Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 56


__ADS_3

Saat bangun tidur, Daniella malah terduduk melamun di atas ranjang nya. Mengingat kejadian kemarin malam bersama Kai, membuatnya langsung mengusap wajah kasar. Kenapa bisa-bisanya mereka terlena oleh suasana itu dan hampir melakukan hal di luar batas.


"Aku akan jadi wanita jahat jika secepat itu membuat Om Kai berpaling dari Ayana. Tidak-tidak boleh begini, aku harus menjaga jarak dengan Om Kai," gumam nya bertekad di dalam hati.


Daniella lalu turun dari ranjang nya dan masuk ke kamar mandi untuk sekedar membasuh wajah dan menggosok gigi. Setelahnya Ia keluar dari kamar, sempat memperhatikan sekitar yang sepi.


Dirasa aman tidak ada kehadiran lelaki itu, Daniella berjalan dengan cepat pergi menuju kamar Kenzo. Setelah berhasil masuk, Ia langsung menghela nafas lega. Tetapi saat berbalik untuk menghampiri ranjang bayi, rahang nya dibuat jatuh melihat orang yang ingin di hindarinya malah sudah ada di dalam kamar.


"Selamat pagi Daniella, bagaimana apa tidur kamu nyenyak?" sapa Kai dengan senyuman ramah nya. Lelaki itu terlihat sedang menggendong Kenzo.


"I-iya lumayan nyenyak," jawab Daniella singkat sambil mengusap tengkuk nya tanda sedang gugup.


Meringis di dalam hati karena tadi bisa-bisa nya Ia tidak mengintip dahulu ke dalam kamar, ternyata Kai malah sudah di dalam sedang bersama Kenzo. Merasa tidak bisa menghindar, Ia pun mendekat dan berusaha bersikap santai.


Kenzo tidak tidur, bayi mungil itu memperhatikan sekitar dengan mata bulat nya yang bersinar. Sepertinya sudah bi Ima ganti bajunya juga, jadi pagi ini terlihat sudah tampan. Daniella gemas sekali ingin menggendong nya.


"Kamu mau langsung pulang pagi ini atau mau main lagi di sini?" tanya Kai bertanya lagi. Pria itu terlihat paling santai, tidak gugup seperti Daniella.


"Pulang saja Om, soalnya aku juga mau beres-beres," jawab Daniella.


"Beres-beres gimana?"


"Lusa aku mau kembali ke Singapura, aku belum sempat packing karena sering main di sini. Mama juga sudah nyuruh aku beres-beres, tapi belum ada waktu."


Raut wajah Kai terlihat berubah dalam sekejap saat mendengar pernyataan itu. Tidak menyangka ternyata Daniella akan kembali ke Singapura secepat ini. Tidak cepat sih, gadis itu sudah mau satu bulan juga berada di Indonesia.


Mungkin Kai terlalu menikmati waktunya dengan Daniella, hingga waktu pun tidak terasa sudah berjalan secepat ini.

__ADS_1


"Om kira kamu gak akan balik ke sana lagi," ucap Kai pelan berusaha menutupi perasaan sedih nya dengan tersenyum.


"Aku harus ke sana lagi lah Om, kan wisuda juga belum. Terus setelah itu baru aku bisa beresin semua barang di sana, nanti juga bakal pulang lagi ke Indonesia. Benar-benar pulang dan gak akan balik ke sana lagi," jelas Daniella.


Entah kenapa, Daniella jadi merasa Kai itu tidak rela dirinya pergi lagi. Apakah ingin dirinya terus di sini saja? Tetapi Kai tidak mungkin berterus terang seperti itu, keduanya kan berusaha menjaga hati.


Perhatian mereka lalu teralih melihat bi Ima yang datang dan akan menjaga Kenzo. Melihat waktu yang sudah mau pukul enam, membuat Kai pun harus bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Pria itu pun pamit ke kamar nya.


Setelah Kai pergi, Daniella pun baru berani menghampiri Kenzo dan meminta menggendong nya. Ia juga mengecupi pipi kemerahan bayi itu beberapa kali, tidak bisa menahan rasa gemas nya.


