Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Semua Baik-baik Saja


__ADS_3

Untungnya saat pulang ke rumah, orang tuanya sedang tidak ada jadi tidak melihat keadaan Olivia yang sedang terguncang karena mereka pasti akan khawatir apalagi jika tahu habis bertemu dengan Septian.


Dilon mengajak Olivia ke kamarnya di lantai atas, untungnya ada persediaan air minum di sana jadi tidak perlu turun ke bawah lagi untuk membawa. Segelas air putih pun habis juga Olivia minum, dan sekarang sudah merasa lega.


"Jadi gimana awalnya sampai kamu bisa terjebak sama dia?" tanya Dilon langsung, tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


"Aku kira mobil yang berhenti di depan ku itu taxi yang aku pesen makanya aku masuk gitu aja. Pantesan gerak-gerik supirnya agak aneh, ternyata itu Septian yang lagi nyamar. Tapi aku juga gak tahu kenapa dia bisa tahu aku lagi di sana," jawab Olivia menceritakan.


Dilon terlihat menghela nafasnya berat karena ternyata Olivia yang ceroboh, Ia kira sampai ada adegan pemaksaan yang terjadi tadi. Dilihat dari penampilan Olivia sih sepertinya tidak terjadi hal yang ditakutkannya.


Sepertinya benar kedua orang itu tadi hanya bicara menyelesaikan masalah mereka dulu.


Olivia lalu membawa sebelah tangan Dilon dan mengusap-usap nya pelan, "Dilon, kamu gak marahkan?"


"Aku akan marah kalau dia sampai sakitin kamu," sahut Dilon dengan ekspresi wajah datarnya.


"Enggak kok, Septian gak ngelakuin hal aneh-aneh ke aku, dia benar-benar tulus minta maaf untuk semuanya. Entah ke aku ataupun kedua orang tua aku," jelas Olivia meluruskan.


Kedua orang itu lalu berpelukan untuk menenangkan satu sama lain, saling mengusap punggung juga. Entah kenapa suasana sekarang terasa lebih rileks, apa mungkin karena mereka yakin jika ke khawatiran mereka tidak akan terjadi lagi?


Alias masalah dengan Septian pun sudah berakhir.


"Tadi aku juga sempat minta maaf sama Septian, aku sadar kalau bukan hanya dia aja yang salah, tapi juga aku," lanjut Olivia bercerita sambil meregangkan pelukannya.


"Kenapa minta maaf? Kamu gak salah kalau gak bisa mencintai dia, dia yang salah karena sudah paksa kamu," kata Dilon protes.


Tetapi Olivia menggeleng tidak setuju mendengar itu, "Enggak Dilon, aku juga salah karena seperti gak bisa menghargai dia. Tapi ya sudahlah, semua juga sudah selesaikan?"

__ADS_1


Dilon pun mengangguk setuju, ya semua sudah selesai, yang penting permasalahan mereka dengan si Septian itu sudah berakhir. Jika Septian mengakui kesalahan dan meminta maaf, itu berarti tidak akan melakukan hal aneh-aneh lagi kan?


"Sekarang hati aku ngerasa lebih tenang," ungkap Olivia jujur dengan senyuman tipisnya.


"Hm baguslah, jangan terlalu dipikirkan lagi ya."


Untuk mengalihkan obrolan, Dilon pun menanyakan dimana belanjaan Olivia. Lucunya belanjaan Olivia ternyata tertinggal di mobil Septian karena tadi sanking buru-buru nya. Keduanya malah tertawa membuat suasana pun rileks.


***


Besok nya Olivia sudah siap-siap akan berangkat ke Yogyakarta, ya mereka tetap melanjutkan rencana pergi ke kota itu untuk liburan bersama walau kemarin sempat ada masalah.


Bukannya jika sedang ada masalah dan pikiran, bagusnya refresing dengan jalan-jalan? Pasti perasaan akan semakin baik.


"Sayang sudah siap semuanya?" tanya Keisha melihat anaknya itu ke kamar untuk ikut membantu.


