
"Mama yakin Dilon bakal terpukau sama kamu, dia juga bakalan makin cinta sama kamu," kata Keisha dramatis, terlalu mengagumi hasil dandanannya.
Olivia terlihat tersenyum malu-malu, "Ah Mama bisa aja, aku kan jadi malu."
Getaran ponselnya membuat perhatian mereka teralih. Ternyata itu Dilon, memberitahu jika sudah menunggu di depan. Keisha dan Olivia pun langsung bergandengan tangan keluar rumah, mereka terlihat semangat sekali.
Ternyata Dilon memakai mobil mewah, untung saja tidak pakai motor karena pasti akan sangat merepotkan. Pria itu juga terlihat tampan memakai jas, bahkan rambutnya lebih rapih dari biasanya.
"Aduh kalian cocok banget, kaya pangeran sama putri hihi," puji Keisha menggoda. Wanita itu lalu mendorong Olivia agar berdiri di sebelah Dilon.
Keisha lalu mengeluarkan ponselnya, mengatakan akan memotret pasangan kekasih itu. Awalnya gayanya terlihat kaku, tapi Keisha memerintah mengganti gaya. Mungkin ada sepuluh foto yang Ia ambil.
"Hehe nanti Mama mau upload di instagram deh, biar temen-temen Mama pada iri soalnya anak Mama punya pacar ganteng," celetuk Keisha menatap puas layar ponselnya.
Dilon lalu mengeratkan genggaman tangan Olivia, membuat perhatian perempuan itu tertuju padanya. Keduanya saling membalas senyuman dengan tatapan penuh cinta satu-sama lain.
"Lo cantik banget, kaya beda orang," puji Dilon dengan tatapan berbinar nya, tidak berbohong.
"Aku sudah tahu kamu bakal bilang gitu, gak sia-sia aku dandan satu jam lebih," ucap Olivia sambil menyampirkan helaian rambutnya ke belakang telinga.
Dilon hanya terkekeh kecil melihat kepercayaan diri Olivia, "Emang dandan selama itu ya? Ngapain aja sih?"
"Ya make up lah paling lama, pokoknya ribet. Tapi aku dandan cantik gini juga buat kamu, kamu juga pasti seneng kan?" tanya Olivia lalu menyenggol pelan bahu pria itu.
Dilon mengangguk pelan, memang dirinya sangat senang Olivia berdandan cantik begini untuknya. Keduanya lalu pamit pergi pada Keisha, wanita itu sempat menggoda lagi pada mereka untuk menikmati dinner nya.
Keisha juga tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun pada Dilon, juga memberikan sekotak kue tart berukuran sedang yang dibelinya tadi. Dilon tentu saja senang mendapatkan itu, tidak lupa Ia sempat berterima kasih.
"Lo gak buat kejutan kan di sana?" tanya Dilon sambil tetap fokus menyetir.
Ditanyai begitu membuat Olivia menelan ludah kasar, "Lihat aja nanti," jawabnya.
"Terus itu apa?" tanya Dilon sambil menunjuk paperbag di atas pangkuan Olivia.
"Kado untuk kamu, tapi nanti aja ya dibukanya pas di sana. "
__ADS_1
Dilon terlihat menghela nafas berat, "Padahal waktu itu gue bilang gak usah ngasih, dasar keras kepala. Kayanya uang lo kebanyakan ya?"
"Hahaha enggak, ini malah aku ambil dari uang tabungan aku. Gak papa lah, ulang tahun itu kan hari yang spesial," Kata Olivia sambil tersenyum tipis.
Sesampainya di depan gedung bertingkat itu, mereka pun masuk sambil bergenggaman tangan. Beberapa orang ada yang memerhatikan, memuji karena pasangan muda itu terlihat sangat cocok. Membuat iri saja.
"Dilon apa gedung ini juga punya Papa kamu?" tanya Olivia saat keduanya sedang di dalam lift.
"Bukan kayanya, ini gedung umum. Bokap cuman beli lantai tujuh, buat Kafe bar," jawab Dilon.
"Oh gitu, tapi gedung ini random banget ya. Ada kantor, tempat belanja sampai Kafe hehe," ujar Olivia.
Saat sampai di lantai tujuh dan masuk ke pintu, seorang pelayan dengan ramah selalu menyapa. Mengetahui yang datang adalah anak dari bosnya, pelayan itu pun segera melayani dengan baik.
