Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Gadis Nakal ku 11


__ADS_3

"Kok di jemput nya di sini?" tanya Aiden saat putrinya itu masuk mobil dan duduk di sebelahnya.


"Hah em ya habis jajan, makanya minta dijemput di sini," jawab Daniella sambil tersenyum kikuk.


Aiden lalu tidak sengaja melirik bangunan tinggi yang tidak jauh dari mobil nya. "Apa jangan-jangan kamu sudah dari perusahaan Kai?"


"Hah? Enggak lah, ngapain juga aku ketemu sama Om Kai, dia juga kan pasti sibuk," bantah Daniella cepat.


Untungnya setelah itu Papa nya tidak lagi banyak bertanya dan segera menjalankan mobil pergi dari sana. Daniella pun menghela nafas lega, Ia lalu membuka ponsel nya dan langsung terlihat pesan masuk dari Mia.


[Tadi Andra anterin aku sampai depan rumah, hehe makasih ya gara-gara kamu uang ongkos aku jadi hemat.]


Isi pesan sahabatnya itu membuat Daniella tersenyum tipis, Ia pun membalas nya. "Seneng hemat ongkos atau seneng habis berduaan sama Mas crush nih?"


Tetapi belum ada balasan, mungkin Mia sedang tidak bermain ponsel. Daniella pun kembali menatap jalanan sambil tersenyum-senyum, Ia akan ikut senang jika hubungan Mia dengan Andra ada kemajuan. Lagi pula Mia juga cantik, ya walau Daniella tetap tidak ada yang menandingi.


Ternyata mereka tidak langsung pulang, Papanya malah belok ke tempat makan terkenal dan akan drive thru. Katanya ingin ke rumah Dilon, cucu kembar nya minta dibelikan makanan viral yang kolab dengan grup wanita dari Korea.


"Pasti yang minta Fiona ya Pah? Kalau Filio sih kayanya enggak," tanya Daniella.


"Iya dia ngerengek minta dibeliin ini sama Papa, ya sudah Papa bilang saja bakal ngasih pas jemput kamu pulang," sahut Aiden tanpa menoleh. Walau hanya Fiona yang minta dibelikan, tapi Ia tidak lupa pada Filio juga.


Kalau Daniella sendiri tidak pernah masalah, Ia juga tidak cemburu Papa nya itu sangat memanjakan cucu nya, toh Ia juga ikut senang karena bisa sekalian jajan dan bertemu dengan keponakannya.


Setelah mendapatkan makanannya, kembali mereka pun melanjutkan perjalanan akan langsung menuju rumah Kakak nya. Sesampainya di sana, mereka pun turun dan ternyata Fiona sudah menunggu di depan.

__ADS_1


"Opa, Kak Ella!" teriak Fiona kesenangan sambil melambaikan tangan.


Daniella pun membalas lambaian tangan keponakannya itu lalu merentangkan tangan minta dipeluk. Fiona lalu berlari kecil menghampiri, tapi senyuman di bibir Daniella menghilang karena ternyata Fiona lebih memilih memeluk Papa nya.


"Hehe Opa aku sudah nungguin dari tadi, perut aku sampai laper pengen makan ini. Makasih ya sudah dibeliin," ucap Fiona sambil tersenyum lebar menunjukkan satu gigi depan nya yang ompong.


Aiden pun mengangguk sambil mengusap puncak kepala cucu nya itu. "Sama-sama anak manis, apa sih yang tidak untuk kamu. Yuk kita makan di dalam saja, Opa juga beliin untuk Filio. Ngomong-ngomong dimana dia, gak sambut Opa juga ya?"


Kedua orang itu pun masuk ke dalam rumah sambil berpegangan tangan, meninggalkan Daniella yang cemberut karena diabaikan. Namun begitu Ia tidak ngambek, Ia pun ikut masuk ke dalam rumah mewah bertingkat dua itu.


Ternyata Olivia sedang di gazebo yang ada di halaman belakang, sedang bermain catur bersama Filio. Mereka pun langsung menghampiri ke sana, membuat perhatian dua orang itu pun teralih.