"Nona mau pulang sekarang atau nanti sore, atau Nona mungkin mau menginap lagi?" tanya bi Ima yang sedang melipat baju-baju Kenzo.


"Pulang sekarang bi, soalnya lusa aku balik lagi ke Singapura," jawab Daniella yang sedang menimang-nimang Kenzo.


Bi Ima yang mendengar itu pun repleks menghentikan pekerjaannya. "Loh saya kira Nona sudah pulang ke Indonesia dan gak akan ke sana lagi."


"Semoga acaranya berjalan dengan lancar ya Nona, bibi ucapkan selamat dari sekarang. Nona memang hebat," katanya sambil menunjukan jempol tangan.


"Hehehe makasih bi."


Khawatir terlalu siang dan Ia pun belum bersiap-siap, Daniella pun membaringkan lagi Kenzo di ranjang nya dan memberikan tugas pada bi Ima. Ia lalu keluar dari kamar itu kembali ke kamar yang ditempatinya kemarin malam, untuk mengganti bajunya.


Tidak akan mandi di sini, nanti saja di rumahnya.


Bertepatan saat Ia keluar dari kamar, tidak sengaja berpapasan dengan Kai. Lelaki itu sudah tampan dan rapih dengan setelan kantor nya, lalu mengajaknya ke ruang makan bersama untuk sarapan terlebih dahulu.


"Apa Kak Dilon juga akan ke sana?" tanya Kai membuka obrolan di meja makan.

__ADS_1


Daniella yang dari tadi menunduk pun mengangkat kepalanya. "Katanya sih Kak Dilon sama Kak Olivia dan si kembar akan nyusul, sehari sebelum wisuda. Kalau Mama sama Papa berangkatnya bareng sama aku lusa," jawab nya.


"Hm begitu ya, pasti nanti bakalan ramai," gumam Kai sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


Daniella terlihat menekan bibir nya, ingin sekali bertanya apa lelaki itu nanti akan menyusul nya juga ke Singapura untuk acara wisuda nya. Tetapi Ia merasa gugup, entah kenapa setelah kejadian kemarin malam, suasana di antara mereka tidak lagi sama.


Sepertinya Kai pun merasakan itu, hanya saja berusaha terlihat santai, menutupi perasaan aslinya.


"Om anterin kamu pulang dulu deh, gak papa masih ada waktu juga," ucap Kai melirik jam tangannya.


"Gak papa Om aku bisa naik taxi, Om ke kantor saja langsung, nanti malah telat lagi gara-gara anterin aku," tolak Daniella cepat, Ia tidak mau merepotkan.


Tetapi Kai malah tersenyum tipis lalu dengan bangga nya berkata. "Kamu lupa ya kalau Om ini Bos nya di perusahaan? Gak ada yang berani marahin Om."


"Hh ya sudah ya sudah, makasih deh," desah Daniella pasrah menerima, tidak apalah lumayan juga hemat uang.


Selesai menghabiskan sarapan, keduanya pun beranjak untuk berangkat. Tidak lupa sebelumnya berpamitan dahulu pada Kenzo, mereka juga bergantian mengecupi wajah tampan bayi itu, hingga membuat Kenzo hampir menangis.


Selama perjalanan, belum lagi ada obrolan di antara keduanya. Padahal tadi di rumah suasana sudah mulai mencair, tapi lagi-lagi saling mendiami karena selalu teringat kejadian kemarin malam dimana mereka hampir berciuman.


"Jam berapa kamu berangkat?" tanya Kai sebelum gadis itu turun dari mobil nya, kebetulan mereka sudah sampai.


"Sekitar jam sembilan pagi an."


Kai terlihat menghembuskan nafasnya berat. "Om gak tahu apa ada waktu untuk anter kamu ke bandara kalau jam segitu. Tapi Om cuman mau bilang hati-hati dan jaga diri kamu baik-baik. Selamat juga untuk wisuda kamu dan mendapat gelar baru, Om bangga sama kamu."


Bibir Daniella terlihat melengkungkan senyuman mendengar itu, merasa senang dan terharu di waktu bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2