Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Merasa Beruntung


__ADS_3

Ada banyak permainan yang sudah Dilon dan Olivia lakukan bersama, sanking terlalu asik juga sampai lupa waktu dan sekarang terlihat langit sudah berubah menjadi jingga menandakan waktu sudah masuk sore.


"Nih minum dulu," ucap Dilon yang sudah kembali, memberikan sebotol minuman pada pacarnya itu.


Olivia pun menerima nya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih, Ia pun meminum nya lumayan banyak karena haus. Sesekali tubuhnya menggigil merasakan dingin yang sangat, bagaimana tidak kedinginan kalau dari siang bermain air.


"Kayanya sekarang aku jadi agak hitam soalnya panas-panasan terus, gak papa deh nanti bisa perawatan lagi," gumam Olivia sambil menunjukkan tangannya yang bahkan di mata Dilon warnanya masih tetap sama.


"Sudah puas belum main nya?" tanya Dilon. Baginya, yang penting pacarnya itu bahagia Ia akan ikut kemana saja.


Olivia pun tertawa kecil lalu menyenderkan kepalanya di bahu Dilon. "Puas kok, hari ini seneng banget bisa main lama di pantai gini, apalagi bareng kamu," jawab nya.


Mendengar itu membuat Dilon pun merasa senang, Ia juga ikut menyenderkan kepalanya dan keduanya terdiam menikmati pemandangan laut didepan. Suasana ini sangat nyaman, dapat merefreshing kan pikiran dan hati.


Dilon lalu membawa tangan kiri Olivia, dan tiba-tiba memakaikan sesuatu di jari manis nya. Olivia yang merasakan itu langsung melihatnya, terpana ada cincin dengan mata berlian kecil di jari manis nya.


Olivia pun kembali menegakkan duduknya dan menatap bertanya pacarnya. "Dilon, apa ini?" tanyanya.


"Hadiah dari aku, untuk orang yang aku sayang," jawab Dilon sambil mengusap kepala Olivia lembut. "Aku beneran senang kita bisa balikan lagi, aku benar-benar gak bisa kehilangan kamu."


Jangan anggap Dilon berlebihan dan lebay, percayalah rasa cintanya kepada Olivia sangat besar. Ada banyak kejadian yang sudah mereka lalui bersama, dan perasaan itu malah semakin besar saja setiap hari nya.


Merasa tidak bisa menahan haru nya, Olivia pun memeluk kekasihnya itu dengan kedua mata berkaca-kaca. "Aku juga sayang banget sama kamu Dilon, makasih sudah setia menunggu aku," ujar nya.

__ADS_1


Keduanya tentu berharap hubungan mereka ke depannya selalu Baik-baik saja. Walaupun nanti pasti akan ada saja masalah, tapi keduanya akan melalui semua dengan baik dan tidak akan sampai keluar kata perpisahan.


Setelah hati lebih tenang, mereka pun memutuskan pulang ke hotel. Olivia yang akan mandi terlebih dahulu, agak kikuk karena mereka tinggal satu kamar jadi tidak bisa bergerak bebas. Sama-sama malu.


Perhatian Dilon yang sedang bermain ponsel teralih mendengar pintu kamar mandi terbuka. Ia langsung menelan ludah kasar melihat Olivia keluar hanya memakai handuk, matanya sampai tidak bisa berkedip lama.


"Em aku lupa gak bawa baju ganti ke dalam, sekarang kamu masuk gih mandi aku mau pakai baju juga," kata Olivia tanpa menatap karena malu.


Dilon pun berdehem untuk menghilangkan perasaan gugup nya, "Ekhem ya sudah aku masuk dulu, masih ada handuk kan di dalam." Setelah itu Ia pun masuk tanpa menatap Olivia lagi.


Hembusan nafas lirih keluar lewat celah bibir Olivia, merasa ikut kikuk karena mereka harus tinggal satu kamar. Untungnya bisa saling menjaga diri, tetap mengingat nasihat dari orang tua juga.


Bertepatan setelah Olivia memakai baju santai nya, Dilon pun keluar kamar mandi. Tetapi pria itu kembali masuk dan memilih akan memakai baju di kamar mandi saja, membuat Olivia hanya tersenyum memperhatikan.


