Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 57


__ADS_3

"Daniella!"


Panggilan keras keras dari kejauhan itu membuat Daniella tersenyum lebar dan segera menghampiri keluarganya. Saat dekat Ia langsung mendapatkan pelukan dari semua orang, membuatnya pun kembali tidak bisa menahan rasa haru.


"Selamat ya Ella untuk wisudanya, kami bangga sama kamu," ucap Dilon mewakilkan.


"Makasih ya, ini juga berkat dukungan dari kalian aku bisa sampai sejauh ini," gumam nya dengan senyuman tipis, walau begitu air matanya tetap meleleh juga.


Olivia yang melihat itu pun menghapuskan air matanya. "Cup-cup jangan nangis dong, ini kan hari spesial kamu jadi harus bahagia dong," hibur nya.


"Kak Ella, ini dari kami. Selamat untuk wisuda nya, Kakak cantik banget pakai baju toga begitu," ucap Fiona memuji.


Melihat sebuket bunga berukuran besar membuat Daniella pun tidak bisa menahan senyuman. Ia pun menerima nya tidak lupa mengucapkan terima kasih, mengusap kepala keponakannya itu juga bergantian.


Kebahagiaannya ini terasa lebih lengkap karena kehadiran keluarganya, mereka rela jauh-jauh terbang ke Singapura untuk hadir di acara wisuda nya. Setelah ini nanti rencananya akan makan-makan.


"Ayo di foto dulu, Kakak sudah sewa photograper nih," ajak Dilon yang mengajak seorang lelaki muda yang membawa kamera nya. Memang selalu ada yang menyewakan jasa nya di setiap acara seperti ini.


Mereka pun mengangguk dan bergantian mengambil foto bersama Daniella. Bersama kedua orang tuanya, keluarga kecil Dilon, bahkan sendiri juga. Terlihat senyuman di bibir semua orang, menandakan mereka sedang bahagia.


Suasana di Kampus hari itu sangat ramai, dihias dengan indah juga. Ternyata ada beberapa kenalan Kai maupun Aiden, mereka adalah rekan bisnis nya. Bahkan katanya anaknya juga kuliah di sini, bisa-bisa nya Daniella tidak mengenal.


Saat sedang menciumi wangi bunga di buket itu, pandangannya tidak sengaja tertuju pada seorang lelaki di kejauhan yang berjalan ke arah nya. Matanya memicing mencoba melihat jelas, saat wajah itu semakin jelas membuat detak jantung nya seperti berhenti beberapa saat.


"Loh itu Kai?" Erika lah yang menyadari, walau sebenarnya Daniella yang lebih dulu menyadari.

__ADS_1


Perhatian keluarga pun langsung tertuju ke arah yang ditunjuk Erika, mereka juga terlihat terkejut dengan kehadiran lelaki itu. Tidak tahu sama sekali kalau Kai itu akan datang kesini juga, Kai pun tidak bilang apapun.


Setelah dekat, Kai langsung tersenyum kuda sambil mengusap tengkuk nya tanda malu karena tidak memberitahu ini kepada keluarganya.


"Hai semua," sapanya agak kikuk.


"Kai kamu kenapa gak bilang mau ke Singapura juga? Kenapa tiba-tiba datang begini," tanya Olivia menuntut. Mentang-mentang sudah dewasa, jadi bersikap mandiri.


"Hehehe maaf ya semuanya, soalnya biar kejutan aja," jawab nya sambil melirik sekilas Daniella, berharap mereka bisa mengerti.


Karena Kai pikir jika dirinya memberitahu keluarganya, mereka akan memberitahu Daniella. Sebenarnya Ia juga tidak ada rencana menyusul dan datang ke acara wisuda Daniella, tapi entah kenapa kemarin benar-benar tidak tenang.


Akhirnya Kai pun nekad berangkat malam tadi, untungnya masih ada pesawat yang belum berangkat. Ia bahkan sampai harus rela meninggalkan putranya di Indonesia, hanya demi hadir di acara wisuda Daniella.


Bukankah Kai sudah berkorban banyak?


