Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Harus Berakhir Juga


__ADS_3

Dilon menyadari kalau pacarnya itu selama ujian berlangsung menjadi sangat sulit di hubungi, bahkan mereka pun dari hari pertama sudah tidak pernah jalan lagi. Alasan Olivia sama, ingin fokus belajar. Tetapi Dilon merasa ini terlalu berlebihan.


"Olivia, ada yang mau aku bicarakan," ucap Dilon setelah menarik salah satu kursi lalu bergabung di meja yang sama dengan pacarnya itu.


Olivia yang tadinya sedang membaca pun menurunkan buku nya, "Ada apa?" tanyanya.


"Kamu berubah, aku ngerasa kamu jadi cuek sama aku." Dilon memutuskan mengungkapkan, walaupun agak malu karena dirinya terlihat orang yang bucin sekali.


"Kamu ngomong apa sih? Aku gak berubah kok," bantah Olivia sambil tertawa canggung menutupi perasaan gugupnya.


Sepertinya Dilon mulai menyadari jika Ia menjaga jarak dari beberapa hari lalu. Olivia terasa seperti tidak exited seperti biasa, Ia mulai mengabaikan Dilon. Jarang membalas chat atau telepon nya, kalau diajak jalan-jalan atau sekedar nongkrong pun selalu menolak.


Apakah ini waktunya ya?


"Sayang apa aku ada salah sampai buat kamu berubah?" tanya Dilon dengan suara lembutnya.


Hati Olivia dibuat bergetar mendengar itu, bahkan Dilon yang lebih dulu meminta maaf walaupun tidak tahu kesalahannya sendiri. Dengan sekuat tenaga Olivia pun menahan tangisnya, jangan sampai pria itu tahu jika saat ini Ia sedang tidak baik-baik saja.


"Gak ada kok Dilon, kamu gak ada salah apapun," jawab Olivia. Malahan seharusnya Ia yang minta maaf, karena perubahannya ini pasti membuat Dilon kepikiran.


"Terus kenapa hm? Aku loh yang ngerasain perubahan kamu, kamu gak seperti biasanya. Cerita kalau ada masalah, aku pasti akan bantu," kata Dilon dengan tulus.


Olivia malah terdiam, merasa berat sendiri untuk mengatakannya. Seharusnya Ia sudah mempersiapkan hatinya, tapi ternyata tidak mudah walau hanya mengatakan saja. Olivia hanya tidak mau menangis lalu Dilon menyadari ada ke ganjalan dari dirinya.


Suasana kelas sepi, ujian di hari terakhir memang sudah selesai dan kelas akhir merasa bebas setelah ini. Ada yang pulang, ada yang ingin memperbaiki nilai dan tetap di sekolah. Olivia sendiri belum pulang karena sedang membaca buku pelajaran dulu.

__ADS_1


Olivia lalu menarik tangannya yang digenggam Dilon, "Dilon maafin aku," ucapnya pelan.


"Kenapa kamu minta maaf?" tanya Dilon bingung. Merasa jika perempuan itu tidak melakukan kesalahan, ya paling hanya menjadi cuek saja tiga hari ke belakang.


"Kita.. Kita kayanya gak bisa lanjutin hubungan ini lagi." Olivia langsung memejamkan mata setelah mengatakan itu, sungguh berat sekali untuk mengungkapkannya.


"Apa? Kamu jangan bercanda, gak lucu tahu!" Dilon malah tertawa kecil, mengenyahkan perasaan berburuk sangka di hatinya.


Setelah itu Olivia kembali terdiam, padahal Dilon sedang menunggu kelanjutkannya lagi dengan perasaan berdebar. Tiba-tiba suasana di kelas menjadi tidak nyaman. Melihat Olivia yang dari tadi seperti enggan menatap Dilon, membuat pria itu sedih.


"Aku serius Dilon, ayo kita putus!" ucap Olivia dan baru membalas tatapannya. Kedua tangannya yang berada di pangkuan terkepal, berusaha menahan perasaannya yang sekarang campur aduk.


Senyuman di bibir Dilon pun langsung hilang, "Kenapa? Kenapa tiba-tiba begini? Olivia bilang dong kalau aku ada salah, aku pasti akan perbaiki dan minta maaf."


Tatapan Dilon berubah menjadi sendu, senyumannya pun menjadi miris tanda Ia sedang patah hati. Tidak menyangka saja tiba-tiba Olivia mengatakan ini. Memang hubungan mereka selama ini selalu saja ada masalahnya, tapi tidak pernah sekali pun terpikirkan untuk putus.


