Berandalan Sekolah Jatuh Cinta

Berandalan Sekolah Jatuh Cinta
Akan Sulit Berpaling


__ADS_3

Saat turun dari tangga lantai dua akan pulang, Dilon malah di hadang Keisha dan mengajaknya makan malam dahulu sebelum pulang. Awalnya Dilon menolak karena tidak enak, tapi karena terus Keisha paksa akhirnya mau juga.


"Kalian duluan saja ya ke ruang makannya, Mama mau panggil Kai dulu di kamarnya," perintah Keisha lalu melenggang pergi.


Olivia dan Dilon pun saling bertatapan, arti tatapan itu tentu banyak makna. Olivia lalu berjalan mendekati lelaki itu dengan kedua tangan terlipat di dada dan dagu terangkat sombong, Dilon yang memperhatikan gerak-geriknya malah terhibur.


"Hebat juga ya kamu cari muka di depan Mama aku, sogok pakai apa?" tanyanya.


"Pakai hati dong, harus pelan-pelan dan penuh persiapan supaya bisa dapetin hati mertua lagi," jawab Dilon kepedean.


Kedua mata Olivia terbelak sebentar mendengar itu, "Mertua? Hei maksudnya apa ya?" tanyanya sensi.


"Hahaha namanya juga lagi usaha, harus pantang menyerah. Soal malu belakangan, yang penting usaha dulu cari muka. Iyakan?" tanya Dilon sambil menaik turunkan alisnya.


Olivia hanya memalingkan wajah gengsi tidak mau menanggapi karena akan salah tingkah sendiri. Tetapi misal kalau seperti itu, Ia sih tidak masalah, malahan senang karena Dilon sangat pantang menyerah.


Keduanya pun bersama pergi ke ruang makan yang tidak jauh dari sana, terlihat pembantu pun sedang menghidangkan berbagai lauk di atas meja. Melihat Olivia yang duduk di salah satu kursi, Dilon pun segera menyusul dan duduk di sebelahnya.


"Papa kamu belum pulang kerja?" tanya Dilon sambil memperhatikan sekitar.


"Kayanya belum, tapi gak tahu. Emangnya kenapa, mau cari muka di depan Papa juga?" tanya Olivia menduga. Sungguh Ia hanya bergurau saja, tidak bermaksud sinis sama sekali.


Dilon pun terlihat tertawa, "Haha iya dong, tapi kayanya kalau cari hati Papa kamu bakalan agak susah. Tapi kok si Septian itu bisa cepet ya? Apa rahasianya?"


Pergerakan Olivia yang akan membawa sepotong perkedel langsung terhenti mendengar pertanyaan dari Dilon itu. Ia tanpa sadar menelan ludah kasar, tidak bisa menjelaskan karena hal ini sepertinya akan cukup sensitif.

__ADS_1


Untuk mengalihkan obrolan, Olivia pun dengan baik hati membawakan nasi dan lauk untuk Dilon. Ia walau gerak-geriknya terlihat masih gengsi, tapi percayalah sangat perhatian pada Dilon. Pria itu pun terlihat sudah mengerti.


Kedatangan Kai dan Keisha ke ruang makan membuat suasana di sana semakin ramai. Kedua orang itu lalu duduk di hadapan remaja itu, dan mulai membawa makanan masing-masing. Biasanya Kai selalu disuapin, tapi karena ada Dilon jadi makan sendiri.


Di sela makannya Kai lalu berucap, "Kak Dilon nanti sering-sering ya main kesini, seru kalau main game sama Kak Dilon, aku jadi ada temen."


Dilon terlihat tersenyum tipis malah senang mendapat tawaran seperti itu, "Iya nanti Kakak usahakan, tapi kalau sering juga gak enak, takut ganggu."


"Hm ganggu siapa?" tanya Kai polos.


Dilon lalu melirik Keisha, ya Ia hanya takutnya mengganggu kenyamanan kedua orang tua Olivia. Ia memang harus gercep mendapatkan hati mereka, tapi kalau terlalu sering takutnya malah jadi ilfeel.


Keisha yang ditatap lelaki itu tersenyum tipis, "Gak papa kok Dilon, Tante juga senang kalau Kai ada temen main, jangan sungkan," katanya memberikan ijin.


