Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 48


__ADS_3

Tidur nyaman Daniella terganggu mendengar deringan ponselnya yang terus menerus. Dengan mata masih tertutup, Ia berusaha menggapai ponselnya itu yang disimpan di meja samping ranjang.


"Hallo?" tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.


["Mama sudah duga kamu belum bangun, makanya Mama telepon kamu terus. Ayo bangun sekarang, jangan terlalu siang, kamu kan harus solat. Ingat ya janji kamu sama Mama dan Papa, gak akan ninggalin ibadah!"] omel Erika langsung dengan suara cempreng nya.


Kedua mata Daniella pun langsung terbuka, Ia lalu melirik sekilas ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. "Iya Mah, cuman kesiangan hari ini aja, maklum kan kemarin malam baru sampai," alasannya.


["Ya sudah gak papa, tapi setelah ini bangun ya, jangan dilanjut tidur. Mama kayanya bakal sibuk banget sampai besok, mau siap-siap untuk pernikahan Kai dan Ayana."]


Daniella langsung terdiam, hampir melupakan itu. Jika di hitung, acaranya adalah hari lusa. Padahal Ia berada jauh di sini, tapi tetap saja hatinya ikut berdebar. Ia menghembuskan nafasnya kasar tanpa sadar.


"Iya Mama tenang aja, aku bisa jaga diri aku sendiri, aku kan bukan anak kecil," gumam nya.


["Ya sudah sayang kalau gitu sudah dulu ya, sampai nanti."]


Setelah panggilan mereka berakhir, Daniella pun mendudukan tubuhnya sambil menatap lantai apartemen dengan tatapan kosong. Ia sedang mengumpulkan nyawa, tapi pikirannya tetap tertuju pada satu orang.


Senyuman miris terukir di bibirnya karena bisa menduga jika Kai pasti sekarang sedang dilanda rasa gugup sebentar lagi akan melepas masa lajang. Tidak mau terlalu larut dalam kesedihan, Ia pun turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi.


Selesai mandi dan berdandan, Daniella baru keluar kamar dan malah terdiam merasa bingung mau melakukan apa. Ia lalu pergi ke pantri, membuka kulkas dan langsung meringis melihat tidak ada apapun di dalam nya.


"Huft aku laper, apa pesan makanan saja ya? Tapi kan aku gak tahu di sini cara pesan makanan dari aplikasi apa," gumam nya seorang diri.


Ting nong!

__ADS_1


Daniella sedikit tersentak mendengar bel apartemennya berbunyi, dengan segera Ia pun ke depan untuk membukakan. Bibirnya langsung melengkungkan senyuman lebar melihat Celine.


"Lihat aku pesanin kamu makanan, sudah sarapan belum?" Celine menunjukan kresek putih berukuran sedang di tangannya, bisa tercium wangi makanan enak dari sana.


"Belum Kak, kebetulan banget, Kakak datang tepat waktu," jawab Daniella agak merengek.


Celine terlihat tertawa kecil tapi merasa tidak tega juga melihat wajah memelas remaja itu. Ia lalu dipersilahkan masuk, mereka pindah duduk di meja makan. Daniella pun membawa piring dengan sendok dan garpu nya.


Ternyata yang Celine bawa adalah nasi dan semangkuk sayur ayam yang terlihat enak. Memang sangat pengertian sekali wanita itu. Celine pun langsung menyuruhnya makan.


"Terus Kakak sendiri gak makan?" tanya Daniella sebelum mulai makan.


"Enggak lah, Kakak kan sudah sarapan tadi pas nganterin Cindy sekolah. Nanti Kakak jemput dia lagi agak siangan, sekalian kita jalan-jalan ke Super market, kamu kan harus belanja bahan makanan," jawab Celine panjang lebar.


Daniella langsung mengangguk setuju, memang sepertinya kehadiran Celine itu sangat dibutuhkan di sini sebagai pembimbingnya karena belum mengerti banyak hal. Selama sarapan itu pun, Celine mengajarkan juga cara dirinya jika ingin memesan makanan.