"Mama lihat aku dibeliin Opa makanan New Jeans," ujar Fiona dengan riang nya sambil menunjukkan kresek itu.


Olivia terlihat tersenyum kikuk lalu menatap tidak enak mertuanya. "Maaf ya Pah kalau Fiona selalu minta aneh-aneh, padahal dia tinggal minta sama aku."


Filio pun ikut membalas senyumannya. "Sebentar lagi mau menang, ngalahin Mama sih gampang," jawab nya sombong.


Di usia nya yang masih sebelas tahun, Filio ini sudah pintar main catur. Aiden bahkan pernah kewalahan saat bertanding dengan cucu nya yang masih kecil itu, tidak bisa meremehkan begitu saja. Padahal awalnya Ia juga yang ajarkan.


Akhirnya Olivia pun bergantian dengan Aiden, bertekad akan membalikan keadaan, tapi Filio yang mendengar itu hanya tersenyum-senyum saja karena yakin Ia akan tetap menang. Makanannya pun sampai Ia abaikan ksrena ingin fokus bermain catur dahulu.


"Ella kamu baru pulang sekolah jam segini?" tanya Olivia memperhatikan adik ipar nya itu masih memakai seragam.


Daniella terlihat tersenyim kikuk. "Hehe iya Kak, habis les," jawab nya bohong. Jadi tidak enak, tapi masa menjawab jujur.

__ADS_1


"Oh les ya, pantesan, kamu rajin juga," ucap Olivia sambil tersenyum.


Ia jadi kangen pada masa lalu, dimana dirinya pun sangat menikmati masa saat seusia Daniella. Semua bercampur, antara kebebasan dan menikmati hubungan asmara. Olivia pun kembali tersenyum-senyum sendiri jika sudah nostalgia.


Fiona yang melihat Mama nya mulai begitu lagi hanya menggeleng, Ia pun beralih menatap Tante nya yang sedang main ponsel. Tidak sengaja melihat sesuatu di layar ponsel nya, Fiona pun tiba-tiba bergeser dan sedikit merendahkan ponsel itu untuk melihat jelas.


"Loh ini kenapa banyak foto Om Kai?" pekik Fiona dengan suara keras nya, membuat perhatian semua orang pun tertuju pada nya.


Kedua mata Daniella melotot tanpa sadar, Ia pun langsung mematikan ponselnya dan tersenyum kikuk pada semua orang. Ah sial Ia kurang hati-hati, bisa-bisanya ceroboh memandangi koleksi foto Kai di galeri nya.


"Kenapa sayang?" tanya Olivia lembut sambil mengusap puncak kepala putrinya.


Fiona lalu menunjuk Daniella yang duduk di sebelah nya, ekspresi wajahnya yang serius malah terlihat menggemaskan. "Tadi Kak Ella lagi lihatin foto Om Kai, banyak banget kayanya di ponsel nya," adu nya.


"Apa? Kamu gak salah lihat?" Kini Filio yang bertanya, biasanya tidak suka kepo.


Melihat semua orang menatapnya bingung dan penuh penasaran, membuat Daniella perlahan dilanda rasa panik. Tetapi Ia tidak akan berterus terang, akan membantah karena tidak mau keluarganya ini curiga.


"Ya elah Fiona, Kakak cuman lihat instagram Om Kai aja, kebetulan lagi lewat branda," ujar Daniella berusah meyakinkan.


"Oh ya, aku kira tadi koleksi di ponsel Kakak, soalnya banyak banget," celetuk Fiona lalu kembali memakan nugget nya dan tidak bertanya lagi.


Daniella pun semakin tersenyum kikuk, "Hahaha ngapain juga Kakak simpen foto Om Kai, enggak lah buat apa," ujar nya.


Untungnya setelah itu mereka semua pun kembali fokus dan asik sendiri, membuat Daniella bernafas lega dan berharap tidak dicurigai lagi. Ia juga ceroboh sekali, padahal Fiona yang tidak bisa diam ini duduk di dekat nya tadi.

__ADS_1


Daniella harus lebih hati-hati.


__ADS_2