
Karena Olivia dan Dilon kembali balikan, membuat keluarga mereka pun kembali akrab dan dekat. Hubungan Kevin dan Aiden masih baik, apalagi istri-istri mereka yang memang dari dulu sudah berteman.
"Erika sekarang kehamilan kamu ke berapa bulan? Sudah kelihatan besar ya," tanya Keisha di sela makannya.
Erika pun mengusap perutnya lalu menjawab, "Sudah masuk ke bulan akhir, aku deg-deg an banget mau lahiran di usia yang sudah gak lagi muda."
"Gak papa jangan gugup, kamu harus yakin bisa. Yang penting kamu harus selalu jaga pola makan dan sehat selalu," kata Keisha menyemangati.
Sekarang dua keluarga itu sedang makan malam di restoran milik Dilon, tidak ada acara penting hanya makan malam biasa. Keisha dan Erika terlihat asik mengobrol dari tadi, begitu pun dengan Kevin dan Aiden yang terus membicarakan perihal pekerjaan.
Beralih pada si pemeran utama Dilon dan Olivia, pasangan kekasih itu malah asik makan sambil menatap satu sama lain dengan senyuman tertahan. Terkadang juga saling menyuapi satu sama lain, benar-benar kasmaran sekali.
Padahal kalau dihitung dari balikan sudah beberapa bulan, tapi masih romantis.
Kai yang dari tadi hanya diam memperhatikan hanya menatap malas pasangan kekasih itu. "Emangnya kenapa kalian harus saling suap-suapan? Kan makanannya juga sama," tanyanya kepo.
Repleks Dilon dan Olivia pun menatap anak laki-laki itu sekilas, lalu kembali saling bertatapan dan tersenyum. Kalau dipikir kasihan juga Kai diabaikan semua orang di meja ini, karena mereka sama-sama sibuk dengan urusan sendiri.
"Kan biar romantis, nanti juga kamu kalau sudah punya pacar pasti begini, pacar kamu bakalan suka," celetuk Olivia sedikit menjelaskan.
Kai pun terlihat mengusap dagunya seperti sedang berpikir dengan keras. Membayangkan dirinya bersikap romantis begitu pada pacarnya nanti membuat badannya merinding, Kai tidak terlalu suka hal itu.
Mereka pun kembali melanjutkan makan sambil mengobrol dengan asiknya. Suasana restoran di malam minggu ini pun seperti biasa selalu ramai, ternyata tempat makan hadiah dari Aiden kepada Dilon ini berjalan sukses. Ya karena anak itu sendiri yang bisa menjalankannya.
__ADS_1
"Mah Pah bentar ya aku sama Dilon mau ke balkon dulu," pamit Olivia meminta ijin.
Kedua orang tuanya mengangguk mengiyakan, memberikan waktu pada pasangan kekasih itu yang sepertinya butuh waktu berduaan. Kai sendiri ditahan Keisha, sudah bisa membaca jika putranya itu pasti ingin ikut.
Balkon restoran di lantai atas gedung itu lumayan luas, dan untungnya tidak terlalu banyak orang di sana karena mereka bisa mengobrol dengan santai. Dilon katanya ingin sekalian merokok, Olivia pun tidak masalah.
"Besok sudah mulai libur semester ya, punya rencana jalan-jalan kemana gitu?" tanya Dilon sambil menghembuskan asap rokok nya ke udara.
"Oh jadi ceritanya pengen jalan-jalan gitu sama aku? Atau apa kita ajak keluarga juga?" tanya Olivia balik.
Dilon menggeleng cepat, "Enggak, cuman kita berdua aja. Ke luar kota ke, jalan-jalan gitu, pasti seru," katanya.
Olivia menganggukan kepalanya mengerti, bisa membayangkan sendiri semisal mereka jalan-jalan berdua ke luar kota pasti akan sangat menyenangkan. Tempat pertama yang langsung Ia pikirkan adalah Yogyakarta, di sana kan banyak sekali tempat wisatanya.
