Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Karena Mencintainya


__ADS_3

Kejadian kemarin malam sudah mereka lupakan, karena yang terpenting tidak ada barang yang hilang. Besok pagi nya pasangan kekasih itu sudah bersiap akan berangkat ke suatu daerah pantai yang jaraknya lumayan jauh dari posisi hotel itu.


"Kamu sudah gak ngambek lagi kan sama aku?" tanya Dilon menoleh sekilas lalu kembali fokus menyetir.


Olivia pun ikut menolehkan kepala. "Enggak, kemarin itu aku lagi haid hari pertama jadi bad mood terus bawaannya," jawab nya.


"Oh pantesan, aku kira kenapa," gumam Dilon yang bernafas lega sendiri mendengar nya.


Menelusuri jalanan di Yogyakarta di pagi hari cukup menyenangkan karena mata di manjakan oleh banyaknya tempat indah. Keputusan mereka liburan kesini pun tidak salah, walau ini bukan pertama kali.


Sepanjang perjalanan diiringi musik yang menemani agar membuat tidak ngantuk, namun tetap saja Olivia yang bosan tertidur. Dilon yang melihatnya hanya tersenyum, lalu sedikit mengecilkan volume musik nya.


Karena perjalanan menempuh satu jam an lebih, jadi Dilon pun tidak masalah yang menyetir. Sesampai nya di hotel tempat mereka menginap baru, Ia pun baru membangunkan pacar nya itu.


"Engghh!"


"Bangun sayang, kita sudah sampai. Katanya kamu siang ini pengen langsung main ke pantai," ucap Dilon sambil mengusap bahu nya lembut.


Kedua mata Olivia perlahan terbuka, menoleh melirik ke samping kaca mobil, "Cepet juga sampai nya," katanya.


"Cepet lah, orang kamu tidur lama," jawab Dilon lalu tertawa kecil.


Keduanya lalu turun dari mobil dan membawa barang masing-masing untuk masuk ke hotel itu. Tetapi mereka belum memesan kamar, dan ternyata saat ditanyakan hanya tersisa satu kamar.


"Waduh gimana dong Dilon?" tanya Olivia meminta pendapat.


Dilon berdehem pelan lalu kembali menatap resepsionis itu. "Kalau boleh tahu tipe kamarnya seperti apa yang masih kosong itu?"

__ADS_1


"Kebetulan ada dua ranjang berukuran sedang yang pas untuk satu orang," jawab resepsionis itu ramah.


Setelah dipikirkan lagi akhirnya mereka pun mengambil kamar itu saja karena ingin cepat pergi ke pantai tidak sabar bermain di sana. Saat memasuki kamar itu, Dilon dan Olivia saling bertatapan lalu tersenyum kikuk satu sama lain.


"Ekhem kamu mau ranjang yang di sebelah mana? Di sini atau di dekat jendela?" tanya Dilon gentle.


"A-aku yang deket jendela aja, biar bisa lihat pemandangan," jawab Olivia dan segera pergi ke ranjang nya sendiri untuk menyimpan barang.


Posisi ranjang mereka memang bersebelahan, walau ada jarak di tengah yang dihalangi lampu meja berukuran sedang. Ukuran kamarnya lumayan luas, ada kamar mandi nya juga di dalam. Walau begitu, kamar hotel sebelumnya memang lebih nyaman.


Dilon lalu duduk di ranjang nya, memperhatikan Olivia yang sedang membongkar isi koper nya. "Kamu mau ke pantai sekarang? Gak mau istirahat dulu?" tanyanya.


"Terserah kamu sih, kalau misal kamu mau tidur dulu juga gak papa, pasti pegel selesai nyetir dua jam," kata Olivia sambil mengangkat pandangannya.


Tetapi Dilon menggeleng karena Ia Baik-baik saja, malahan tidak sabar juga ingin segera melihat pantai yang kebetulan posisi nya di belakang hotel ini. Bahkan dari jendela besar itu, mereka bisa melihat pemandangan ke arah laut. Itulah kenapa merekomendasikan hotel ini.


Olivia pun masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mengganti pakaiannya. Dilon mengiyakan saja, dirinya sendiri tidak akan mengganti baju karena sudah cocok dengan yang dipakainya sekarang. Celana pendek dan kemeja khas pantai.


