
Jadinya Daniella tidak langsung pulang, Andra malah mengajaknya makan es krim. Padahal malam itu anginnya lumayan dingin, tapi Daniella menerima saja saat dibelikan es krim. Katanya orang yang sedang sedih makan es krim bisa menaikkan mood.
"Kamu beneran gak akan balik ke dalam lagi? Nanti Papa kamu nyariin lagi," tanya Daniella melirik lelaki itu yang duduk di sebelah nya.
"Enggak, aku sudah ngasih tahu Papa kalau lagi bareng kamu, jadi dia langsung izinin," jawab Andra dengan senyuman lebar nya.
Daniella pun mengangguk pelan dan kembali mengemut es krim nya. Mereka sedang duduk di bangku yang ada di taman. Perhatiannya teralih melihat Andra membuka jas nya dan malah menyampirkan di bahunya.
Ia pun langsung menatap bertanya lelaki itu. "Kamu pasti kedinginan pakai baju begitu, apalagi kita malah makan es krim," kata Andra.
"Makasih ya," ucap Daniella dengan senyuman tipis.
Setelah diingat lagi, Daniella merasa Andra ini selalu hadir di saat dirinya sedih. Pria itu selalu menjadi penghibur hatinya, tidak tahu kenapa bisa kebetulan seperti ini juga. Tetapi jujur saja, hatinya sedikit hangat dengan sikap gentle lelaki itu.
"Kamu habis nangis ya Daniella?" Akhirnya Andra memutuskan menanyakan ini, merasa penasaran di pendam terus.
"Kelihatan ya kalau aku habis nangis? Pasti make up aku jadi luntur," keluh Daniella sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Make up kamu masih bagus kok, cuman emang bagian eyeliner nya agak luntur sedikit hehe," gurau Andra ingin sedikit menggoda, agar tidak terlalu serius.
Daniella membawa cermin kecil di tas selempang nya, meneliti wajahnya lalu memperbaiki make up nya dengan selembar tisu. Andra di sebelahnya hanya diam memperhatikan sambil memakan es krim nya.
Setelah merasa selesai, Daniella pun kembali memasukan cermin kecilnya ke dalam tas. Lalu menoleh dan menatap bertanya Andra yang dari tadi memperhatikannya. Memangnya Ia tidak sadar apa?
"Jadi kenapa kamu nangis? Harusnya kan kamu senang-senang dong di dalam, kan acara spesial keluarga besar kamu," tanya Andra yang masih ingin tahu.
"Aku lagi patah hati," jawab Daniella dengan pandangan turun ke tanah.
__ADS_1
"Hm patah hati kenapa?"
Daniella tidak langsung menjawab, sedang berkecamuk dengan hatinya. Haruskah Ia jujur dan cerita perasaan ini sebenarnya kepada Andra? Mungkin jika lelaki itu tahu juga, bisa menegaskan perasaannya.
Untuk masalah tanggapan Andra ke depannya, Daniella tidak terlalu mempedulikan.
"Orang yang aku suka dari lama malah ngelamar orang lain, di hadapan aku. Gimana aku gak nangis coba," Keluh Daniella akhirnya mengungkapkan.
Untuk beberapa saat tidak ada tanggapan apapun dari lelaki di sebelahnya. Membuat Daniella pun menoleh dan kembali menatap Andra, terlihat ekspresi keterkejutan di wajah itu.
"Daniella, jangan bilang orang yang kamu suka itu.."
"Iya, aku memang suka sama Om Kai. Orang yang aku ceritakan waktu itu sama kamu itu dia," sela Daniella.
"Hah?!"
Andra sampai tidak bisa berkata-kata mendengar itu, kedua matanya terbelak lebar dengan mulut terbuka sedikit. Sungguh tidak menduga ternyata orang beruntung itu adalah Om nya Daniella sendiri. Ternyata dugaan Andra terlalu jauh.
