
Sebelum kelas dua belas benar-benar berpisah, biasanya mereka akan menggelar sebuah pesta perpisahan yang sangat di idam-idam kan, yaitu prom night. Semua sudah menjadwalkan kapan acara dilaksanakan, tidak lain malam ini.
"Psstt kok dari tadi wajahnya lesu gitu sih?" tanya Tasya yang rambutnya sedang di rebonding di sebelahnya.
Olivia pun membalas tatapan nya, "Gak papa sih," Jawabnya membantah.
Yang sedang Olivia pikirkan adalah nanti saat di acara prom night. Sepertinya semua orang akan tahu juga jika dirinya ada hubungan spesial dengan Septian, termasuk Dilon. Mereka akan berkumpul bersama di ruangan besar, sudah pasti saling bertemu.
Sekarang Olivia dengan kedua sahabatnya sedang mempercantik diri di salon. Dari mulai luluran sampai nanti di make up, seluruh tubuh perawatan. Masih ada waktu sekitar satu jam an lagi, rasanya berdebar sekali karena waktu terasa cepat.
"Olivia nanti dijemput siapa?" tanya Syifa yang ikut nimbrung.
"Em ada sih seseorang," jawab Olivia yang enggan berterus terang.
Tasya dan Syifa melirik satu sama lain, tatapan mereka terlihat penuh makna, "Kayanya cowok ya, apa yang lagi deket sama kamu? Cerita dong siapa," kata mereka penasaran.
Kedua sahabatnya memang tahu kalau dirinya dengan Dilon sudah putus dari seminggu lalu. Mereka sangat menyayangkan karena katanya kedua orang itu terlihat cocok, tapi tidak bisa terlalu ikut campur karena semua ada di tangan Olivia sendiri.
Syifa dan Tasya berharap yang terbaik saja, yang terpenting Olivia bahagia dan tidak sedih lagi. Tetapi sebagai sahabat tentu mereka tahu jika Olivia belum lah bisa move on sepenuhnya dari Dilon, ya siapa juga yang bisa cepat melupakan orang berarti di hati.
"Em nanti saja ya, kita bakalan ke prom night," jawab Olivia dengan senyuman kikuk nya.
"Tunggu, apa jangan-jangan dia juga anak sekolah kita ya?!" pekik Tasya yang bisa langsung menduga.
Olivia pun mengangguk, membuat kedua sahabatnya langsung menjerit heboh sampai pelayan yang sedang me make up pi terkejut sendiri dan menghentikan sejenak pekerjaan. Melihat reaksi berlebihan temannya itu, membuat Olivia jadi malu sendiri.
"Ih Olivia bilang aja siapa, kita kan jadi penasaran. Apa nanti dia bakal jemput kamu kesini? " tanya Syifa yang gemas sendiri.
__ADS_1
"Iya nanti katanya dia bakal jemput aku di sini, tapi nanti aja ya pas di acara lihatnya." Olivia merasa gugup sekali akan menunjukkan pasangan barunya pada semua orang, termasuk kedua sahabatnya.
Selesai di make up pi, mereka beranjak untuk memakai dress pilihan masing-masing yang sudah disiapkan dari jauh hari. Walaupun Syifa dan Tasya terlihat cantik, tapi mereka akui Olivia selalu paling bersinar dan cantik.
Apalagi gaun Olivia berwarna merah, rambutnya di gerai dengan ikal di ujung nya, aksesoris nya adalah bando berlian yang membuatnya seperti seorang putri kerajaan. Sedangkan gaun Tasya warna hitam, dan Syifa warna hijau toska.
Drrrt!
Melihat ponselnya di dalam tas bergetar, Olivia pun langsung melihatnya dan ternyata itu panggilan dari Septian. Sempat melirik kedua sahabatnya yang sedang mengintip dari samping, mungkin penasaran.
"Kayanya dia sudah sampai deh di depan, gak papa aku pergi duluan?" tanyanya meminta izin.