"Yuk kita berangkat sekarang!" ajak Olivia dengan suara riang nya.


Kedua mata Dilon langsung melotot melihat pakaian yang dikenakan pacarnya itu. Ia pun repleks berdiri dan menghampiri, memegang bahu sang kekasih sampai mereka pun saling bertatapan.


"Ada apa Dilon?" tanya Olivia dengan ekspresi kebingungannya.


"Serius kamu mau pakai baju ini? Yang bener aja dong Olivia. Gak mau ah, ganti!" tegas Dilon.


"Hah memangnya kenapa? Aku kan sudah siapin dan memang rencananya mau pakai baju pantai ini."

__ADS_1


Dilon terdengar berdecak pelan, "Kamu nanya kenapa? Alasannya terlalu terbuka. Pusar kamu sampai kelihatan, bagian bahu kamu juga terbuka gini. Terus celana kamu cuman setengah paha. Kamu mau jadi tontonan orang-orang di sana?!" cerca nya.


Olivia menurunkan terlebih dahulu tangan Dilon di bahunya, Ia lalu melangkah ke cermin besar tidak jauh di sana dan memperhatikan penampilannya. Menurutnya ini tidak terlalu berlebihan, malahan Ia terlihat sangat cantik.


Tiba-tiba Dilon mendekat lalu memeluknya dari belakang. "Jangan pakai ini dong sayang, masa nanti aku di sana bukannya nikmatin pantai malah merhatiin dan jagain kamu terus," rengek nya.


Helaan nafas berat keluar lewat celah bibir Olivia merasa agak kesal karena Dilon menolak nya memakai pakaian cantik ini. Padahal pasti di pantai sana banyak yang memakai lebih seksi dari ini, apalagi para bule.


Olivia bisa merasakan kecupan Dilon di bahu nya, membuatnya pun menggigit bibir bawah menahan perasaan geli. Tangan Dilon pun mulai mengusapi perut bawahnya yang terbuka, gerakannya itu semakin membuatnya merinding.


"Eists kamu mau apa Dilon? Jangan cari kesempatan ya!" cegah Olivia sambil mendorong pria itu menjauh sampai mundur beberapa langkah.


Dilon terlihat mengerucutkan bibir nya seperti merasa kesal karena kesenangannya diganggu, membuat Olivia berusaha menahan tawa. Tetapi untungnya pria itu sangat pandai menahan diri, lalu menyuruhnya cepat mengganti baju dan akan menunggu di luar kamar.


Setelah pintunya Dilon tutup lagi, Ia bersandar di sana dengan nafas yang masih memburu. Sebagai laki-laki normal Ia tentu sangat tergoda tadi di dalam, inginnya menerkam pacarnya yang cantik dan seksi di waktu bersamaan itu.


Kepalanya langsung menggeleng dan tidak akan mungkin melakukan itu karena sangat mencintai Olivia dan tidak akan menyakiti nya. Mereka juga masih muda, perjalanan masih panjang.


Merasakan pintu di belakang nya akan terbuka, membuat Dilon pun agak menjauh. Senyuman tipis terukir di bibir nya melihat Olivia menuruti perintahnya berganti pakaian.


"Masa aku pakai ini ke pantai? Main air pakai dress gini kurang enak," gerutu nya protes.


Dilon pun mencubit pelan pipi nya berusaha menghibur. "Ini lebih bagus kok, warna merah nya cocok dipakai kamu, kulit kamu makin bersinar apalagi kalau dibawah matahari."


"Aku cantik pakai dress ini?" tanya Olivia.


"Iya lah cantik, kamu pakai apa aja selalu cantik," kata Dilon membuat Olivia pun tersenyum dan mood nya kembali naik.

__ADS_1


Keduanya lalu saling berangkulan pergi dari sana menuju lantai bawah. Walaupun cahaya matahari siang ini agak cerah, tapi tidak menghalangi keduanya untuk bermain ke pantai. Malahan mungkin akan lebih menyenangkan.


"Nanti kita main speedboat yuk," ajak Olivia dan langsung diangguki Dilon.


__ADS_2