Berbeda dengan beberapa tahun lalu dimana pandangannya pada Daniella hanya seperti anak remaja, sekarang terasa berbeda. Daniella sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan mempesona, apalagi saat memakai make up dan kebaya itu.


Detak jantung Kai berdebar dengan cepat.


Daniella dengan cepat menyadarkan dirinya sendiri, Ia pun menerima buket bunga itu dan memeluk nya bersamaan dengan buket dari keponakannya. "Om datang? Bagaimana bisa?" tanyanya bingung, sampai lupa bilang terima kasih.


Daniella hanya tidak menyangka saja Kai sampai rela datang jauh kesini juga. Jujur saja.. Hatinya merasa terharu.


"Ini kan hari spesial kamu, Om harus datang dong untuk merayakan juga, biar bahagia kamu lengkap. Kamu senang gak Om datang?" tanya Kai balik dengan sebelah sudut bibir terangkat nya.

__ADS_1


Dengan malu-malu Daniella mengangguk jujur. "Senang kok, makasih ya Om sudah datang kesini," jawab nya.


Keluarga yang dari tadi memperhatikan malah asik menonton. Terkadang mereka saling bertatapan dan membalas senyuman, entah kenapa rasanya gemas sekali melihat kedekatan dua orang itu.


Ya mereka memang sudah tahu jika Daniella itu menyukai Kai, entahlah apa sekarang perasaannya masih sama atau tidak. Lalu apa Kai juga sudah membuka hati pada Daniella. Hanya mereka saja yang tahu perasaan masing-masing.


Dilon lalu melambaikan tangan pada photograper yang disewa nya tadi, menyuruh nya untuk memfoto kan Daniella dan Kai. Dan dua orang itu pun dengan kikuk berdiri bersebelahan untuk mengabadikan moment.


"Masa gayanya kaya gitu, kaku banget. Coba Kai rangkul Daniella," celetuk Erika memberikan kode, Olivia pun tertawa kecil setuju.


Awalnya Kai merasa malu untuk kontak fisik begitu, tapi sepertinya Daniella pun tidak masalah. Akhirnya Ia mencoba memeluk pinggang ramping gadis itu, membuat posisi berdiri mereka pun semakin dekat. Keduanya lalu tersenyum lebar ke arah si photograper.


"very nice, you guys are a perfect match," puji photograper itu sambil memberikan jempol tangan.


Kai dan Daniella yang dianggap sebagai pasangan pun menjadi malu-malu, tapi tidak bohong detak jantung keduanya menjadi cepat merasa senang. Saat bertatapan lagi, membalas senyuman tipis.


Erika lalu mengajak mereka untuk berangkat sekarang ke restoran itu, sudah jam makan siang juga dan pastinya semua orang merasa lapar. Mereka menyewa tiga mobil, dan Daniella pun memutuskan bersama Kai di kendaraan yang sama.


Setelah mobil berjalan pergi dari lingkungan Kampus, belum lagi ada obrolan. Keduanya sama-sama merasa canggung, apalagi hanya berduaan seperti ini. Tapi bibir mereka terlihat berkedut, seperti yang sedang menahan senyuman.


"Ekhem kok gak ajak Kenzo, Om?" tanya Daniella memberanikan diri membuka obrolan. Tidak nyaman sekali hening begini.


Kai malah tertawa kecil. "Masa Om ajak dia, kasihan ah masih bayi sudah diajak perjalanan jauh. Om sempat bimbang harus ninggalin dia, tapi Om pikir dia juga akan baik-baik aja di sana, ada babysitter nya juga," jawab nya.


"Makasih banyak banget ya Om sudah datang kesini, bela-bela in untuk aku. Aku seneng banget," ucap Daniella dengan senyuman lebar, Ia tidak malu kembali berterima kasih karena ingin menghargai Kai juga yang sudah berkorban.

__ADS_1


Kai pun menoleh dan membalas senyumannya tidak kalah lebar. "Sama-sama Daniella, ini memang kemauan Om sendiri."


__ADS_2