
Tidak mau dianggap tidak sopan, Olivia pun ikut turun ke lantai bawah. Untung saja ada Dilon di sampingnya yang selalu menemaninya, jadi tidak akan terlalu gugup.
"Nah itu Dilon, eh ada Olivia juga ya ternyata," kata Aiden dengan senyuman lebarnya.
Pasangan asing itu berdiri menyambut, si pria paruh baya lalu bertanya pada temannya itu, "Apa ini perempuan yang kamu ceritakan itu Aiden? Wah pantas saja Dilon jatuh cinta ya, cantik sekali."
Olivia tentu saja bingung mendengar itu, apa mereka tadi sempat membicarakannya? Tetapi sepertinya bukan hal buruk, karena mereka malah memujinya.
Terlebih dahulu Olivia menyalami tangan pasangan paruh baya itu, sambil menunjukkan senyuman terbaik agar enak dipandang. Mereka sempat mengobrol sebentar, lalu katanya akan langsung pulang.
"Semoga Poppy juga cepat dapat pacar dan bahagia dengan pasangannya juga," kata Erika penuh makna.
Poppy mengangguk dengan senyuman malu-malu nya, "Hehe iya Tante makasih, kalau gitu kami pamit pulang dulu."
"Iya hati-hati di jalan."
Kedua orang tua Dilon mengantar temannya itu sampai ke depan, sedang Dilon tidak karena katanya tiba-tiba sakit perut. Olivia sendiri menunggu saja di bawah tangga, karena Dilon memakai kamar mandi di dapur.
Perhatian gadis itu teralih melihat Erika yang masuk kembali ke dalam, keduanya pun membalas senyuman. Olivia agak malu karena Ia balik lagi, padahalkan tadi sudah pamit pulang.
"Nah gitu dong Olivia, main di sini lama, jangan buru-buru pulang. Tante tahu, pasti kamu segan ya karena Dilon sama Poppy? Tenang saja, mereka gak ada hubungan apapun kok," kata Erika menjelaskan.
"Hehe iya Tante, tapi dia malah keluar dan nyusulin aku terus ngajak masuk lagi." Olivia lalu jadi tertarik pada sesuatu, "Tante, Dilon sama Poppy itu beneran gak ada hubungan apapun?"
Erika terlihat mengusap dagunya seperti seseorang yang sedang berpikir keras, "Em sebenarnya Papanya Poppy itu sudah beberapa kali minta Dilon dijodohkan dengan anaknya itu."
__ADS_1
Kedua mata Olivia terbelak lebar mendengarnya, tapi tidak terlalu terkejut karena dari awal sudah Ia duga juga. Kalau diingat lagi, gerak-gerik Poppy juga seperti orang yang menyukai Dilon.
"Tapi kamu tenang saja, baik Tante ataupun Om Aiden, Dilon juga gak menerima karena dia kan cintanya sama kamu," lanjut Erika sambil tersenyum menggoda, membuat Olivia tersipu malu.
Tentu saja Olivia senang mendengar ini, bahkan katanya kedua orang tua Dilon juga tidak menyetujui dan memberikan sepenuhnya kepada anaknya. Olivia jadi terharu seperti di perjuangkan, padahal dulu dirinya bersikap egois memilih Septian.
Kepala Olivia langsung menggeleng, berusaha mengenyahkan pikiran itu. Biarlah, toh itu kan kejadian masa lalu dan sekarang harus menata masa depan yang lebih indah.
Obrolan mereka terhenti melihat Dilon sudah kembali, pria itu sempat menanyakan pada Erika apa keluarga Poppy sudah pergi, dan Ibu tirinya itu menjawab sudah. Setelahnya Dilon mengajak Olivia lagi ke atas, tapi ternyata malah inginnya mengobrol di halaman belakang saja agar lebih santai.
"Dilon, kenapa kamu tolak lamaran keluarga Poppy?" tanya Olivia memutuskan menanyakan, merasa penasaran.
Dilon menoleh menatap perempuan itu, "Hm tahu dari mana keluarga dia sempat minta aku jadi tunangan dia?" tanyanya balik.