"Kamu pasti bakal nganggap aku cewek apaan setelah ini karena sukanya sama laki-laki yang usia nya jauh di atas," ucap Daniella sambil tertawa kecil, menutupi perasaan sedih nya.
"Enggak kok, aku gak menganggap kamu begitu. Aku jujur memang kaget karena ternyata orang yang kamu suka itu Om kamu sendiri, tapi perasaan seseorang itu tidak bisa dipaksakan. Mungkin saja, Om Kai itu punya sesuatu yang buat kamu tertarik."
Daniella menatap Andra dengan tatapan berbinar, merasa terharu karena tanggapan hangat itu keluar dari bibir nya. Ia kira Andra akan menatapnya jijik karena menyukai lelaki yang jauh lebih tua, tapi ternyata tidak.
"Tapi sekarang aku ngerti kenapa kamu bisa suka sama Om Kai, ya dia memang tipe yang sempurna sih," kata Andra dengan senyuman tertahannya.
"Makasih Andra sudah ngerti," gumam Daniella pelan.
__ADS_1
Setelah itu keduanya terdiam, menyelami pikiran masing-masing. Entah kenapa, suasana di antara keduanya pun terasa lebih santai setelah Daniella mengungkapkan perasaannya tadi.
Daniella juga merasa lebih lega sudah cerita ini, dan yang lebih membuatnya senang tentu tanggapan dari Andra tadi. Ya semoga saja pria itu tulus, tidak bermuka dua dan berbeda jika di belakang nya.
"Kamu pasti sedih pas lihat Om Kai tadi ngelamar pacarnya itu di dalam," ucap Andra kembali membuka suara.
"Hm bukan sedih lagi, hati aku sesak banget. Makanya aku mutusin pergi, karena malu kalau ketahuan nangis," sahut Daniella sambil tersenyum kecut.
"Apa keluarga kamu tahu kalau kamu punya perasaan sama Om kamu itu?"
Daniella menggeleng pelan. "Orang tua aku gak tahu, aku gak bisa bayangin juga kalau mereka tahu sebenarnya aku suka sama Om Kai. Kayanya mereka bakalan sama kaya Kakak aku, nentang karena perbedaan usia kita yang terlalu jauh," jawabnya.
Andra menatap tidak tega Daniella, Ia pun memberanikan diri merangkul bahunya dan menepuk-nepuk pelan berusaha memberikan semangat. Sekarang Ia terlihat tegar sekali, padahal hatinya sesak sekali mengetahui ini.
Tetapi Andra merasa lega juga, dirinya berarti benar-benar mencintai Daniella karena bisa mengikhlaskannya. Ia juga senang perempuan itu bisa berbagi sedikit cerita kepadanya, ya walau Ia harus pura-pura baik-baik saja dan malah memberikan sandaran.
"Sudah malam, aku anterin kamu pulang ya," ucap Andra berbaik hati.
"Terus Papa kamu gimana?" tanya Daniella.
"Gak papa, nanti aku balik lagi ke sini setelah anterin kamu."
Daniella mengangguk setuju karena dirinya memang sudah ingin istirahat di rumah. Selain badannya yang lelah, hatinya juga. Ia memang sudah tidak terlalu sedih karena ada Andra yang menemaninya, tapi kalau mengingat saat Kai melamar Ayana membuat hatinya sakit.
"Makasih ya Andra untuk malam ini, makasih juga sudah anterin aku pulang," ucap Daniella sambil membuka seatbelt nya. Mereka sudah sampai lagi di depan rumahnya.
"Sama-sama, aku juga senang bisa jadi teman curhat kamu," kata Andra dengan senyuman penuh artinya.
__ADS_1
Daniella hanya menanggapi dengan senyuman, ya Ia tidak menyesal sudah curhat pada Andra karena sekarang hatinya lebih lega. Sebelum turun, Daniella sempat mendengar kata-kata terakhir dari Andra.
"Tidak apa sedih karena cinta, patah hati itu wajar. Tapi kamu harus bangkit lagi, karena akan banyak hal indah yang akan datang."