Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Niat Memisahkan


__ADS_3

Dilon pun mengantar Olivia pulang terlebih dahulu, sepanjang perjalanan itu pun tidak ada obrolan walau Olivia memeluknya dari belakang. Dilon benar-benar menyesal sudah membahas hal itu, padahal mereka baru saja berbaikan.


Saat sebentar lagi mendekati gerbang depan rumahnya, Dilon malah dibuat bingung melihat sebuah mobil berhenti di sana dengan seseorang yang bersandar di pintunya. Setelah dekat, baru lah Ia tahu siapa orang itu.


Dilon membelakan matanya melihat itu adalah Septian, kurang ajar sekali pikirnya beraninya datang kesini. Dilon pun segera turun dari motor, membuat Olivia pun perlahan dihinggapi rasa panik.


Setelah dekat, Dilon langsung mencengkram kerah baju Septian. "Heh brengsek, ngapain lo kesini hah?!" tanyanya tajam.


Ekspresi wajah Septian terlihat tetap santai, Ia pun mengangkat kedua tangannya di udara. "Hei santai dulu bro, gue gak ada urusan sama lo, gue kesini cuman mau ketemu Olivia," ucapnya.


"Apa maksud lo? Mau ngapain lo deketin dia lagi hah? Dia itu cewek gue anj*ng!" maki Dilon berteriak tepat di depan wajahnya.


Olivia yang khawatir keadaan semakin memanas, segera Ia pun mendekat dan berusaha menarik Dilon menjauh. Tetapi ternyata cukup sulit, kekuatan Dilon saat marah begini begitu besar. Lagi pula kenapa juga Septian ini datang kesini sih?


"Dilon lepasin Septian, jangan begini. Kita bisa bicarain dulu baik-baik," perintah Olivia sambil memukul punggungnya berusaha memisahkan. Selalu saja Dilon itu yang diutamakan adalah emosi dan emosi.


Dilon lalu beralih menatap kekasihnya. "Dia itu emang harus dikasih pelajaran, bener-bener gak tahu malu. Olivia, lo jujur sekarang, lo gak ada perasaan apapun kan sama si cunguk ini?!"


"Aku akan jawab, tapi kamu lepasin dulu dia, gak enak Dilon kalau ada yang lihat," kata Olivia dengan ekspresi seriusnya.


Dan dengan terpaksa Dilon pun melepaskan cengkraman nya, walau Ia sempat mendorong Septian kasar sampai tubuhnya itu terbentur agak keras ke mobil. Tetapi Dilon tidak peduli dan bersikap acuh, Ia pun mundur beberapa langkah dan berdiri di sebelah Olivia.


Dengan sengaja Dilon memeluk pinggang Olivia, memamerkan keromantisan nya di depan Septian. Melihat tatapan tidak suka pria itu, membuat Dilon menarik sebelah sudut bibirnya, pasti si Septian itu sedang menahan cemburu. Tetapi tidak bisa apa-apa karena bukan siapa-siapa.

__ADS_1


Olivia berdehem pelan menghilangkan kecanggungan. "Septian, ada apa ya kesini? Kok kamu juga bisa tahu rumah aku?" tanyanya.


"Maaf ya gak bilang-bilang dulu, aku juga gak tahu kamu lagi sama dia," jawab Septian bohong, padahal Ia sengaja datang kesini langsung dan sudah memikirkan rencana. "Ini Olivia, dompet kamu ketinggalan di mobil aku."


Olivia yang melihat dompetnya itu terkejut sendiri, Ia pun segera mengambilnya dan mengeceknya. Meringis pelan karena merasa bodoh, bisa-bisanya Ia baru sadar ini. Memang Olivia selalu menyimpan uang jajannya di saku, tapi bagaimana bisa dompetnya ini yang selalu disimpan di dalam tas malah jatuh?


"Maaf baru ngasih tahu kamu, soalnya aku juga baru lihat pas di perjalanan pulang," kata Septian bohong lagi, nyatanya Ia memang diam-diam membawanya dari tas Olivia, untung saja tidak ketahuan.


Olivia pun menatap Septian. "Makasih ya sudah dibalikin, aku sampai gak sadar kalau dompetnya jatuh."


"Sama-sama," balas Septian dengan senyumannya.


