak Amru


"Iya Mas, lah saya sama pak Hardan itu sudah lama kenalnya saya sering di ajak gomong bahasa Indonesia akhirnya saya bisa Mas." jawab pak Amru.


"Olah, dari tadi saya sudah siapkan untuk mengajak Bapak bicara dengan bahasa Inggris, ternyata Bapak malah ngajak ngomong dengan Bahasa Indonesia." kata Rizal sambil tertawa.


"Kita ke pantai dulu aja pak kalau kuliner Sekarang jelas masih kenyang mungkin nunggu agak siang saja." kata Sari sambil tertawa.


"Baiklah karena masih pagi kita akan berangkat ke pantai palawan ya," kata Amru


"Saya terserah Pak Amru saja, yang penting menyejukkan mata," kata Sari pada Pak Amru


"Ya betul Mbak," kata Pak Amru terkekeh.

__ADS_1


"Bapak sudah punya anak?" tanya Sari pada Pak Amru.


"Belum,Mbak. Belum di kasih kepercayaan saya sama Allah, 5 tahun menikah, Mbak sudah periksa ke dokter juga, kami sama-sama tidak ada kelainan apa-apa, akhirnya saya bawa santai saja, Mbak, Mas. Di kasihnya saja."


"Iya betul, Pak."


"Ini anak pertama ya Mbak, Mas? tanya Pak Amru.


"Iya, Pak." jawab mereka serempak.


Tak terasa mobil mereka telah sampai di area wisata. Rizal dan Sari keluar dan berjalan menuju pantai. ia merasa bahagia ia akan berlari tiba-tiba Rizal menarik tangannya ke belakang lalu memeluknya," Dek sampean iki opo wis lali lek sampean ki meteng gedeh? tanya Rizal pada Sari


(Dek apa kamu lupa kalau kamu itu hamil besar?)


"Ayo rono ambek Mas, gak usah mlayu-mlayu ngesakno wetengmu, Dek." kata Rizal pada istrinya.


(Ayo ke sana sama Mas, tidak usah lari-lari, kasihan perutmu, Dek.)


"Iyo, Mas aku manut marang jenengan," kata Sari sambil terkekeh.


(Iya, aku menurut Mas sama kamu.)


"Dek iko loh dek delengen onok jembatan layang seng nyambung neng pulo, lek sampean wis nglahirne dik tak jak mrene meneh terus lewat jembatan layang iku lek sampean wani dek, lek gak wani yo ora usah mrene meneh golek liyane ae."


(Dek lihat ada jembatan layang yang menghubungkan pulo itu, kalau kamu sudah melahirkan dek kita akan pergi ke sini lagi dan lewat jalan layang itu kalau kamu berani, tapi kalau kamu gak berani kita gak usah ke sini cari yang lain saja)


"Aku gak wani Mas, lah wong jembatane di gawe teko kayu ngono kok karo mung di wenei tali." kata Sari


(Aku gak berani Mas, wong jembatannya itu di buat dari kayu gitu kok, sama cuma di kasih tali aja)


Setelah puas ke pantai palawan mereka ke pantai Changi.

__ADS_1


Di sana mereka makan lobter besar dengan saos merah yang pedas setelah puas di pantai Pak Amru membawa mereka ke Singapore flyer yaitu sejenis bianglala yang besar, Satu kabin bisa di masuki 15 belas orang. Sari sangat senang bisa melihat kota Singapura dari ketinggian, setelah 30 menit mereka pun turun dan keluar tempat wisata itu kemudian Pak Amru membawa mereka ke pusat belanja oleh-oleh.


__ADS_2