"Tadi Tante Erika cerita, tapi dia bilang kamu nolak dan Papa kamu juga gak setuju," jawab Olivia santai.
"Ya karena aku emang gak ada perasaan apapun ssma Poppy, aku cuman nganggap dia teman saja. Selain itu, aku cintanya sama kamu aja," jawab Dilon simple.
Olivia malah mengerucutkan bibir merasa tertohok mendengar itu. Berbeda dengan Dilon yang bisa tegas dengan hatinya, Ia dulu malah tidak bisa dan mau saja menerima Septian dan terus ada di bawah tekanannya.
Kalau dipikir Olivia merasa bodoh dan menyesal karena tidak bisa tegas, percayalah suasananya itu sangatlah rumit. Tetapi untungnya sekarang sudah terlepas, kedua orang tuanya juga tidak setuju lagi.
Lamunan perempuan itu terhenti merasakan tangannya digenggam, mata keduanya pun kembali bertemu. Tidak bisa bohong rasa hangat mulai menjalar di hati, suasana ini terasa nyaman dan membuat dejavu dengan kenangan masa lalu saat bersama.
"Maaf ya aku juga gak bisa bantu banyak dulu untuk tolong kamu lepas dari dia," ujar Dilon, dia di sini sudah pasti Septian.
__ADS_1
Olivia menggeleng pelan lalu membalas genggaman tangannya, "Gak papa Dilon kamu juga kan gak tahu ini. Tapi aku senang karena ternyata aku masih ada di hati kamu, memangnya kamu gak sakit hati?"
"Pertanyaan konyol, tentu saja aku sakit hati tahu kamu pacaran sama dia, apalagi pas kamu katanya sudah tunangan juga dengan Septian," jawab Dilon cepat.
Hal yang paling memalukan bagi Dilon adalah dirinya waktu itu sampai menangis, tidak bisa menyembunyikan perasaan sesak di dada karena orang yang dicintainya malah bertunangan dengan lelaki lain.
Tetapi namanya jodoh, sekarang mereka malah kembali bersama dengan perasaan yang sepertinya malah semakin besar. Dilon lalu mengecup tangan perempuan itu dalam, mengekspresikan perasaannya.
"Olivia, kamu mau jadi pacar aku?" tanya Dilon dengan tatapan dalam nya.
Tetapi Olivia malah tertawa kecil, membuat Dilon merasa bingung. "Kok lucu banget ya, kaya ngerasa aneh aja," Kata Olivia.
"Hm aneh gimana? Harusnya gimana dong, Olivia apa kamu mau balikan sama aku?" tanya Dilon mengulang.
Olivia malah semakin dibuat terpingkal dengan tingkah konyol Dilon, baginya sangat lucu dan membuat terhibur. Bukan karena apa Ia tertawa, tapi rasanya tidak cocok saja.
Masalahnya di sini dari dulu hubungan mereka sudah dekat dan baik-baik saja, bahkan Olivia merasa dirinya dengan Dilon pun sudah kembali bersama dari beberapa waktu lalu. Tidak apa tanpa prngungkapan pun, karena keduanya kan saking mencintai.
"Hei ayolah aku serius, kita harus pastiin dulu hubungan ini. Jadi kamu mau gak sama aku lagi?" tanya Dilon serius.
Akhirnya tawa Olivia pun terhenti, tatapannya pun tidak kalah lembut dengan senyuman tipis terukir di bibirnya. Percayalah Dilon di depannya sedang berusaha menahan diri untuk tidak nyosor dan membuat kehebohan.
"Dilon, aku baru putus loh dari Septian kemarin malam. Kamu beneran langsung minta aku jadi pacar kamu?" Olivia malah bertanya hal itu, masih ragu saja.
"Terus emangnya kenapa kalau kamu baru putus dari si Septian kemarin? Jangan bilang kamu butuh waktu buat move on dari dia?" tanya Dilon yang kini suaranya jadi ketus, tanda cemburu.
__ADS_1
Olivia mengulum senyumnya berusaha menahan tawa, tidak mau membuat mood Dilon jadi berantakan Ia pun memilih memeluk pria itu dan membisikkan penerimaan tawarannya tadi.