Dilon yang dari tadi hanya diam dengan kebingungan nya pun akhirnya membuka suara. "Tunggu, ini maksudnya gimana sih? Kok bisa dompet kamu ada di dia?"


Olivia menelan ludahnya susah payah, merasa bingung harus menjelaskan apa pada kekasihnya ini. Sudah bisa Ia bayangkan jika Dilon akan marah setelah mengetahui itu, karena lagi-lagi Olivia malah berurusan dengan Septian.


"Apa?!" teriak Dilon tidak menyangka sendiri. Kalau diingat, Olivia pernah menjawab jika perempuan itu berangkat dengan menaiki taxi, jadi mana yang benar.


"Em Dilon denger dulu penjelasan aku, aku tuh--"


Tiba-tiba Dilon melepaskan rangkulannya di pinggang Olivia, sambil bergeser agak menjauh dan memberikan jarak. Tatapannya terlihat tajam, tapi bisa dilihat juga ada kegetiran di matanya itu. Jujur saja Dilon merasa sakit hati dan cemburu.


"Olivia, kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak suka kalau aku bohong. Tapi lihat, kamu juga bohong sama aku, kamu juga ngelanggar janji kamu waktu itu," ucap Dilon dengan suara rendahnya.

__ADS_1


Olivia mendekati Dilon dan berusaha membawa tangannya, tapi tanpa diduga pria itu malah menjauhkan. "Dilon aku minta maaf, aku.. Aku cuman gak mau kamu marah lagi. Tapi sungguh, aku sama Septian itu gak ada apapun. Kamu jangan langsung menyimpulkan, dengerin dulu penjelasan aku ya?" bujuknya.


"Denger apalagi sih? Kamu tahu aku sama dia itu gak akur, kita punya masalah masing-masing. Seharusnya kamu bisa menghindari dia, karena itu berarti kamu juga hargai aku jadi kekasih kamu," ucap Dilon.


Kali ini Olivia terdiam, merasa bingung harus menjelaskan apalagi. Kepalanya sekarang pusing sekali memikirkan banyak hal, detak jantungnya pun sangat cepat. Kenapa lagi-lagi mereka harus ada di suasana tidak nyaman seperti ini?


Beralih pada Septian, pria itu sekarang sedang menonton dengan perasaan senang. Ya inilah yang diharapkan nya, membuat pasangan kekasih itu ribut karena masalah lagi. Rencananya hampir berhasil, tinggal satu tahap lagi yang harus Ia lakukan.


Septian lalu maju satu langkah. "Maaf ya kalau ikut campur, tapi kayanya Olivia gak salah sepenuhnya."


Berhasil, perkataan Septian itu pun berhasil membuat perhatian Dilon tertuju kepadanya. Tatapan pria itu terlihat semakin tajam padanya, tapi Septian berusaha tetap tenang walau agak gugup karena pasti setelah ini Ia akan kena amukan Dilon.


Dilon lalu kembali mencengkram kerah baju Septian dan mendorongnya sampai terpojok kan di mobil. "Heh sialan, lo lagi lo lagi yang jadi masalah antara gue sama Olivia. Mau lo itu apa sih hah?!" bentaknya.


"Ayolah Dilon, lo juga tahu kenapa gue begini, gue suka sama cewek lo," jawab Septian tetap tenang, walau nafasnya sekarang agak sesak karena lehernya tercekik.


"Kurang ajar lo, emang dasar anj*ng!"


Bug!


Dilon memukul perut Septian beberapa kali, lalu melepaskan cengkraman nya dan membuat Septian pun terjatuh ke bawah sambil meringis. Belum merasa puas, Dilon lalu duduk di atas perutnya dan beralih memukuli wajahnya. Septian hanya diam pasrah saja, tanpa perlawanan apapun.


"Arrrggghhh Dilon berhenti, berhenti!!" teriak Olivia panik sendiri.

__ADS_1


Keributan itu tentu menarik perhatian satpam di pos, segera Ia keluar untuk membantu memisahkan. Butuh tenaga, karena Dilon sangat beringas. Saat sebuah mobil berhenti di samping mereka dan turunlah Kevin, baru lah kebrutalan Dilon pun terhenti.


"APA-APAAN INI?!"


__ADS_2