Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Ekstra Chapter 3


__ADS_3

"Terus kamu sekarang gimana Andra, apa sudah ada rencana mau menikah juga?" Kini giliran Daniella yang bertanya pada temannya itu.


Tetapi reaksi Andra di awal adalah tertawa kecil. "Mau menikah gimana, calon istrinya aja gak ada," jawab nya.


"Masa ah? Pasti ada lah pacar ya kan? Gak mungkin jomblo."


Andra hanya menggeleng dengan senyuman tipis, tatapannya terlihat dalam pada sosok yang dulu sangat Ia puja itu. Mungkin sampai sekarang pun? Rasanya sulit sekali melupakan cinta pertama itu.


Baru saja akan mengatakan sesuatu, pergerakan bibir nya terhenti melihat dua orang yang datang. Daniella pun langsung tersenyum lebar pada suami dan anak nya, Kenzo terlihat melompat-lompat kecil mengekspresikan perasaan bahagia nya.


"Hei sayang sudah lagi main nya? Kok gak basah?" tanya Daniella memperhatikan baju yang dikenakan Kenzo.


Kenzo pun menggeleng. "Enggak, aku main bebek aja, gak berenang. Papa juga gak basah," jawab nya.


"Ih pinter banget sih anak Mama, tapi kalau kamu mau berenang juga gak papa, kan Kenzo bawa baju ganti, kalau Papa enggak," ucap Daniella memberikan pengertian.


Berbeda dengan Daniella yang sedang asik mengobrol dengan Kenzo, Kai dan Andra malah saling bertatapan. Andra dibuat gugup melihat tatapan memicing penasaran lelaki yang lebih dewasa darinya itu.


Apakah sudah lupa lagi kepadanya?


"Sayang kamu masih inget dia gak?" tanya Daniella pada suaminya dengan senyuman penuh arti.


"Hm, dia mantan kamu, kan?" Entah kenapa, nada suara Kai terdengar agak ketus saat menjawab itu. Ekspresi wajah tidak sukanya pun tidak bisa disembunyikan.


Melihat Daniella yang tertawa kecil, membuat Kai menatap nya bingung dengan perasaan campur aduk. Apa yang ditertawakan istrinya itu? Padahal menurutnya tidak ada yang lucu sama sekali, Ia malah sedang menahan cemburu.

__ADS_1


Sudah dari berapa lama mantan Daniella itu di sini, parahnya hanya berduaan lagi. Kai merasa kecolongan.


Andra lalu berdehem pelan ingin meluruskan. "Ekhem maaf, tapi aku sama Daniella cuman teman kok, gak pernah pacaran," jawab nya.


Sebelah alis Kai terangkat, tanda merasa bingung. Bukankah dulu dua orang itu cukup dekat, mereka bahkan pernah makan bersama dengan saling berpasangan. Di kepalanya saja masih teringat jelas bagaimana lelaki itu mengungkapkan rasa suka nya pada Daniella.


Merasakan sebelah tangannya di genggam, membuat perhatian Kai pun kembali tertuju pada istrinya. "Kamu jangan cemburu dulu, aku sama Andra cuman ngobrol aja, kami kan sudah lama gak ketemu," jelas Daniella.


"A-aku gak cemburu kok," bantah Kai gelagapan, Ia benar-benar tidak hebat sekali berbohong menyembunyikan perasaannya.


Tetapi sepertinya istrinya itu bisa membaca isi hatinya, melihat senyuman penuh artinya itu membuat Kai semakin malu saja. Tidak mau terus dipojokkan, Kai lalu mengajak mereka untuk makan-makan.


Namun sayangnya Andra tidak bisa bergabung karena harus kembali ke tempat kerjanya. Sayang sekali, padahal kapan lagi bisa bertemu begini. Namun pasti mereka akan bertemu lagi, karena Andra ditugaskan bekerja di Jakarta.


Keluarga kecil itu pun duduk di atas matras. Kai lah yang mengeluarkan satu persatu makanannya, pokoknya Ia yang selalu melayani, tidak membiarkan istrinya yang sedang hamil besar itu bekerja banyak.