"Olivia jawab dulu pertanyaan aku, kenapa kamu tiba-tiba mutusin aku?" desak Dilon sambil mengguncang bahu perempuan itu.


Olivia terlihat menghembuskan nafasnya kasar, "Orang tua aku Dilon, mereka.. Mereka tahu kamu sempat ditahan polisi dan--"


"Apa mereka gak mau anaknya punya hubungan dengan mantan kriminal seperti aku?" tanya Dilon sedih. Dadanya semakin sakit mengetahui itu, berarti dirinya mendapat penolakan langsung.


Sebenarnya Dilon juga memikirkan ini, tanggapan keluarga Olivia dirinya yang sempat ditahan di penjara selama beberapa hari karena kasus pemukulan itu, bahkan Papa Olivia juga melihat langsung. Tetapi Dilon selalu berharap dirinya diberikan kesempatan, tapi ternyata tidak.


"Maafin aku Dilon, tapi Mama dan Papa minta aku gak lagi berhubungan sama kamu. Mereka sayang sama aku, mereka takut aku kenapa-napa karena berurusan sama orang kasar seperti kamu. Mereka juga gak mau, nama keluarga kita tercoreng karena kamu." Olivia langsung menundukan kepala setelah mengatakan itu.

__ADS_1


Ya Tuhan apakah dirinya terlalu jahat mengatakan ini pada Dilon? Seperti mempermalukan nya juga. Tetapi mungkin dengan alasan ini, bisa membuat Dilon mundur dan tidak sampai mempertahankan hubungan mereka lagi.


Tetapi Olivia terkejut saat Dilon menggenggam sebelah tangannya, "Maafin aku ya Olivia, aku sadar memang bukan orang yang baik untuk kamu. Aku juga minta maaf sama orang tua kamu, sungguh aku gak bermaksud untuk mempermalukan mereka," ucapnya pedih.


Ingin sekali Olivia membantah jika pria itu tidak sampai seperti itu, Kata-kata nya tadi sepertinya memang terlalu kasar sampai masuk ke hati Dilon. Tetapi semua sudah terjadi, tidak bisa Ia tarik lagi.


Keduanya lalu terdiam dengan kepala saling menunduk, memikirkan hal yang sama, yaitu hubungan mereka saat ini. Dari awal memang banyak sekali hal yang terjadi, moment bahagianya itu hanya sesaat karena lebih banyak masalahnya.


"Aku juga minta maaf Dilon gak bisa meyakinkan mereka. Aku sudah berusaha, aku tahu kamu orang yang baik dan tulus sama aku. Tapi--"


Dilon mengangguk pelan dengan senyuman pedihnya, "Tidak apa Olivia, kalau sudah tentang restu orang tua memang akan sangat sulit. Tapi aku senang sempat deket dengan mereka, keluarga kamu orang yang menyenangkan."


Kenapa Dilon terlihat baik-baik saja? Pria itu bahkan tidak dendam karena sudah ditolak keluarganya, membuat Olivia jadi semakin terbebani saja. Dilon ternyata menyadari kesalahannya dan berluas hati mengakuinya. Bukankah pria itu sudah berubah sekarang?


"Jadi sekarang kita.. Sudah berakhir?" tanya Dilon sedih, tapi ekspresi wajahnya tetap berusaha tegar.


Olivia hanya diam menatap pria itu dalam. Ingin sekali menolak, tapi tubuhnya terasa kaku walau hanya membuka suara saja. Kenapa suasana ini sangat mendebarkan ya? Rasanya sangat tidak nyaman juga.


"Olivia aku cuman mau ngasih tahu sesuatu sama kamu, kalau aku sayang banget sama kamu. Makasih selama ini sudah sabar hadapin aku yang aneh ini. Aku emang sudah dapat orang yang cocok, tapi kayanya kamu gak cocok sama aku," kata Dilon lalu tertawa kecil menutupi perasaa sesaknya.


Benar seperti perjanjian dari awal, mereka putus bukan karena orang ketiga, Dilon membuktikan itu. Tetapi sayangnya Dilon tidak tahu saja, jika alasan mereka berpisah memang karena ada orang ketiga. Bukan Dilon yang selingkuh, melainkan Olivia.


***


Yah mereka putus nih 💔

__ADS_1


__ADS_2