"Apa malam ini meja banyak dipesan?" tanya Dilon.
"Malam ini lumayan banyak pengunjung, tapi ada beberapa juga meja yang kosong. Anda ingin makan di mana? Akan saya siapkan," tanya pelayan itu sopan.
"Di meja nomor sembilan, dekat ujung kaca," jawab Daffin cepat. Tempat itu menurutnya paling nyaman, karena bisa melihat pemandangan indah dari dinding kaca.
Sepertinya meja itu sempat dipesan, tapi karena si pemilik yang ingin menempati jadi di batalkan. Dilon terlebih dahulu menarikkan kursi untuk Olivia, setelah pacarnya itu duduk nyaman Ia pun duduk di depannya.
Mungkin karena sedang malam minggu, jadi suasana di Kafe bar malam ini ramai dengan banyak didatangi anak muda. Mereka juga pergi dengan pasangannya. Padahal tempat ini baru dibuka, tapi sudah menjadi favorit.
"Aku gak beli kue, kita pakai kue dari Mama aku aja ya?" tanya Olivia pada kekasihnya.
"Emangnya mau ngapain? Lo pengen kue itu?"
"Bukan, buat rayain dulu untuk kamu."
Dilon lalu terkekeh kecil, "Terus lo bakaln nyanyi selamat ulang tahun buat gue gitu?" tanyanya terhibur sendiri.
"Haha iya, gak papa lah. Kamu jangan malu ya, cuekkin aja kalau yang lain lihat," ucap Olivia dan mulai membuka kotak kue nya.
Dilon sih tidak malu jika dirayakan kecil seperti itu oleh Olivia, bukankah seharusnya yang malu itu Olivia karena akan bernyanyi untuknya? Dilon langsung tahu jika kekasihnya itu hanya ingin menyenangkan nya, membuatnya terharu saja.
__ADS_1
Sebelum bernyanyi, Olivia lalu meminta bantuan pada seorang pelayan untuk mem videokan keduanya. Tetapi ternyata pelayan lain malah ikut bergabung, mereka ikut beryanyi untuknya.
Melihat mejanya sekarang jadi ramai karena dikelilingi pekerja di Kafe nya, mereka pun ikut menyanyikan lagu ulang tahun untuknya membuat Dilon tersenyum lebar menahan malu tapi juga senang. Sesekali pria itu menutup wajahnya sedang salah tingkah, tidak menyangka akan se ramai ini.
"Tiup lilinnya-tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang juga, sekarang juga."
Melihat Olivia yang melirik kuenya memberikan kode pada Dilon, pria itu pun langsung menurut dan meniup beberapa lilin di atas kue sampai apinya padam. Suara tepuk tangan meriah pun langsung terdengar di sana.
"Selamat ulang tahun Tuan Dilon,saya mewakilkan dari semua pekerja. Doa yang terbaik dari kami untuk anda," ucap Manajer di sana.
Dilon mengangguk pelan, "Iya terima kasih, kalian bisa lanjutkan pekerjaan," katanya.
Setelah para pelayan di sana bubar, suasana lebih terasa rileks dan tidak lagi pengap. Dilon lalu menatap Olivia dalam, dengan senyuman tertahannya. Tetapi perempuan itu hanya mengedikkan bahu, bagi Olivia yang terpenting Dilon senang.
"Nah waktunya aku ngasih kamu kado, mau buka kadonya sekarang?" tanya Olivia sambil menyimpan paperbag itu di atas meja.
"Boleh, gue yang buka?"
"Iyalah," jawab Olivia.
Dilon pun mengeluarkan kotak di dalam paperbag itu, Ia pun langsung bisa menebaknya. Saat tutupnya Ia buka, dugaannya pun benar jika itu adalah sepatu. Senyuman Dilon terlihat melebar melihat hadiah untuknya itu.
"Bukannya ini mahal ya? Kenapa beli ini?" Ternyata itulah yang Dilon katakan lebih dulu.
"Ya gak papa, jadi gimana kamu suka gak?" tanya Olivia menunggu.
"Suka kok, bagus juga ternyata. Makasih sayang," jawab Dilon sambil menatapnya penuh cinta.
"Sama-sama, tapi aku punya kejutan lain untuk kamu."
"Hm apa?" tanya Dilon bingung. Kejutan apalagi yang disiapkan untuk nya?
***
Kira-kira kejutan apalagi ya buat Dilon? 😆
__ADS_1