"Iya gak papa, nanti kita ketemu di acara ya. Jemputan aku sama Syifa juga sebentar lagi sampai kok," jawab Tasya pasrah. Padahal sangat penasaran siapa yang menjemput, tapi sepertinya Olivia tidak akan menunjukkan sekarang.
Dengan agak kesusahan Olivia pun berjalan keluar dari salon itu sambil mengangkat sedikit bagian bawah gaun nya. Di depan salon langsung terlihat sebuah mobil Lambho berwarna merah, dan sudah bisa Ia pastikan di dalam adalah Septian.
"Waw kamu cantik banget, aku juga suka gaun merah kamu, warnanya kaya mobil aku," kata Septian memuji.
"Makasih, aku juga suka gaun nya," jawab Olivia seadanya.
Olivia pun memperhatikan penampilan Septian malam ini, tidak kalah tampan dan lebih rapih dari biasanya. Septian memakai setelan jas tuxedo, entah kebetulan atau bagaimana pita kupu-kupu nya berwarna merah juga. Mereka jadi terlihat serasi.
Rambut Septian pun lebih pendek dan cepak, mungkin pria itu habis mencukur rambutnya tadi. Tetapi kali ini jujur saja Septian terlihat lebih macho, jika rambutnya agak panjang seperti biasa malah wajahnya agak kekanakkan karena baby face.
"Kenapa lihatin aku terus, aku ganteng ya?" tanya Septian sambil menopang kepalanya dengan tangan yang di sandarkan di atas setir mobilnya.
"Hah? Ekhem lumayan, kamu kelihatan cocok pakai setelan jas begitu," jawab Olivia tidak bohong.
__ADS_1
Septian pun tertawa kecil, merasa senang karena dipuji begitu, "Kita kaya pangeran sama putri ya, bisa saja nanti malam kita yang juara jadi pasangan serasi," katanya.
Olivia yang mendengar itu malah jadi terbebani dan berharap semoga saja tidak karena akan sangat memalukan. Nanti saat datang saja kemungkinan akan sedikit membuat heboh, apalagi kalau sampai menang menjadi pasangan serasi.
Kira-kira apa tanggapan dari yang lain?
Selama perjalanan menuju tempat diadakannya prom night itu Olivia sadar beberapa kali Septian melirik dirinya. Ya Ia akui malam ini lebih cantik karena berdandan dan memakai gaun bagus, tapi semoga nanti di acara tidak banyak yang memperhatikannya juga.
"Kamu gugup?" tanya Septian saat membukakan pintu mobil dan Olivia turun. Ia dengan gentle nya mengulurkan tangan membantu pacarnya itu.
Olivia mengangguk pelan, "Hm gugup, apa di dalam sudah banyak orang?"
"Kayanya sudah, lihat banyak mobil di sini," jawab Septian.
Dari depan bangunannya saja Olivia sudah bertemu beberapa temannya, membuatnya malu karena mereka melihatnya datang bersama Septian. Terlihat sekali keterkejutan si wajah mereka, pasti setelah ini akan dibicarakan dan terus terdengar ke telinga orang lain.
Saat keduanya memasuki ruangan itu, beberapa orang pun langsung memperhatikan. Olivia semakin dilanda gugup di tatap banyak orang begitu, tapi Ia tahu tatapan mereka itu lebih ke arah bingung karena pasangannya pada malam ini.
"Loh itu Septian, kenapa dia datang sama Olivia?"
"Kayanya mereka pacaran deh, katanya ada beberapa orang yang sering lihat dua orang itu barengan. Ternyata gosip nya bener."
"Jadi penasaran gimana reaksi Dilon lihat Olivia udah punya pacar baru lagi."
Ya itulah beberapa bisikan yang Olivia tidak sengaja dengar dari beberapa orang di sana. Kepalanya lalu terangkat saat merasakan tangannya yang menggandeng tangan Septian di usap, Ia pun langsung melihat senyuman manis pria itu.
"Jangan hiraukan, tenang, ada aku," kata Septian.
__ADS_1