Sebelah alis Dilon terangkat karena menurutnya pemikiran Olivia terlalu jauh. Ia pun mendekati kekasihnya itu, dan menghimpit nya sampai Olivia terpojok di pembatas pagar. Posisi mereka sangat dekat, kedua tangan Dilon bahkan bertengger di setiap sisi tubuh perempuan itu.
"Emangnya orang tua kita bakal mikirin apa kalau kita jalan-jalan berdua keluar kota?" tantang nya.
"Ya pasti gak jauh dari hal itu, takut kalau misal kita kebablasan. Kita coba yakinin mereka aja kalau kita pun gak akan aneh-aneh di sana," jawab Olivia tanpa rasa gugup sedikit pun, sudah biasa digoda kekasihnya ini.
Sebelah tangan Dilon yang tidak memegang rokok terangkat mengusap pipi perempuan itu, "Sebenarnya ujian paling berat untuk aku itu ya punya pacar cantik kaya kamu. Aku harus selalu nahan diri untuk gak ngelakuin hal bejad sama kamu," ujarnya jujur.
Olivia hanya mendengus pelan lalu tertawa kecil merasa lucu sendiri. Ia tentu senang dipuji seperti itu, tapi merasa lebih bangga karena Dilon selalu menjaga dirinya dan tidak melakukan hal di luar batas.
__ADS_1
Tiba-tiba senyuman di bibir Olivia menghilang karena terpikirkan sesuatu. Dan perubahan ekspresinya yang mendadak itu tentu saja membuat Dilon bingung, lalu menanyakan,
"Kenapa?"
"Dilon gimana kalau misal Septian pulang ke Indonesia?" tanya Olivia mengeluarkan ke khawatiran di hatinya.
"Kamu tahu darimana dia bakal pulang ke Indonesia? Apa dia masih coba hubungin kamu?"
Kepala Olivia menggeleng lalu mengatakan jika itu hanya pemikiran liar nya saja. Tetapi ada kemungkinan juga kan? Sudah dari lama juga lost kontak dengan Septian, toh nomor nya juga sudah Ia blokir.
Dilon pun memilih membuang rokoknya yang masih setengahnya itu ke tong sampah, tidak lupa sebelumnya juga sempat mematikan api nya. Memfokuskan perhatian pada kekasihnya, bisa merasakan jika saat ini Olivia sedang dilanda cemas.
"Hei jangan takut, kalaupun semisal dia tiba-tiba pulang dan temuin kamu, langsung kabari aku aja ya," ucap Dilon berusaha menenangkan sang kekasih.
Olivia pun menunjukkan wajah memelas nya, "Aku takut dia ngelakuin hal aneh-aneh lagi yang sampai nyelakain kamu atau keluarga aku, dia kan orangnya nekad," ujarnya.
Bukan berarti Olivia bermaksud kepedean menganggap Septian itu masih ada perasaan padanya setelah mereka berpisah beberapa bulan lamanya, tapi Ia hanya berjaga-jaga saja.
Tetapi kalau dilihat pria itu tidak pernah mengganggunya lagi, membuat Olivia merasa sedikit tenang karena yakin jika sepertinya Septian sudah benar melepaskannya. Ya semoga saja pria itu pun bisa menemukan kebahagiaan lain di sana.
"Kamu bisa tanyakan nanti pada Kirana, mungkin saja dia tahu sesuatu tentang Septian. Kalian kan sangat dekat, dia juga sepertinya sudah berhenti jadi mata-mata Septian," kata Dilon mengusulkan dan langsung diangguki Olivia.
Hubungan Olivia dengan Kirana sudah kembali seperti dulu, masalah waktu itu sudah selesai dengan cepat dan keduanya saling mempercayai satu sama lain lagi. Selama itu juga, Ia tidak pernah membahas Septian lagi.
__ADS_1
Tetapi kali ini sepertinya harus, karena Olivia sedang butuh kabar dari orang terdekat nya. Sekali lagi, Olivia hanya berjaga saja. Jikapun Septian sudah tidak peduli kepadanya itu bagus, berarti mereka sudah benar-benar selesai.