Kai lalu bersorak senang mendengar itu, begitu pun dengan Dilon yang senyumannya semakin lebar merasa senang. Olivia juga sama tidak menyangka karena Mamanya memberikan ijin, Ia kira akan mencari alasan lain.


Obrolan lalu terhenti saat melihat kedatangan seseorang ke ruang makan, ternyata itu Kevin. Keisha yang lebih dulu menghampiri suaminya itu, lalu membawakan barang-barang nya dan menyuruhnya duduk untuk makan bersama.


"Ada Dilon ya?" tanya Kevin yang baru duduk di kursi yang ada di tengah. Tadi dikira salah lihat, tapi sudah dekat jelas.


Dilon tersenyum malu-malu, "Iya Om, selamat sore. Baru pulang kerja ya?"


"Sore, iya Om sekarang pulang kerja memang agak malam soalnya makin banyak kerjaan. Kamu dari kapan di sini?"


Sebelum Dilon menjawab, Kai yang lebih cepat dan menceritakan keseruan apa saja yang sudah dilakukannya bersama dengan Dilon tadi. Kevin pun terlihat asik mendengarkan sambil tersenyum-senyum karena tingkah putra bungsunya itu.

__ADS_1


Olivia memperhatikan satu persatu orang di meja makan, entah kenapa Ia sangat suka suasana seperti ini, mengingatkannya pada dulu saat Ia dan Dilon masih pacaran. Jika saja masih berlanjut, sayangnya hanya bisa berangan-angan saja.


"Terima kasih ya Om Tante sudah ajak saya makan malam di rumah ini, makanannya enak-enak sampai saya nambah banyak," ucap Dilon dengan senyuman lebarnya.


Keisha dibuat tersenyum mendengar itu, "Iya sama-sama, syukurlah kalau kamu suka makan disini, tidak perlu sungkan."


"Ya sudah kalau begitu, sepertinya saya harus pulang sekarang karena sudah di telepon Papa." Dilon terlebih dahulu menyalami tangan orang tua Olivia dan pamitan juga pada Kai, setelahnya pergi dari sana.


Mendengar deheman dari Mamanya, membuat Olivia pun menatap Keisha bingung. Melihat Mamanya melirik dan menunjuk ke ambang pintu keluar, membuat Olivia menghela nafas berat karena bisa langsung paham.


Dengan sedikit malas Olivia pun beranjak untuk mengantar Dilon pulang hanya sampai ke depan saja. Pria itu yang menyadari Ia mengikuti di belakang langsung tersenyum-senyum, tapi Olivia tetap berekspresi datar meninggikan gengsi.


"Aku pulang dulu ya, sampai ketemu besok di Kampus. Mau dijemput gak?" tanya Dilon kembali menggodanya. Mentang-mentang hanya berduaan, mulai berani lagi.


Olivia menggeleng karena takut ketahuan Septian, "Gak usah, aku mau berangkat bareng Papa aja."


"Hm ya sudah, padahal aku gak masalah setiap hati anter jemput kamu lagi," kata Dilon sambil menaik turunkan alisnya menggoda.


Sudut bibir Olivia terlihat berkedut seperti menahan senyuman, sungguh harus berekspresi datar di depan Dilon itu sangat sulit. Selain itu, Ia juga merasa salah tingkah karena sesuatu.


Olivia berdehem pelan menghilangkan canggung, "Sekarang kok manggilnya gak lo gue lagi?" tanyanya penasaran.


"Kayanya enaknya begini ya kalau buat orang disayang, dulu kan kamu bilang pengen di spesialin dan di bedain sama orang lain."


Jawaban dari pria itu membuat Olivia terdiam merasa terharu, ingatannya pun dibuat kembali pada masa lalu. Kali ini Olivia pun tidak bisa menahan senyumamnya lagi, tatapannya pun menjadi melembut.

__ADS_1


"Sudah ya aku pulang sekarang, kalau ditahan terus bakalan betah," pamit Dilon sambil melambaikan tangan dan masuk ke mobilnya.


Olivia mendengus di dalam hati, "Siapa juga yang nahan dia di sini? Dasar kepedean!"


__ADS_2