Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 28


__ADS_3

Dengan helaan nafas berat Daniella pun menjawab. "Aku baru nyadar ternyata sesusah itu buat bisa buat Om Kai suka sama aku, kemungkinannya sangat kecil untuk dapetin hati dia."


Apalagi melihat hubungan Kai dengan Ayana yang selalu adem ayem saja. Sudah Ia panas-panasi dengan berbagai cara pun tetap tidak berhasil, mereka tetap bersama dan tidak pernah ribut.


Perjalanannya juga sudah bertahun-tahun lamanya, di usianya yang sudah tujuh belas tahun ini malah semakin bisa mengerti akan sebuah cinta. Daniella tiba-tiba menjadi mellow.


Mia lalu menggenggam sebelah tangan sahabat nya itu. "Kok jadi nyerah gini sih? Kamu sendiri yang bilang gak akan nyerah gitu aja."


"Iya sih, tapi kayanya Om Kai sama Ayana tuh gak akan putus-putus, mereka malah makin mesra," sahut Daniella sambil mendengus kasar.


Selain itu Daniella juga merasa lelah, baik hati ataupun fisik terus mengejar Kai sedang tanggapan pria itu masih tetap sama saja. Tidak pernah membalas balik effort nya, membuktikan jika Ia memang tidak sepenting itu.


"Aku sih dukung apa saja keputusan kamu Ella, kalaupun kamu memang mau nyerah sama Om Kai ya gak papa juga," kata Mia.


Jujur saja Mia juga sebenarnya kasihan pada Daniella, apalagi sampai harus menurunkan harga diri karena terus mengejar-ngejar laki-laki yang sudah punya pasangan. Padahal Daniella bisa dikejar banyak lelaki.


Hanya saja ada hal yang Mia khawatirkan, jika sampai benar Daniella itu menyerah pada Kai, apa mungkin akan ada kesempatan membuka hati pada Andra? Laki-laki yang sudah dari lama menunggu nya juga.


"Huft tahu ah, pusing banget kalau mikirin cinta tuh," desah Daniella sambil menjatuhkan kepalanya di atas meja.


Mia hanya tersenyum lalu menepuk pelan kepala sahabat nya itu. "Iya emang bener mikirin cinta tuh pusing, mending jomblo aja nikmatin waktu sendiri," usul nya.


Waktu berlalu dengan cepat, tidak terasa jam pelajaran hari ini selesai juga. Daniella melirik jam tangannya yang masih menunjukkan pukul empat sore, sekarang Ia sedang bingung apakah langsung pulang atau tidak.


Biasanya jika tidak ada les dan pulang tidak terlalu sore, Ia akan ke kantor tempat bekerja Kai dan mengganggu nya. Tetapi entah kenapa hari ini rasanya malas, ingin menenangkan hati dahulu.

__ADS_1


"Gimana kalau aku main ke rumah si kembar aja? Hehe sudah lama gak main sama mereka," gumam nya seorang diri.


Daniella terlebih dahulu menelepon Papa nya untuk tidak menjemput, karena Ia akan naik taxi saja menuju rumah Kakak nya. Orang tuanya juga langsung mengijinkan, bahkan titip salam untuk semua orang.


Ting nong!


"Tunggu sebentar!" teriak Olivia dari dalam rumah, saat membukakan pintu langsung tersenyum lebar melihat tamu nya.


"Hai Kak, assalamu'alaikum," ucapnya salam lalu menyalami tangan Olivia.


"Waalaikumsalam Ella, kamu pasti baru pulang sekolah ya? Nah gitu dong main kesini, yuk masuk." Olivia menyambut adik ipar nya itu dengan hangat.


Langsung memberitahu jika si kembar sedang berenang sore di belakang, Daniella yang merasa semangat pun langsung ke belakang menghampiri. Ternyata benar si kembar sedang berenang, mereka terlihat asik sekali sampai tidak menyadari kehadirannya.


"Kembar, Kak Ella datang!" teriak nya riang.