"Kakak gak nyangka kamu bisa makan banyak, kamu juga kayanya bukan cewek yang jaga image ya," kata Celine mengalihkan obrolan, mereka terlihat sudah bisa mengobrol dengan santai.


Daniella yang dibilang begitu tertawa kecil. "Hehehe iya Kak, aku emang gak gitu sih orang nya. Sama siapapun juga mudah akrab," sahut nya.


"Oh iya, terus gimana reaksi pacar pas kamu harus pindah kesini? Atau jangan-jangan dia juga kuliah di Singapura?"


"Enggak, aku gak punya pacar," geleng Daniella menjelaskan.


"Masa?!" pekik Celine tidak percaya.

__ADS_1


Menurut Celine, Daniella ini adalah remaja cantik yang sangat menarik. Sepertinya nanti juga di Kampus nya akan bersinar karena paling berbeda, kebanyakan warga Singapura kan berdarah Cina. Walaupun Daniella tidak memiliki pacar, tapi Celine yakin pasti banyak lelaki yang mendekati.


Selama di apartemen Celine pun membantu Daniella membereskan barang-barang nya. Entah kenapa, perannya itu malah terasa seperti Kakak. Dilon menitipkan adik perempuannya pada orang yang tepat.


"Sebentar lagi jam pulang sekolah Cindy, kamu maunya gimana nih? Mau ikut terus kita langsung ke super market, atau Kakak jemput dia dulu dan nanti kesini lagi?" tanya Celine memberikan pilihan.


Daniella lalu berpikir, sepertinya Ia bersiap sekarang saja dan nanti berangkat bersama. Kasihan juga kalau Celine kembali kesini hanya untuk menjemput nya, Ia sudah sangat banyak merepotkan wanita itu.


Daniella lalu minta izin beberapa menit untuk mengganti bajunya dan sedikit memakai make up. Untungnya make up nya tidak lama, setelah itu mereka pun berangkat menuju sekolah nya Cindy. Kebetulan lagi, super market itu tidak jauh dari sekolah nya.


Beberapa menit keduanya menunggu di depan mobil, perhatian mereka teralihkan melihat gerbang sekolah terbuka dan keluar lah banyak anak-anak. Melihat salah satunya adalah anaknya, Celine pun langsung melambaikan tangan.


"Mommy!" panggil Cindy setelah dekat dan memeluk wanita itu erat.


Celine lalu berjongkok untuk menyamakan posisi tubuh mereka. "Hallo sayang, gimana sekolah hari ini? Seru?"


"Hm seru, hari ini aku dan teman-teman belajar perkalian. Banyak yang belum mengerti, tapi aku sudah karena sudah Mama ajarkan," jawab Cindy riang.


Daniella yang memperhatikan interaksi manis di antara Ibu dan anak itu dibuat tersenyum, tiba-tiba Ia jadi merindukan Mama nya yang jauh di Indonesia. Ia pun sama sangat dekat dengan Mamanya.


Sebelum air matanya jatuh, lamunan Daniella terhenti merasakan pelukan tiba-tiba di pinggang nya. Ia menundukan kepala melihat Cindy memeluk nya, sambil menengadahkan kepala tersenyum lebar.


"Hallo Kakak Daniella, nama ku Cindy. Senang bertemu dengan Kakak," sapanya memakai bahasa Inggris, terlihat manis sekali.


Daniella yang tidak bisa menahan rasa gemas lalu mencubit pelan pipi anak itu. "Hallo Cindy, salam kenal juga ya. Kamu cantik banget, lucu juga," puji nya.

__ADS_1


"Hihi makasih, Kakak Daniella juga cantik kok, aku suka sama Kakak."


Daniella lalu melirik ke arah Celine yang tertawa terbahak, mungkin merasa terhibur dan tergelak sendiri dengan pengakuan anak perempuannya itu. Ia tersenyum malu-malu, rasanya berbeda saja jika dipuji anak kecil itu, lebih senang.


__ADS_2