Rencananya kan Ia dan Dilon akan liburan sampai tiga hari dua malam di Yogyakarta, menelusuri tempat-tempat indah di sana sambil melakukan vlog bersenang-senang. Jadi barang bawaan Olivia pun lumayan banyak sampai harus bawa koper.


"Awas ya jangan sampai ada yang tertinggal," kata Keisha memperingati. "Nanti kalau sudah sampai di hotel kabari kami, tapi yang pasti harus hati-hati di jalan nya karena jauh."


Olivia pun langsung mengangguk mengiyakan, nanti juga Ia akan gantian menyetir dengan Dilon. Kasihan kalau pacarnya itu yang terus menyetir selama berjalam-jam, takutnya juga kelelahan dan malah terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.


Keisha lalu merapihkan rambut panjang putrinya itu, "Awas ya kamu nanti di sana jangan nakal, harus saling mengingati sama Dilon!"


"Ih iya Mama, astaga aku sampai bosan denger Mama sama Papa ngomong itu terus. Tenang aja, aku sama Dilon akan jaga batasan kok," sahut Olivia dengan helaan nafas berat.


Anak perempuan seperti merasakan hal yang sama juga seperti Olivia, ya tahu kedua orang tua hanya khawatir tidak mau kejadian buruk terjadi. Seperti contohnya hamil di luar menikah, kan akan menjadi aib.

__ADS_1


Tetapi selama berpacaran dengan Dilon pun, Olivia dan pria itu tidak pernah berlebihan, ya paling hanya kiss saja, itu pun sangat jarang. Dilon walaupun terlihat seperti orang brengsek, tapi pria itu sangat gentle dan menghormatinya.


Tiba-tiba Kai masuk ke kamar, "Mah Kak, itu Kak Dilon sudah sampai di depan," katanya memberitahu.


Olivia dan Keisha pun langsung bersiap dan membawa semua barang ke lantai bawah. Dua perempuan itu yang menggotong koper bersama, sedang Kai membantu membawa tas ransel milik Kakak nya itu.


Dilon yang menunggu di teras rumah langsung tersenyum, terlebih dahulu menyimpan semua barang milik Olivia di bagasi. Tidak langsung pergi karena akan pamitan dulu, sayang sekali Kevin tidak ada karena bekerja.


"Kai jangan sedih ya Kakak gak ajak, nanti kapan-kapan kita pasti liburan bareng. Nanti kamu mau dibeliin oleh-oleh apa?" tanya Dilon membujuk, Ia memang paling care pada anak laki-laki itu.


Senyuman langsung terukir di bibir Kai, "Apa saja deh Kak Dilon, tapi Kak Dilon ya yang pilihin biar keren," katanya.


"Oke siap," ucap Dilon sambil menunjukkan dua jempol tangannya. Pria itu lalu beralih menatap Keisha, dan tersenyum tipis,


"Tante aku sama Olivia mau pamit sekarang, kita minta doanya semoga sampai tujuan dengan selamat."


Keisha pun mengangguk, "Pasti kami akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian, Hati-hati ya di jalan nya. Kalau misal ngantuk bilang aja sama Olivia, biar dia yang gantian, jangan dipaksakan," nasihatnya mengingati.


"Iya Tante siap, tapi sekarang masih pagi dan saya masih semangat," sahut Dilon membuat yang lain terhibur.


Sebelum benar-benar pergi Olivia sempat berpelukan lama dengan Mamanya itu, tapi hanya sebentar dengan Kai karena gengsi. Namanya juga saudara. Berbeda dengan Dilon, yang lebih lama berpelukan dengan Kai.


Kedua orang itu lalu masuk ke mobil yang mesinnya dari tadi dinyalakan. Sebelum menjalankan mobilnya, sempat menekan klakson sebagai tanda perpisahan. Setelah mobil keluar dari gerbang, Sama-sama menghela nafas berat karena perjalanan panjang baru akan dimulai.


"Siap sayang?" tanya Dilon sambil menoleh sekilas.


Olivia pun membalas tatapannya dengan senyuman lebar, "Siap dong, semangat!"

__ADS_1


__ADS_2