Olivia yang selesai membuatkan jus lalu mendekati nya yang berdiri di sisi kolam renang. "Kamu mau turun juga? Nanti Kakak bawain baju khusus."


"Em gak perlu deh Kak, lagi gak mood renang," jawab Daniella menolak halus.


Akhirnya Ia pun hanya menciprat-cipratkan air saja pada dua keponakannya itu yang masih asik bermain lempar bola. Cuaca sore itu sangat cerah, matahari pun tidak terlalu panas. Bagus untuk berenang.


Daniella lalu menghampiri Olivia yang duduk di kursi kayu tidak jauh dari kolam, duduk di sebelah nya sambil meminum jus jeruk yang dibuat tadi. Keduanya asik menonton Filio dan Fiona yang kini malah saling kejar di kolam sambil tertawa.


"Kak Dilon belum pulang ya?" tanya Daniella memulai obrolan.

__ADS_1


"Belum, sekarang dia biasanya selalu pulang lebih malam karena banyak kerjaan," jawab Olivia.


Saat sedang asik bermain dengan ponsel nya, Daniella perlahan menoleh ke samping karena merasa di perhatikan. Ia menatap bertanya pada Kakak Ipar nya yang ternyata memang sedang memperhatikan nya, tapi tatapannya terlihat dalam.


"Daniella, boleh Kakak tanya sesuatu? " tanya Olivia dengan ekspresi wajah serius nya, membuat Daniella tiba-tiba jadi gugup.


"I-iya Kak, mau tanya apa?" Entah kenapa, Daniella bisa langsung menduga topik apa yang akan dibahas.


"Daniella, Kakak dengar ini dari Dilon dan ingin sekali tidak percaya. Apa benar kamu.. Suka sama Kai? Suka di sini adalah perasaan romantis, cinta." Olivia terlihat hati-hati sekali saat menanyakan ini.


Ternyata tebakan Daniella benar hal yang ingin ditanyakan Kakak Ipar nya adalah itu. Sudah pasti sih Dilon akan cerita pada Olivia yang istrinya juga Kakak dari Kai, tapi kenapa pada orang tuanya tidak ya?


Dengan sedikit malu, Daniella pun menjawab jujur. "Iya Kak, aku memang sudah dari lama ada perasaan suka sama Om Kai."


"Apa mungkin kamu cuman merasa kagum saja pada sosok dia? Mungkin itu bukan perasaan cinta." Olivia bahkan berusaha berpikir positif, karena memang agak tidak masuk akal.


"Ya awalnya aku juga kira begitu, tapi makin besar aku sadar kalau aku memang suka sama Om Kai. Detak jantung aku selalu cepat saat bersama dia, aku juga nyaman dan bahagia."


Kedua bola mata Olivia terlihat terbelak sebentar, tapi perlahan tatapannya menjadi sayu seperti merasa kecewa dan sedih. Hanya jawaban itu saja sudah membuatnya bisa menyimpulkan.


Setelah itu keduanya terdiam dengan perasaan sama-sama campur aduk. Entah kenapa jujur di depan Olivia terasa lebih agak memalukan, mungkin karena Olivia adalah Kakak kandung Kai.


"Maafin aku Kak," cicit Daniella.


"Tidak perlu minta maaf, perasaan seseorang itu memang tidak bisa ditahan. Kakak memang tidak tahu kenapa kamu bisa sampai memiliki perasaan seperti itu kepada adik Kakak, karena hanya kamu yang merasakannya seorang diri." Tanpa diduga, itulah tanggapan dari Olivia.

__ADS_1


Walaupun begitu bukan berarti Olivia menyetujui jika Daniella bersama Kai, akan sangat canggung jika dua orang itu bersama karena status mereka yang sudah menjadi keluarga.


Tetapi selain karena itu, alasan sebenarnya adalah perbedaan usia mereka yang terlalu jauh. Kai adalah laki-laki dewasa dan sudah usia matang, sedang Daniella baru saja memasuki usia pubertas.


__ADS_2