"Di luar aja yuk, tapi kita makan di tempat lain. Biasanya kan kalau malam gini banyak tempat makan di sisi jalan yang buka, suka enak-enak rasa nya," ajak Dilon.


Olivia pun tanpa ragu mengangguk mengiyakan, Ia sama sekali tidak masalah makan di sisi jalan karena menurutnya rasanya pun tidak kalah enak. Kebetulan malam ini keduanya sedang sama-sama ingin makan gudeg.


Setelah keduanya bersiap langsung keluar kamar. Ada tempat makan gudeg terkenal tidak jauh dari sini, dan sepertinya akan makan di sana saja. Memilih berjalan kaki saja sambil menikmati malam yang indah di Yogyakarta.


Sesampainya di sana ternyata harus mengantri, tapi tidak apa karena tenda makan ini memang terkenal. Setelah belasan menit nya akhir nya mereka pun dapat juga, langsung pesan menu komplit dan mencari tempat duduk.


"Ups ternyata oseng mercon nya pedes banget, kamu kuat gak makannya?" tanya Olivia perhatian.

__ADS_1


"Gak terlalu kuat kalau sepedas ini, tapi jujur oseng mercon nya emang enak banget," jawab Dilon yang sedang bersuhah kepedasan.


Olivia tertawa kecil malah merasa lucu dengan tingkah pacar nya itu. Akhirnya Dilon pun memberikan bagian enak itu kepada Olivia, dan pacarnya itu malah kesenangan karena katanya sangat enak dan pasti akan habis.


Suasana Yogyakarta di malam hari selalu ramai, di sekitar sana pun sangat indah karena banyak lampu jalan warna warni menyinari. Walaupun makan di bangku sisi trotoar, tetap yang terbaik.


"Besok berarti kita baru beli oleh-oleh ya. Huft gak kerasa juga waktu berjalan cepat, lusa nya kita sudah pulang lagi," ujar Dilon dengan senyuman tipis tanda merasa senang sudah melewati hari belakangan ini.


"Iya bener gak kerasa, makanya kita harus nikmatin waktu di sini karena kapan lagi bisa begini," sahut Olivia sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Itu karena ada pengamen yang sedang bernyanyi di depan.


Dilon pun memilih memberikan sedikit uang dulu pada pengamen bersuara merdu itu, setelahnya di sana pun kembali hening dan bisa fokus mengobrol berdua lagi.


"Sudah selesai makannya? Mau langsung pulang atau mau kemana dulu?" tanya Dilon memastikan. Masih pukul delapan malam, belum terlalu malam.


Saat Olivia mengajak ingin jalan-jalan menelusuri daerah di sana, Dilon pun mengiyakan saja. Tetapi tentu mereka tidak akan pulang terlalu malam juga karena khawatir ada penjahat, alias begal.


Sekitar pukul sepuluh nya, keduanya pun sampai juga di hotel. Langsung mengganti baju tadi menjadi baju tidur, setelahnya berbaring di ranjang masing-masing dengan keadaan kamar yang temaram.


Dilon lalu berbaring menyamping, menatap Olivia yang sudah memejamkan mata entah sudah terlelap atau belum. Ia jadi malah asik memperhatikan wajah cantik perempuan itu, kalau saja setiap malam bisa seperti ini pasti akan bermimpi indah.


"Kamu gak dingin tidur di sana, mau aku temenin gak?" tanya Dilon modus. Padahal suhu udara di sana pun tidak terlalu dingin karena bantuan AC.


Mata yang tadi terpejam pun kembali terbuka, menoleh sekilas pada Dilon dengan senyuman tipis di bibir nya. "Kenapa? Bilang saja mau tidur bareng aku," katanya.

__ADS_1


Dilon pun tertawa karena memang Ia terpikirkan begitu. Ia tidak akan bersikap lebih, hanya tidur di ranjang yang sama saja. Penasaran sekali bagaimana tidur dengan orang yang dicintai, pasti akan sangat nyenyak.


__ADS_2