"Enggak kok," bantah Kai, namun suaranya masih ketus.


"Bohong, terus kenapa kamu diemin aku? Aku kan sudah jelasin kita cuman ngobrol, topik nya juga bukan aneh-aneh kok," ucap Daniella.


Kai terlihat menghembuskan nafasnya berat lalu memilih meminum cola nya terlebih dahulu membasahi tenggorokannya yang kering. Ia lalu menatap wajah cantik Daniella yang sekarang terasa lebih tembam, efek kehamilan besar nya.


Sebenarnya Kai bukan marah, tapi Ia tadi hanya sedikit cemburu saja karena tahu lelaki muda itu dulu sempat ada rasa pada Daniella.


"Kamu dulu beneran gak pacaran sama dia?" tanya Kai malah membahas ini lagi.

__ADS_1


"Huft enggak ada kok, beneran. Aku sama Andra cuman teman. Memang sih dulu dia beberapa kali nyatain perasaan, tapi aku gak ada rasa sama dia, makanya gak diterima," jawab Daniella.


"Kenapa? Dia kan ganteng, kelihatan pintar juga, terus pasti orang berada." Kai terlihat tidak ikhlas sekali saat memuji ini, tapi Ia ingin mendengar saja alasan dari istrinya itu sudah melewatkan hal ini.


Dan jawaban Daniella pun membuat Kai tidak bisa menahan senyumannya lagi. Padahal sudah Ia duga dari awal, tapi entah kenapa saat di katakan langsung oleh perempuan itu lebih bahagia saja.


"Ya karena yang ada di hati aku cuman kamu saja, makanya aku gak bisa buka hati untuk laki-laki lain."


Tidak bisa menahan rasa bahagianya lagi, Kai lalu mencondongkan tubuhnya dan mengecup cepat bibir istrinya itu. Daniella terlihat melotot kan matanya terkejut dengan tingkah berani nya, tapi sepertinya yang lebih terkejut adalah Kenzo yang menonton.


Anak kecil itu menjerit cukup keras dan segera menutup matanya dengan kedua tangan. Kai yang melihatnya jadi merasa terhibur, Ia pun mengusap puncak kepala Kenzo dan mengedipkan sebelah matanya pada Daniella.


"Ih malu tahu kalau ada yang lihat, ini kan tempat umum," kata Daniella dengan bibir mengerucut nya, namun percayalah hatinya berbunga-bunga.


"Gak papa dong, mereka juga pasti memaklumi soalnya kita kan suami istri," sahut Kai yang tidak merasa bersalah. Habisnya Ia gemas sih dengan tingkah Daniella.


Jika dipikirkan lagi, Kai benar-benar tidak menyangka ada seorang perempuan yang bisa mencintainya se-dalam itu, bahkan sampai menunggunya bertahun-tahun dan perasaannya tetap sama.


Bukankah Kai sangat beruntung?


Kepergian Ayana pun mungkin sudah menjadi takdir Tuhan, Dia lah yang paling tahu mana yang terbaik. Dan kini Ia pun tidak menyangka bisa bersama Daniella, menjadi istri muda nya yang membuatnya pun bisa sejatuh cinta ini.


Selesai makan siang, mereka pun memutuskan akan pulang saja karena sudah merasa puas juga bermain di luar. Selain itu, Daniella kan tidak bisa terlalu kecapean karena kehamilannya yang besar. Harus istirahat yang cukup juga.


"Dia sudah tidur lagi, kayanya energinya habis. Habisnya aktif banget main di pantai, tempat kesukaannya," ucap Daniella menolehkan kepalanya ke belakang, memperhatikan Kenzo yang duduk di kursi khusus anak dan sudah terlelap tidur lagi.

__ADS_1


Kai pun ikut melirik nya lewat kaca kecil di atas, bibirnya melengkungkan senyuman melihat putranya itu benar-benar mirip dirinya apalagi saat tidur begitu. Betapa bahagianya Ia memiliki keluarga yang lengkap begini.


__ADS_2